Poin Penting:
- Peneliti Jepang menemukan kepiting mulai berjalan menyamping sejak 200 juta tahun lalu
- Gaya berjalan miring memberi keuntungan kecepatan dan pertahanan dari predator
- Pecahnya superkontinen Pangea diduga memicu evolusi besar-besaran kepiting
Bacaini.ID, KEDIRI – Cara berjalan kepiting yang selalu menyamping atau miring ternyata bukan sekadar keunikan alam biasa. Penelitian terbaru dari Jepang mengungkap bahwa gaya berjalan ikonik tersebut merupakan hasil strategi evolusi sejak era dinosaurus.
Baca Juga:
Nenek moyang kepiting ternyata sebenarnya sama dengan kebanyakan hewan lain, yakni berjalan maju, bukan menyamping. Sebuah penelitian terbaru dari Jepang berhasil memecahkan misteri evolusi yang telah lama membingungkan para ahli biologi.
Menurut laporan The Jalan Times, penelitian yang dipimpin oleh Yuki Kawabata, seorang profesor rekanan dari Graduate School of Integrated Science and Technology di Universitas Nagasaki, berhasil mengungkap bahwa gaya berjalan menyamping yang ikonik tersebut bukan terjadi kebetulan.
Gaya berjalan miring tersebut merupakan warisan evolusi tunggal yang berasal dari Periode Jura Awal (Early Jurassic), sekitar 200 juta tahun yang lalu.
Evolusi Kepiting Berasal dari Zaman Dinosaurus
Sebelum riset ini dipublikasikan pada April 2026 di sebuah jurnal internasional, komunitas sains sempat berdebat apakah kemampuan berjalan menyamping pada kepiting berevolusi beberapa kali secara terpisah pada spesies yang berbeda.
Baca Juga:
- Melihat Hewan Unik Viscacha yang Miliki Sinyal Seismik
- Mengenal Domba Daun, Hewan Unik yang Hanya Ada di Indonesia, Jepang dan Filipina
Untuk menjawab hal tersebut, tim peneliti dari Universitas Nagasaki melakukan analisis mendalam terhadap perilaku pergerakan 50 spesies kepiting yang berbeda. Dari sampel tersebut, 35 spesies di antaranya merupakan kepiting yang berjalan menyamping, sementara 15 spesies lainnya masih mempertahankan kemampuan berjalan ke depan.
Data pergerakan ini kemudian dipetakan ke dalam pohon filogenetik (peta kekerabatan evolusi) berbasis genetik terbaru. Hasilnya mengejutkan para ilmuwan. Kepiting hanya berevolusi satu kali dari nenek moyang yang berjalan ke depan menjadi makhluk yang berjalan menyamping. Sifat genetik unik ini kemudian diwariskan dan dipertahankan oleh mayoritas spesies kepiting hingga hari ini.
Mengapa perubahan radikal ini bisa bertahan selama ratusan juta tahun? Kawabata menjelaskan bahwa berjalan menyamping memberikan keuntungan mekanis yang luar biasa dalam hal kecepatan dan manuver defensif.
Saat menghadapi predator, kepiting yang berjalan menyamping mampu melesat ke kiri atau ke kanan dengan akselerasi yang sangat tinggi. Selain cepat, pola gerakan ini membuat arah pelarian mereka menjadi sangat acak dan sulit diprediksi oleh pemangsa. Di dunia bawah laut yang kejam, efisiensi sepersekian detik ini menjadi penentu hidup dan mati.
Pecahnya Pangea Diduga Memicu Evolusi Kepiting
Temuan ini juga mengaitkan pergeseran perilaku kepiting dengan perubahan geologis besar di Bumi. Periode Jura Awal adalah masa di mana benua super Pangea mulai terpecah.
Baca Juga:
- Apa itu Axolotl? Monster Air Seperti di Film Fiksi
- Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian
Proses geologis skala masif ini menciptakan perluasan area perairan dangkal yang baru di berbagai belahan dunia. Lingkungan baru yang kaya nutrisi namun penuh dengan predator ini memicu diversifikasi kepiting secara besar-besaran.
Di ekosistem yang kompetitif inilah, kemampuan berjalan menyamping menjadi senjata rahasia yang membawa kepiting pada kesuksesan evolusioner hingga menguasai berbagai belahan samudra hari ini.
Melalui kombinasi analisis biomekanika modern dan pelacakan sejarah bumi, riset Universitas Nagasaki ini berhasil membuktikan bahwa cara berjalan kepiting yang tampak aneh, sebenarnya merupakan salah satu mahakarya strategi bertahan hidup paling sukses dalam sejarah planet ini.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





