Poin Penting:
- Ikan kelelawar bibir merah dari Galapagos memiliki ciri khas bibir merah menyala dan tubuh menyerupai kelelawar
- Ikan ini bukan perenang andal dan lebih sering berjalan di dasar laut menggunakan sirip seperti kaki
- Meski status konservasinya masih aman, perubahan iklim dan kerusakan habitat laut menjadi ancaman potensial
Bacaini.ID, KEDIRI – Ikan Kelelawar Bibir Merah (Ogcocephalus darwini) dari kepulauan Galapagos, Ekuador dan pesisir Peru menjadi salah satu binatang endemik yang mencuri perhatian dunia.
Baca Juga:
Mendiami dasar laut, ikan Kelelawar Bibir Merah memiliki tampilan unik dengan siluet badan yang dianggap mirip kelelawar, dan tampilan wajah dengan ‘riasan menor’ seolah bersiap berangkat kondangan.
Fitur paling mencolok pada ikan ini adalah lipstik alami yang ia pakai: bibirnya merah merona. Ilmuwan menduga, warna mencolok pada bibir ikan ini membantu antar spesies saling mengenali satu sama lain, terutama sebagai daya tarik seksual selama musim kawin.
Tubuh mereka berbentuk pipih ke samping dengan kulit bertekstur kasar yang ditutupi duri-duri kecil sebagai pelindung alami. Dilihat dari atas, bentuk sirip dada mereka melebar menyerupai sayap kelelawar.
Saat menginjak dewasa, moncong ikan ini akan memanjang membentuk struktur seperti tanduk di dahi yang bernama illicium. Illicium berfungsi sebagai alat pancing untuk memikat mangsa. Ujung illicium dapat memancarkan cahaya atau sekadar digerak-gerakkan untuk menarik perhatian ikan kecil, udang atau kepiting agar mendekat ke mulut untuk langsung di ‘hap’.
Perenang Buruk, Lebih Suka Jalan di Dasar Laut
Ikan Kelelawar Bibir Merah merupakan perenang yang sangat buruk, mereka lebih sering berjalan dengan bantuan sirip. Sirip dada, sirip perut dan sirip anal pada ikan ini telah berevolusi menjadi struktur yang mirip kaki.
Baca Juga:
- Pesona VW Klasik, si Retro Yang Tak Ramah BBM
- Ching Shih, Mantan PSK yang Jadi Ratu Bajak Laut Terbesar di Dunia
Mereka menggerakkan sirip-sirip ini bergantian hingga seperti hewan berkaki empat yang berjalan. Berbentuk pipih, bibir dengan ‘gincu’ merah menyala, dan berjalan di dasar laut, menjadikan ikan kelelawar bibir merah sangat ikonik di peraiaran Galapagos.
Ikan ini menetas di laut lepas bersama ribuan telur lainnya dan sejak ‘kelahirannya’, mereka adalah makhluk mandiri tanpa asuhan induk. Saat masih berbentuk larva, mengapung di air dengan diam, berpura-pura mati, agar terhindar dari predator.
Setelah beberapa minggu, tubuhnya terbentuk, memipih, dan sirip-siripnya mengeras membentuk ‘kaki’. Fase kehidupan selanjutnya, mereka habiskan di dasar laut menjadi penghuni permanen yang tidak lagi berenang seperti lazimnya ikan.
Dengan ukuran tubuh yang bisa sepanjang 25 hingga 40 sentimeter, ikan kelelawar bibir merah mampu bertahan hidup hingga 9 sampai 12 tahun di alam liar. Mereka merupakan karnivora dasar laut, memangsa hewan-hewan yang lebih kecil dan bergerak lambat di dasar laut.
Hingga kini populasi ikan kelelawar bibir merah masih stabil dengan status konservasi Berisiko Rendah (Least Concern). Ikan kelelawar bibir merah tidak memiliki ancaman langsung. Namun, kenaikan suhu laut dan pemutihan karang dapat menjadi ancaman, karena akan mengubah habitat alami mereka dan dapat menyebabkan penurunan ketersediaan sumber makanan alami mereka. Industri perikanan dan perdagangan hewan peliharaan merupakan ancaman potensial lainnya bagi ikan ini.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





