Bacaini.ID, KEDIRI – Sekitar 60 ribu kursi perguruan tinggi negeri (PTN) dilaporkan kosong pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2025. Faktanya, data tersebut tidak seluruhnya benar dan berupa informasi palsu atau hoax.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie menegaskan, angka tersebut bukan sepenuhnya calon mahasiswa yang batal daftar ulang. Data sebenarnya terdiri dari 42.315 kursi kosong dan 17.816 calon mahasiswa yang tidak melakukan registrasi ulang.
“Angka 60 ribu yang ramai diberitakan bukan data tahun 2026, melainkan hasil evaluasi penerimaan mahasiswa baru tahun 2025,” terang Stella.
Ia membeberkan, 42.315 kursi kosong karena tidak ada peserta yang memenuhi standar akademik. Sementara calon mahasiswa yang sudah diterima tetapi tidak melakukan daftar ulang sebanyak 17.816.
Stella 17 ribu lebih mahasiswa tidak mendaftar ulang karena berbagai alasan, seperti diterima di perguruan tinggi kedinasan, memilih perguruan tinggi swasta sesuai program studi yang diinginkan, serta kendala biaya, meski tersedia opsi UKT level 1/2 sebesar Rp500.000 per semester.
Stella menekankan bahwa mahasiswa yang kesulitan ekonomi tetap berhak mendapatkan UKT murah dan tidak perlu termakan disinformasi.
Sebagai informasi, Data SNPMB 2025 memiliki daya tampung PTN tahun 2025 sebesar 627.957 kursi. Dari jumlah itu sebanyak 585.642 mahasiswa sudah diterima. Sedangkan calon mahasiswa yang mendaftar ulang sebesar 567.826 mahasiswa (90,42%). Sementara yang tidak daftar ulang sebesar 60.131 mahasiswa, yang merupakan gabungan kursi kosong dan mahasiswa yang mundur.
Pemerintah memastikan proses penerimaan 2026 masih berlangsung dan angka final baru akan diketahui pada akhir Juli.
Penulis: Hari Tri Wasono




