• Login
Bacaini.id
Wednesday, February 11, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kisah Nike, Korban Longsor Yang Tertimpa Balok Kayu di Nganjuk

ditulis oleh
16 February 2021 19:58
Durasi baca: 4 menit
Nike (kiri) berada di pengungsian bersama keluarganya. Foto: Bacaini/Karebet

Nike (kiri) berada di pengungsian bersama keluarganya. Foto: Bacaini/Karebet

Malam belum turun saat Nike membersihkan rumah. Hujan yang turun sejak selepas Duhur tak kunjung reda. Warga Dusun Selupuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk memilih berdiam di dalam rumah.

Usai memandikan Anisa, anak bungsunya yang berusia 1,5 tahun, Nike bersiap sholat Maghrib. Dengan penerangan seadanya, Nike bersama dua anaknya Anisa dan Salwa menuju kamar untuk sholat berjamaah. Sejak sore aliran listrik di permukiman itu putus.

Dipimpin Heri, suaminya, keluarga kecil ini sholat berjamaah tanpa firasat apapun. Mati lampu bukan hal baru di kampung yang terletak di lereng tebing ini. Apalagi jika kondisi hujan dalam waktu lama.

“Saat kami hampir selesai berdoa, ada suara gemuruh yang cukup kencang, seperti mesin mobil yang tak kuat menanjak,” tutur Nike kepada Bacaini.id yang ditemui di lokasi pengungsian SDN 1 Ngetos, Senin 15 Februari 2021.

baca ini Petaka di Hari Valentine 20 Orang Hilang di Nganjuk

Merasa tak terjadi apa-apa, Nike dan keluarganya terus berdoa. Suara gemuruh tanah longsor tenggelam oleh berisik air hujan yang menghantam atap rumahnya.

Keempatnya tersadar bahaya mengancam saat mendengar teriakan orang-orang di luar rumah. Tak berpikir panjang mereka berlari ke luar, menembus kegelapan bersama warga kampung yang menyelamatkan diri. Tak satupun benda yang mereka bawa selain pakaian yang melekat saat sholat.

Dalam kegelapan Nike sempat terjatuh. Kakinya tertimpa kayu rumah dan menghentikan pelariannya. Nike tertelungkup dengan kaki terjepit kayu. Ia tak bisa berdiri selain meneriakkan Allahu Akbar.

Matanya terpejam saat runtuhan tanah menimpa sebagian rumahnya. Dia selamat. Longsoran itu menerjang bagian lain rumahnya. Entah jika tak sempat berlari usai sholat Maghrib tadi.

Suami dan dua anaknya selamat. Demikian pula orang tuanya yang tinggal di rumah sama berhasil lolos dari maut. Namun ibunya Supinem harus merintih kesakitan lantaran potongan kayu menimpa kakinya.

Baca ini Alarm Rusak Warga Tak Mendengar Peringatan Longsor

“Semua keluarga saya selamat, ditolong tetangga lain yang selamat. Kami saling membantu menyelamatkan diri,” katanya.

Menurut Nike, tak ada suara alarm atau sirine peringatan sebelum longsor terjadi. Karena itu dia tidak merasa takut dan masih tenang di rumah saat hujan deras mengguyur. “Alarmnya tidak bunyi, saya pikir tidak ada apa-apa,” katanya.

Kini rumah Nike yang dibangun dengan jerih payah suaminya sebagai tukang batu rata dengan tanah. Tak ada bagian yang bisa ditempati meski sejengkal. Reruntuhan tanah masih menimbun rumahnya bersama bangunan lain di kampung itu.

Setidaknya Nike masih bersyukur seluruh anggota keluarganya selamat. Tak seperti Yatmi, perempuan 52 tahun yang kehilangan anak dan menantunya dalam musibah itu.

Dengan raut muka sedih, Yatmi menceritakan malam kelabu yang merenggut keluarganya. Pada saat itu, dia mendengar suara yang sangat keras, mirip angin puting beliung. Berbeda dengan Nike yang tetap tenang di rumah, Yatmi langsung menyelamatkan diri menuju kamar mandi. Saat kejadian, dia sendiri sendiri. Rumahnya lolos dari sergapan longsor, tetapi tidak dengan rumah anaknya. “Rumah anak saya tertimbun longsor karena berada di bawah tebing,” katanya.

Dia masih bersyukur karena kedua cucu kembarnya yang berusia enam tahun selamat dari musibah itu. Saat longsor menimbun orang tuanya, bocah itu sedang main di rumah saudaranya. Patmi kini harus menjadi nenek sekaligus orang tua bagi dua bocah malang itu.

Trauma Healing

Anggota Polres Nganjuk mengajak anak-anak bermain di pengungsian. Foto: Bacaini/Karebet

Siapapun yang melihat tragedi kemanusiaan ini pasti tersentuh. Termasuk Iptu Nanik Yuliati, Kanit Binmas Polsek Prambon yang tergerak melipur lara anak-anak korban bencana.

Siang itu anggota Polres Nganjuk ini terlihat bermain bersama anak-anak di pengungsian SDN 1 Ngetos. Segala daya upaya dia kerahkan demi membuat anak-anak itu tersenyum. Ketakutan masih membayang saat ditarik berlarian keluar rumah oleh orang tuanya.

“Ketakutannya bermacam-macam, tadi pagi ada yang masih nangis kalau ingat kejadian kemarin sore,” ujar Nanik.

Mayoritas anak-anak ini menyaksikan secara langsung peristiwa yang merenggut nyawa puluhan orang di kampung mereka. Bahkan ada yang kehilangan orang tua seperti cucu Yatmi.

Untuk memulihkan trauma mereka, Nanik mengajak beberapa polisi wanita bermain di pengungsian. Sebanyak 40 anak berada di tempat itu sambil menunggu upaya pemerintah menyediakan tempat tinggal baru.

“Polisi dan beberapa komunitas akan terus memantau perkembangan psikis mereka. Semoga bisa berlanjut baik seperti ini,” pungkasnya.

Penulis: Karebet
Editor: HTW

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: longsor nganjuk
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pete makanan kampung dijual sebagai luxury ingredient di supermarket Eropa

Pete Makanan Kampung Jadi Luxury Ingredient di Eropa, Harganya Tembus Rp600 Ribu per Kg

Suasana sidang di Pengadilan Negeri Sleman saat majelis hakim membacakan vonis 8–10 tahun penjara kepada tujuh terdakwa kasus pengeroyokan terduga klitih

Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

Bupati Trenggalek melepas 9 pemuda yang akan belajar Pertahanan dan AI di Korea Selatan

Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramalan Shio Hari Ini 5 Februari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagu-lagu Romi Jahat: Jejak Kritik Sosial Sang Legenda Punk Indonesia yang Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In