Bacaini.id, JOMBANG – Sejumlah karyawan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Jombang dikabarkan mengundurkan diri. Salah satunya terjadi di KDKMP Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang. Tercatat, tiga karyawan memilih mundur di tengah proses persiapan operasional koperasi.
Kepala Desa Sambongdukuh Khairur Roziqin membenarkan kabar tersebut. Menurut dia, salah satu karyawan mengundurkan diri karena sedang hamil. ’’Ada dua sampai tiga karyawan yang mengundurkan diri. Salah satunya karena kondisi hamil,’’ ujarnya kepada Bacaini.ID, Senin, 25 Mei 2026.
Pihak desa, kata dia, telah meminta pengurus dan menyampaikan pada karyawan untuk membuat surat pengunduran diri secara resmi. Selanjutnya, pengurus bersama pengawas koperasi melakukan proses pengangkatan pengganti.
Di samping itu, meski telah diluncurkan beberapa waktu lalu, hingga kini KDKMP Desa Sambongdukuh masih belum beroperasi. Saat ini pengurus masih menunggu kesiapan distribusi barang dan arahan dari PT Agrinas (Agro Industri Nasional). ’’Kemarin setelah launching sudah ada bimtek dari PT Agrinas untuk seluruh karyawan,’’ katanya.
Selain itu, berbagai kebutuhan gerai dan komoditas juga masih dalam tahap pendataan. Karena itu, koperasi belum bisa dibuka untuk pelayanan masyarakat. ’’Masih persiapan kelengkapan barang-barang yang akan didistribusikan dan kesiapan seluruh karyawan,’’ tambahnya.
Roziqin juga mengaku belum mengetahui secara pasti kapan KDKMP di desanya mulai beroperasi.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di KDKMP Desa Mojongapit. Hingga kini dilaporkan tidak ada karyawan yang mengundurkan diri. Meski sebelumnya dikabarikan sejumlah karyawan dilaporkan akan mengundurkan diri.
Kepala Desa Mojongapit Muhammad Iskandar Arif memastikan seluruh karyawan di KDKMP Mojongapit masih aktif dan setiap hari tetap datang ke kantor koperasi. “Karyawan di desa kami tidak ada yang mundur. Mereka setiap hari ada di KDKMP,’’ tambahnya.
Namun demikian, ia mengakui koperasi juga belum mulai beroperasi karena masih menunggu kebijakan pusat. Akan tetapi, secara kesiapan pengurus dan karyawan sebenarnya sudah siap menjalankan operasional koperasi. ’’Sebenarnya kami dari KDKMP Desa Mojongapit sudah siap,’’ ujarnya.
Dijelaskan, belum beroperasinya KDKMP Mojongapit, karena masih menunggu kepastian harga barang dan administrasi dari PT Agrinas agar seluruh koperasi memiliki standar harga yang sama. ’’Karena dari pusat biar merata dan harga koperasi sama,’’ jelasnya.
Selain itu, sejumlah barang kebutuhan juga belum lengkap. Di antaranya distribusi gas elpiji yang hingga kini belum tersedia.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang Hari Purnomo mengaku belum menerima laporan terkait adanya pengunduran diri karyawan KDKMP. Disinggung terkait prosedur penggantian karyawan yang mengundurkan diri, Hari menyebut hal tersebut menjadi kewenangan PT Agrinas. ’Dinas Koperasi tidak ada petunjuk dari Kemenkop terkait teknis itu,’’ pungkasnya.
Penulis: Syailendra
Editor: Hari Tri Wasono





