Bacaini.ID, TRENGGALEK – Kondisi sulit tengah dialami peternak ayam petelur di Kabupaten Trenggalek. Di saat harga pakan ternak terus naik pasca Lebaran, harga jual telur justru mengalami penurunan. Situasi tersebut membuat keuntungan peternak semakin menipis.
Defi Sugiarto, peternak ayam petelur asal Desa Ngulankulon, Kecamatan Pogalan, mengaku harus memutar otak agar usaha yang dirintis sejak 2012 tetap bertahan. “Kalau harga telur sekarang turun, sedangkan pakan malah naik. Jadi keuntungan yang didapat peternak semakin sedikit,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Saat ini harga telur di tingkat peternak berada di angka Rp24 ribu per kilogram, turun dibanding harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp25 ribu hingga Rp27 ribu per kilogram.
Sementara biaya produksi justru meningkat akibat kenaikan harga pakan ayam. Defi mengatakan harga pakan standar ayam petelur setelah Lebaran mengalami kenaikan dari Rp345 ribu menjadi Rp368 ribu per sak ukuran 50 kilogram.
Meski kondisi pasar kurang menguntungkan, Defi mengaku tetap mempertahankan kualitas pakan demi menjaga produktivitas ayam petelurnya. Ia tidak berani mengurangi takaran pakan karena dikhawatirkan mempengaruhi kualitas dan jumlah produksi telur.
“Kalau pakan dikurangi nanti pengaruh ke hasil telurnya. Jadi mau tidak mau tetap dikasih sesuai kebutuhan,” katanya.
Saat ini Defi memelihara sekitar 800 ekor ayam petelur. Dari jumlah tersebut, setiap hari ia mampu menghasilkan sekitar 40 kilogram telur yang kemudian dipasarkan ke sejumlah toko dan pertokoan di wilayah Trenggalek.
Menurutnya, permintaan telur saat ini justru mengalami peningkatan. Namun kondisi tersebut belum mampu menutup tingginya biaya produksi yang harus dikeluarkan peternak setiap hari.
Untuk memenuhi kebutuhan pakan, setiap 100 ekor ayam membutuhkan sekitar 11 kilogram pakan per hari. Sementara ayam petelur mulai memasuki masa produktif sejak usia lima bulan dan mampu bertahan hingga usia sekitar dua tahun.
Meski dihadapkan pada kondisi harga yang tidak stabil, Defi memilih tetap bertahan menjalankan usahanya. Ia berharap harga telur kembali membaik agar peternak kecil tetap bisa menjaga keberlangsungan usaha di tengah naiknya biaya produksi ternak.
Penulis: Aby Kurniawan
Editor: Hari Tri Wasono





