• Login
Bacaini.id
Tuesday, August 25, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pati Punya Sejarah Panjang Perlawanan, dari Pragola hingga Syekh Mutamakkin

Pati memiliki tradisi perlawanan panjang yang berkembang dari perang melawan Mataram hingga perlawanan kultural dan intelektual-spiritual

ditulis oleh Solichan Arif
25 August 2026 15:00
Durasi baca: 4 menit
Sejarah perlawanan rakyat Pati dan tokoh-tokohnya

Sejarah Pati mencatat sejumlah tokoh yang menjadi simbol perlawanan terhadap kekuasaan dari masa ke masa (foto ilustrasi)

Reporter: Solichan Arif | Editor: Editor

Bacaini.ID, JAKARTA – Pati kembali jadi perhatian nasional. Sejumlah warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mendapat berbagai serangan dalam aksi memperjuangkan pengesahan RUU Perampasan Aset koruptor di Jakarta. Rakyat Pati diketahui memiliki sejarah perlawanan fisik dan kultural yang panjang, dan itu yang membuat mereka tidak mudah dipatahkan.

Baca Juga: Rekening Aktivis Pati Rp80,9 Juta Diblokir, Bank Mandiri: Ada Permintaan Aparat

Pemblokiran rekening donasi secara sepihak oleh pihak bank atas perintah APH tidak menyurutkan gerakan perjuangan yang dipimpin oleh Supriyanto alias Botok dan Teguh Istiyanto. Begitu juga dengan upaya penangkapan terhadap Botok, pelemparan batu pada kendaraan, hingga munculnya massa tandingan, tidak membuat AMPB menyerah.

Teguh Istiyanto di berbagai platform media sosial menilai sumber permasalahan dan kegaduhan dalam masalah ini adalah DPR RI. Jika DPR RI memang wakil rakyat, tentu RUU Perampasan Aset koruptor akan disahkan sebelum 27 Agustus 2026, sehingga tidak terjadi aksi yang rencananya bakal digelar besar-besaran di Jakarta.

“Namun entah mereka mewakili siapa,” kata Teguh Istiyanto.

Baca Juga: Misteri Pemblokiran Rekening Bank Mandiri, Siapa Bermain?

Berikut sejarah panjang perlawanan rakyat Pati beserta tokoh-tokohnya, mulai perlawanan militer-politik, perlawanan kultural serta perlawanan intelektual-spiritual.

Adipati Pragola I, Akar Perlawanan Pati

Ini merupakan perlawanan Pati teradap Mataram yang sekaligus menjadi akar tradisi perlawanan rakyat Pati. Pada sekitar tahun 1600, Adipati Pragola mengerahkan pasukan Pati menuju Kerajaan Mataram di masa pemerintahan Panembahan Senopati.

Konflik dipicu perebutan pengaruh di wilayah utara Pegunungan Kendeng yang secara geografis lebih dekat dengan Pati. Rakyat Pati yang dipimpin Adipati Pragola menolak dan melawan ketika kawasan tersebut hendak dikangkangi oleh Mataram.

Adipati Pragola II dan Perang Pati 1627

Menjadi simbol perlawanan politik Pati yang terkuat dan sekaligus penerus Pragola I. Pada tahun 1627 pecah Perang Pati, di mana rakyat Pati dengan gagah berani melawan kerajaan Mataram yang dipimpin oleh Sultan Agung.

Pragola II merupakan adik ipar Sultan Agung. Istrinya, Raden Ajeng Tulak atau Ratu Mas Sekar merupakan saudara kandung Sultan Agung. Kendati demikian hubungan keluarga tersebut tidak mempengaruhi kepentingan politik kekuasaan.

Diceritakan pasukan Mataram menyerbu Pati. Pragola II gugur dalam peperangan dan Pati kemudian berada di bawah kendali kekuasaan Mataram. Sejak peristiwa perang militer tersebut, bentuk perlawanan rakyat Pati berubah menjadi perlawanan kultural.

Perlawanan datang dari tokoh masyarakat, ulama, cerita rakyat dan budaya. Menggantikan perang yang sebelumnya berlangsung terbuka.

Saridin atau Syekh Jangkung, Simbol Wong Cilik Pati

Tokoh ini sangat populer di masyarakat Pati yang kemunculannya dikemas dalam cerita rakyat. Sosoknya digambarkan lugu, berani, kritis dan sering berhadapan dengan aturan atau otoritas yang dianggap tidak masuk akal dan tidak berpihak pada rakyat.

Meski sumber literasinya lebih banyak berbasis cerita tutur (folklore), Saridin menjadi simbol perlawanan wong cilik di Pati terhadap kekuasaan dan kemapanan yang sewenang-wenang. Menjadi tokoh legendaris Pati dalam tradisi tutur.

Syekh Ahmad Mutamakkin dan Perlawanan Intelektual-Spiritual

Perlawanan yang diperlihatkan tertuju pada otoritas keagamaan. Syekh Ahmad Mutamakkin atau Kiai Cebolek merupakan ulama yang sangat berpengaruh di kawasan Pati. Namanya dikenal melalui Serat Cebolek yang berkisah tentang pemikiran dan praktik keagamaannya yang kontroversial.

Baca Juga: Cerita Anjing Syekh Mutamakkin yang Bikin Gempar Tuban

Pada sekitar abad 17 dan 18 Mutamakkin berhadapan dengan para ulama yang menilai praktik keagamaannya menyimpang. Persoalan tersebut akhirnya sampai ke lingkungan Keraton Kartasura. Di Pati Syekh Mutamakkin menjadi simbol atau figur perlawanan intelektual-spiritual.

Begitulah rekam jejak tradisi perlawanan dari para leluhur di Pati, dan karenanya wajar jika nilai-nilai itu terus hidup
sampai sekarang. Bagaimana dengan tradisi perlawanan di daerah lain, terutama di Mataraman? (sa/edt)

Google News Lihat Berita Bacaini.id di Google News
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: AMPBbotokpatiperlawananRUU perampasan asetSEJARAH
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Sejarah perlawanan rakyat Pati dan tokoh-tokohnya

Pati Punya Sejarah Panjang Perlawanan, dari Pragola hingga Syekh Mutamakkin

Telur ayam dan cara menyimpannya agar aman dari Salmonella

Telur Ayam Murah Melimpah, Waspadai Bahaya Salmonella dan Begini Cara Menyimpannya

Ferrari Luce Chassis 0 mobil listrik pertama Ferrari

Ferrari Luce Terjual Rp650 Miliar, Mobil Listrik Termahal di Lelang

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In