Poin Penting:
- Ferrari Luce Chassis 0 terjual US$40 juta atau sekitar Rp650 miliar, jauh melampaui estimasi awal US$1,1 juta dan mencetak rekor baru mobil baru termahal yang pernah terjual di lelang modern
- Hasil penjualan didedikasikan sepenuhnya untuk The Ferrari Foundation guna mendukung berbagai program pendidikan, dengan RM Sotheby’s membebaskan biaya komisi pembeli
- Ferrari Luce merupakan prototipe mobil listrik pertama Ferrari, dikembangkan dengan teknologi empat motor listrik, tenaga lebih dari 1.000 hp, serta kolaborasi desain bersama LoveFrom milik Sir Jony Ive
Bacaini.ID, KEDIRI – Ferrari Luce, mobil listrik pertama prototipe ‘Chassis 0’ buatan Ferrari, pabrik mobil sport legendaris Italia, terjual US$40 juta atau sekitar Rp650 miliar dalam acara lelang amal eksklusif yang digelar RM Sotheby’s di Monterey Car Week, California, 16 Agustus lalu.
Harga beli yang fantastis tersebut mencetak rekor sejarah baru. Melampaui estimasi awal rumah lelang yang sebelumnya mematok harga di angka US$1,1 juta. Penjualan ini mengantarkan Ferrari Luce sebagai mobil baru termahal yang pernah terjual di balai lelang sepanjang sejarah modern. Juga sekaligus mematahkan rekor yang dipegang model eksklusif Ferrari Daytona SP3.
Peluncuran perdana proyek mobil listrik pertama Ferrari pada awal tahun sempat menuai perdebatan sengit di kalangan purist, penggemar fanatik, hingga investor global. Banyak yang mempertanyakan, apakah keputusan memproduksi kendaraan bertenaga baterai murni berkonfigurasi empat pintu akan mencederai DNA murni dan warisan sejarah mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ ICE) yang telah dibangun puluhan tahun.
Namun, angka penutupan lelang yang menyentuh US$40 juta ini secara telak membungkam segala skeptisisme tersebut. Seluruh hasil penjualan yang masif ini didedikasikan sepenuhnya untuk amal, di mana pihak RM Sotheby’s secara khusus membebaskan seluruh biaya komisi pembeli. Seluruh dana diserahkan langsung kepada The Ferrari Foundation untuk mendukung berbagai program inisiatif pendidikan tingkat lanjut.
Penawaran pemenang dipimpin oleh investor terkemuka sekaligus filantropis, Dr. Herbert Wertheim, yang berhasil mengamankan hak kepemilikan eksklusif untuk model prototipe pertama (Chassis 0) dari lini kendaraan listrik revolusioner ini.
Kolaborasi Ferrari dan Mantan Desainer Apple
Salah satu daya tarik terbesar dari Ferrari Luce terletak pada filosofi desain eksterior dan interiornya yang sangat radikal namun tetap mempertahankan garis keturunan estetika khas Italia. Ferrari menggandeng LoveFrom, studio desain kenamaan yang didirikan oleh Sir Jony Ive, mantan kepala desain utama Apple yang terkenal dengan pendekatan minimalis, fungsional, dan elegan.
Unit ‘Chassis 0’ yang dilelang hadir dengan balutan warna cat khusus bernama Madreperla Semi-Gloss. Cat mutiara berteknologi tinggi ini memiliki kemampuan optik dinamis yang dapat memantulkan gradasi warna unik dari hijau zamrud hingga ungu tua, tergantung pada sudut pandang dan intensitas cahaya matahari di sekitarnya.
Sebagai langkah perdana di ranah kendaraan listrik, electric vehicle (EV), Ferrari tidak setengah-setengah dalam membenamkan teknologi teknik mesin tercanggih mereka. Ferrari Luce dirancang di atas platform arsitektur EV modular baru yang sangat kaku namun ringan, memadukan material serat karbon kelas dirgantara dan paduan aluminium canggih.
Ferrari Luce ditenagai oleh konfigurasi empat motor listrik independen (quad-motor setup) yang dikembangkan langsung dari divisi balap Scuderia Ferrari. Sistem ini mampu menghasilkan total tenaga kumulatif yang menembus angka 1.000 tenaga kuda (hp) lebih.
- Akselerasi 0-100 km/jam: Dicapai dalam waktu kurang dari 2,0 detik, menjadikannya salah satu mobil dengan percepatan tercepat di dunia
- Kecepatan Maksimal (Top Speed): Dibatasi secara elektronik pada kecepatan 350 km/jam untuk menjaga stabilitas aerodinamika tingkat tinggi
- Torsi Instan: Pengaturan vektor torsi (torque vectoring) presisi mikro pada masing-masing roda memberikan traksi optimal di tikungan tajam sirkuit maupun jalan raya
Penyimpanan energi menggunakan paket baterai solid-state generasi baru berkapasitas 110 kWh yang ditempatkan secara strategis di lantai kendaraan untuk menciptakan titik pusat gravitasi yang sangat rendah.
Mobil ini juga didukung oleh teknologi pengisian cepat (Ultra-Fast Charging). Mendukung arsitektur kelistrikan 900-volt yang memungkinkan pengisian daya dari 10% hingga 80% hanya dalam waktu 15 menit menggunakan stasiun pengisian arus searah (DC) berkecepatan tinggi.
Selain itu, pada sistem pendinginnya, mengadopsi teknologi pendinginan fluida dielektrik canggih yang diturunkan langsung dari mobil balap Formula 1 untuk menjaga temperatur inti sel baterai tetap stabil saat berkendara dalam mode performa tinggi berkelanjutan.
Aerodinamika Aktif dan Interior Minimalis
Sektor aerodinamika Ferrari Luce menggunakan sistem sayap dan diffuser aktif yang dikontrol secara real-time oleh komputer pintar. Ketika mobil melaju di kecepatan tinggi di atas 200 km/jam, flap aerodinamis terbuka otomatis untuk menciptakan downforce masif tanpa mengorbankan hambatan angin.
Konsep desain interior mencerminkan kolaborasi bersama LoveFrom. Kabin berkonfigurasi lima penumpang dengan empat pintu ini meninggalkan tombol fisik konvensional. Sebagai gantinya, pengemudi disajikan panel instrumen holografik transparan dan material interior berkelanjutan yang ramah lingkungan namun tetap memancarkan kemewahan tingkat tinggi khas kulit Italia.
Keberhasilan penjualan Ferrari Luce senilai US$40 juta di Monterey Car Week, menjadi pernyataan tegas bahwa pasar kendaraan mewah global menyambut hangat era elektrifikasi, asalkan pabrikan mampu mempertahankan nilai eksklusivitas, inovasi performa tanpa kompromi, dan seni desain yang mendalam. (bl/sa)




