• Login
Bacaini.id
Tuesday, May 26, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Idul Adha, Momen Ketika Cinta Harus Dikorbankan

ditulis oleh Redaksi
6 June 2025 11:37
Durasi baca: 2 menit
Danny Wibisono

Danny Wibisono

Langit pagi Idul Adha menyimpan keheningan berbeda. Takbir mengalun lembut, menyentuh sanubari, dan membawa kita kembali pada sebuah kisah yang tak lekang oleh waktu, yakni kisah Nabi Ibrahim dan Ismail.

Ini bukan sekadar kisah penyembelihan, tapi kisah tentang melepaskan yang paling dicintai demi yang Maha Dicintai.

Di Hari Raya ini, kita diajak untuk merenungi satu kebenaran agung: Allah adalah pemilik segalanya. Apa pun yang kita miliki; anak, pasangan, jabatan, kecantikan, harta, bukan benar-benar milik kita. Kita hanya penjaga sementara atas titipan-Nya.

Dan karena itu, Allah akan menguji kita melalui apa yang paling kita genggam erat. Sebab Allah tidak ingin cinta kita terbagi. Jika ada sesuatu yang lebih kita cintai dari-Nya, maka ujian akan datang dari sana. Dan seringkali ujian paling berat datang dari apa yang paling kita perjuangkan dan kita takut kehilangan.

Idul Adha juga menyadarkan kita bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Kecintaanmu pada dirimu akan selesai saat nyawamu dicabut. Ketampanan dan kecantikan yang kamu banggakan akan terkikis usia. Hartamu bisa hanyut dalam bencana, dicuri orang lain, atau kamu tinggal saat mati. Pasangan yang kamu cinta bisa Allah ambil lewat kematian, atau diambil orang lain jika memang bukan jodohmu.

Demikian juga anak-anakmu yang kamu peluk dengan kasih suatu hari akan menikah, pergi, dan menjadi milik orang lain. Pangkat dan kedudukanmu akan hilang begitu saja karena pensiun, rotasi, atau digantikan oleh generasi setelahmu.

Semuanya… sementara.

Maka dari itu, Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan. Ini tentang menyembelih ego, nafsu dunia, cinta yang berlebihan pada makhluk. Ia mengajarkan bahwa mencintailah sewajarnya, karena cinta terbesar hanyalah kepada Allah.

Pengorbanan terbesar manusia bukanlah daging atau darah, melainkan hatinya.

Hati yang bersedia melepaskan dunia untuk meraih akhirat. Hati yang berani menempatkan Allah di atas segalanya. Seperti Ibrahim, yang rela melepaskan Ismail bukan karena tak cinta, tetapi karena lebih cinta kepada perintah Tuhan.

Jadi saat kita menyaksikan hewan kurban rebah di tanah, jangan hanya melihat darah yang mengalir. Lihatlah ke dalam diri, adakah yang sudah kita relakan demi Allah? Ataukah kita masih menggenggam dunia dengan tangan yang terlalu erat?

Idul Adha adalah panggilan untuk ikhlas. Untuk rela. Untuk berserah. Karena pada akhirnya, yang kekal hanyalah cinta kepada-Nya.

Penulis: Danny Wibisono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: idul adha
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Paus Leo menyampaikan pengakuan dan permintaan maaf Vatikan atas keterlibatan historis Gereja Katolik dalam praktik perbudakan

Paus Leo Minta Maaf atas Perbudakan, Vatikan Akui Keterlibatan Historis Gereja Katolik

Sutopo bersama kuasa hukumnya, Faris Trihatmoyo. Bacaini/Syailendra

Ajudan Bupati Jombang dan Oknum PNS Dilaporkan Memeras dan Sekap Warga

Komarudin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Trenggalek Lewat PAW

  • Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menjelaskan skema dana hibah KONI Kota Blitar

    Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samanhudi Anwar Akan Mundur Saat Pelantikan Ketua KONI Kota Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Teror Pocong Masuk Jawa Timur, Mengingatkan Publik pada Ninja hingga Kolor Ijo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In