Poin Penting:
- Petugas Lapas Blitar menggagalkan penyelundupan 624 pil dobel L yang disembunyikan pembesuk perempuan dalam kemaluan
- Pelaku mengaku menjalankan aksi atas permintaan pacarnya yang merupakan warga binaan kasus narkoba dengan imbalan Rp1,5 juta
- Lapas memperketat pengawasan kunjungan setelah menemukan modus baru penyelundupan
Bacaini.ID, BLITAR – Penyelundupan 624 pil koplo dobel L ke Lapas Kelas IIB Blitar terbongkar setelah petugas curiga pada cara berjalan seorang pembesuk perempuan yang terlihat tidak wajar. Pil tersebut disembunyikan dalam kondom dan dimasukkan kemaluan untuk diedarkan di dalam lapas.
BACA JUGA: Penyelundupan 624 Pil Koplo di Lapas Blitar Terbongkar Lewat Kemaluan
“Cara jalannya agak mencurigakan. Kok aneh. Kemudian kami memerintahkan petugas, coba digeledah sesuai SOP. Peristiwanya terjadi pada Kamis 18 Juni,” ujar Kalapas Kelas IIB Blitar Iswandi saat live di sebuah stasiun radio Senin malam (22/6/2026).
Pelaku penyelundupan berinisial DR warga Kota Blitar. Yang bersangkutan hendak membesuk kekasihnya, warga binaan lapas Blitar dengan perkara narkoba. Menurut Iswandi, cara berjalan pelaku telah menarik perhatian petugas lapas, karena terlihat aneh.
“Cara jalannya seperti ngganjel, kata petugas di sini,” ungkapnya.
Saat digeledah di ruang khusus, petugas mendapati sesuatu yang menonjol di sekitar area vital pelaku. Saat digeledah lebih jauh, sesuatu tersebut ternyata sebuah kondom, yang ketika ditarik ke luar dari kemaluannya isinya ratusan pil koplo.
“Kita langsung memanggil petugas Polres Blitar Kota untuk mengecek bersama-sama, dan jumlahnya 624 butir,” terang Iswandi.
BACA JUGA: Napi Korupsi di Lapas Blitar Dipungli Rp60 juta untuk Kamar Tamping
Dalam pemeriksaan terungkap, aksi penyelundupan ke dalam lapas atas permintaan pacar DR, dengan iming-iming imbalan uang Rp1,5 juta. Pil koplo rencananya diedarkan di dalam lapas, dijual Rp50 ribu setiap dua butirnya.
Dalam kasus ini pelaku DR langsung ditahan. Sedangkan pacarnya ditahan terpisah dari warga binaan lain, untuk dilakukan pendalaman. Menurut Iswandi, modus penyelundupan lewat kemaluan ini tergolong modus baru.
Dengan adanya kasus ini pihak Lapas Kelas IIB Blitar semakin memperketat pengawasan kunjungan (besuk) yang berlangsung setiap hari Selasa dan Kamis, atau dua kali dalam seminggu.
“Karena yang terjadi sebelumnya modusnya pelemparan dari luar, di mana kita hanya mengamankan barang buktinya,” pungkasnya.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Solichan Arif
BACA JUGA: Duduk Persoalan Ancaman PHK 2.500 Buruh PT Pakerin Mojokerto dan artikel lainnya di Rubrik BACAGAYA




