• Login
Bacaini.id
Sunday, May 31, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ledakan Ikan Sapu-sapu Sibukkan Jakarta

Jakarta darurat ikan sapu-sapu, ribuan ikan invasif dijaring dari sungai hingga ancam ekosistem dan struktur tebing kota

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
11 April 2026 19:49
Durasi baca: 3 menit
Ikan sapu-sapu sebagai spesies invasif di ekosistem sungai Jakarta

Populasi ikan sapu-sapu yang tak terkendali menjadi perhatian serius di Jakarta (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Ledakan populasi ikan sapu-sapu membuat Jakarta dalam kondisi darurat lingkungan. Penangkapan massal oleh petugas PPSU dan dinas terkait di sejumlah aliran sungai, termasuk kawasan Bundaran HI dan Menteng, menunjukkan betapa seriusnya ancaman spesies invasif ini terhadap ekosistem kota.

Baca Juga:

  • Lagi Tren Climate Diet Gaya Hidup Ramah Lingkungan, Apa Itu?

Pada Jumat (10/4) petugas PPSU dan dinas terkait dilaporkan berhasil menjaring sekitar enam karung besar ikan sapu-sapu khususnya di kawasan Bundaran HI dan Menteng. Pemandangan itu menarik perhatian warga dan viral di media sosial.

Ledakan populasi ikan sapu-sapu juga menjadi ancaman serius bagi ekosistem sungai. Sebab selama ini dikenal sebagai spesies invasif yang tidak memiliki predator alami di sungai.

Populasi masif berpotensi merusak tebing sungai karena sarangnya. Selain itu tabiatnya yang gemar memakan telur ikan lokal mengancam kelangsungan hidup ikan lain. Kesadaran warga akan bahaya mengonsumsi ikan sapu-sapu juga turut andil membuat populasi tidak terkendali.

Ikan sapu-sapu diketahui bukan sekedar ‘pembersih kaca’, tapi juga memiliki keunggulan dalam hal tertentu yang bisa berdampak positif maupun negatif. Berikut beberapa fakta sains ikan sapu-sapu:

Fakta Sains Ikan Sapu-sapu yang Jarang Diketahui

Ikan sapu-sapu tidak hanya mengandalkan insang untuk bernapas. Mereka memiliki kemampuan unik bernama facultative air-breathing. Ikan ini dapat menelan udara ke dalam usus mereka yang akan pembuluh darah untuk menyerap oksigen.

Saat kadar oksigen di air sangat rendah, ikan sapu-sapu akan berenang ke permukaan dan ‘menelan’ udara atmosfer. Inilah yang membuat ikan sapu-sapu dapat bertahan hidup di air tercemar, berlumpur bahkan beracun.

Saat ikan sapu-sapu menggunakan ususnya untuk ‘bernapas’, secara otomatis sistem pencernaan mereka akan melambat karena usus lebih fokus menjadi organ pernapasan.

Daging Tinggi Protein Tapi Berbahaya Dikonsumsi

Secara biologis, daging ikan sapu-sapu mengandung protein yang cukup tinggi. Namun, ada beberapa alasan medis dan lingkungan mengapa ikan ini tidak boleh dimakan meskipun tidak ada larangan resmi.

Ikan sapu-sapu yang hidup di sungai-sungai kota besar, sangat berbahaya untuk dimakan. Ikan sapu-sapu merupakan bottom feeder atau pemakan dasar yang menghisap sedimen atau lumpur di dasar sungai.

Sungai yang tercemar, merupakan tempat endapan logam berat berbahaya. Karena ikan ini bisa hidup puluhan tahun, logam-logam berat menumpuk di dagingnya.

Selain itu habitat yang kotor dan penuh limbah domestik, membuat ikan sapu-sapu juga banyak yang mengandung bakteri E. Coli dan Salmonella, penyebab diare dan tipus.

Tukang Gali yang Bisa Rusak Tebing Sungai

Kulit ikan sapu-sapu keras dan kasar. Secara ilmiah, ini merupakan modifikasi dari sisik yang disebut scutes. Lapisan ini mirip lempengan tulang atau armor yang melindungi mereka dari gigitan predator. 

Kulit kerasnya ini menjadi kunci kekuatannya menggali lubang sarang hingga satu sampai dua meter panjangnya. Ikan sapu-sapu menggali tebing sungai untuk sarang reproduksi. Ikan jantan menggali lubang secara horisontal untuk ikan betina yang akan bertelur.

Lubang-lubang galian ikan ini lah yang membuat struktur tanah tepian sungai menjadi rapuh dan dapat memicu longsor atau kerusakan pada tanggul beton.

Beberapa penelitian dan proyek wirausaha, memanfaatkan potensi kulit ikan sapu-sapu yang keras dan bertekstur ini untuk diolah menjadi produk aksesoris seperti dompet, gantungan kunci, tali jam tangan dan lainnya. Sementara dagingnya diekstrak untuk pakan ternak.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: Bacaini idikan sapu-sapujakartalingkungan hiduppopulasi
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Petis khas Jawa Timur dalam wadah tradisional yang menjadi bumbu legendaris sejak era Majapahit

Sejarah Petis Jawa Timur, Bumbu Warisan Majapahit Sejak Abad ke-10

Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

Latihan squat untuk menjaga kesehatan otot bokong atau glutes

Otot Bokong Ternyata Pengaruhi Umur Panjang, Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In