• Login
Bacaini.id
Monday, May 25, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Lagi Tren Climate Diet Gaya Hidup Ramah Lingkungan, Apa Itu?

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
24 May 2025 09:00
Durasi baca: 3 menit
Lagi Tren Climate Diet Gaya Hidup Ramah Lingkungan, Apa Itu? (foto ilustrasi/freepik)

Lagi Tren Climate Diet Gaya Hidup Ramah Lingkungan, Apa Itu? (foto ilustrasi/freepik)

Bacaini.ID, KEDIRI – Kebutuhan manusia pada makanan ternyata menyumbang sekitar sepertiga dari emisi gas rumah kaca dunia.

Ini terjadi dari proses manusia mendapatkan makanan, keperluan menanam, mengolah, distribusi, dan termasuk sampah yang dihasilkan.

Setiap proses menghasilkan gas rumah kaca yang memerangkap panas matahari dan berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Paul Greenberg mencetuskan ide The Climate Diet yang mengajarkan cara agar seseorang melakukan diet mengurangi jejak karbon pribadi dengan makan yang ramah lingkungan.

Berikut adalah tentang apa saja yang termasuk dalam praktik climate diet atau diet iklim:

Kurangi konsumsi daging

Peternakan hewan, khususnya daging merah dan susu berkontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca.

Mengurangi atau menghilangkan makanan ini dapat berdampak besar pada jejak karbon yang ditinggalkan manusia.

Prioritaskan makanan berbasis nabati 

Menambahkan lebih banyak protein, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

Selain lebih ramah lingkungan juga dapat meningkatkan kualitas pola makan.

Pilih makanan musiman dan lokal

Memilih makanan yang sedang musim dan bersumber secara lokal meminimalkan kebutuhan transportasi dan penyimpanan, sehingga mengurangi konsumsi energi dan emisi.

Kurangi sampah makanan

Merencanakan menu, menyimpan makanan dengan benar, dan memanfaatkan sisa makanan dapat membantu meminimalkan sampah makanan yang berkontribusi terhadap emisi metana.

Kurangi konsumsi makanan olahan

Makanan olahan sering kali dikemas secara berlebihan dan memerlukan lebih banyak energi untuk diproduksi.

Jadi mengurangi konsumsi makanan olahan dan lebih memilih raw food, makanan alami, dapat membantu mengurangi dampaknya pada lingkungan.

Manfaat pola makan ramah iklim tidak hanya untuk kesehatan bumi, namun juga kesehatan manusia sendiri dan dampak sosial yang positif.

Mengurangi jejak karbon

Pilihan makanan yang lebih berkelanjutan dapat mengurangi kontribusi tiap individu terhadap perubahan iklim secara signifikan.

Meningkatkan kesehatan

Pola makan nabati sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker tertentu.

Mendukung petani lokal

Memilih makanan yang bersumber secara lokal membantu mendukung ekonomi lokal dan mengurangi emisi transportasi.

Meningkatkan ketahanan pangan

Mengurangi konsumsi daging dapat membebaskan lahan dan sumber daya untuk menanam tanaman lain.

Selain itu memaksimalkan bahan pangan lokal dapat memperkuat ketahanan pangan.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: climate dietdietdiet iklimgaya hiduplingkunganramah lingkungan
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi teror pocong viral di Jawa Timur yang mengingatkan pada kasus ninja dan kolor ijo

Teror Pocong Masuk Jawa Timur, Mengingatkan Publik pada Ninja hingga Kolor Ijo

Ilustrasi teror pocong. Foto: bacaini by AI

Teror Pocong, Hoaks yang Menjadi Modus Kriminal

Kepiting berjalan menyamping di pasir pantai sebagai hasil evolusi sejak Periode Jura Awal

Terjawab Mengapa Kepiting Berjalan Menyamping

  • Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menjelaskan skema dana hibah KONI Kota Blitar

    Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In