Bacaini.ID, JOMBANG – Bisnis ekspor impor di Indonesia mulai terdampak perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat, terutama perusahaan dengan pasar penjualan Amerika Serikat.
Baca Juga:
Di Kabupaten Jombang Jawa Timur, imbas perang menyebabkan sejumlah perusahaan ekspor impor mulai mengurangi tenaga kerja (PHK) dan juga mencari pasar lain yang tidak terdampak langsung.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jombang Isawan Nanang Risdiyanto. Dikatakan sejumlah perusahaan mengalami penurunan omzet yang membuat tidak mampu membayar karyawan.
Salah satunya PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) yang bergerak dibidang pengolahan kayu. “Ada 237 karyawan, 235 sudah proses perjanjian bersama,” ujar Isawan Nanang Risdiyanto Kamis (9/4/2026).
Gelombang PHK sendiri diketahui sudah berlangsung sejak November 2025, dengan jumlah pekerja terdampak 104 orang. Kemudian gelombang kedua mencakup 237 pekerja.
Kondisi yang ada diperparah dengan adanya perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat. Dari jumlah pekerja yang di PHK tersebut, Nanang menyebut sebagian besar sepakat dan menandatangani perjanjian bersama (PB) dengan perusahaan.
”Hingga saat ini sekitar 235 pekerja telah menandatangani kesepakatan tersebut, dua masih mediasi,” terangnya.
Sementara PT Aksha Karunia Mill di Grobokan Kecamatan Mojowarno Jombang menegaskan tetap bertahan tanpa melakukan PHK.
Usaha pengolahan kayu itu mencoba berekspansi ke pasar internasional lain guna menjaga stabilitas operasional.
Ana Damaiwati, HRD Manager PT Aksha Karunia Mill mengungkapkan manajemen tengah berupaya keras memperluas jangkauan pasar ke negara-negara potensial.
Perusahaan juga aktif melakukan perbaikan internal pada aspek mesin, lingkungan, serta pengembangan tenaga kerja demi efisiensi yang lebih baik.
“Kami berupaya mencari pasar dagang selain Amerika Serikat, seperti Jepang, Korea Selatan, hingga India untuk memastikan keberlangsungan bisnis,” ujar Ana.
Penulis: Syailendra
Editor: Solichan Arif





