Bacaini.ID, BLITAR – Nama Gus Tamim mencuat sebagai salah satu kandidat terkuat dalam bursa Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar periode 2026-2031. Dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar Sabtu (28/3/2026), gestur dan kedekatannya dengan elite partai memunculkan spekulasi bahwa posisi ini bisa menjadi batu loncatan menuju Pilkada Blitar mendatang.
Baca Juga:
Kecuali Nasa Barcelona Marheinis, gestur masing-masing nama yang disebut dalam hasil Musyawarah Cabang (Muscab) sebagai calon Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar 2026-2031 terbaca jelas di ruangan Muscab.
Ada yang ekspresif penuh semangat. Ada yang tetap kalem. Berikut pantauan Bacaini.id di ruangan Muscab PKB Kabupaten Blitar Sabtu 28 Maret 2026 yang dimulai dari Ahmad Tamim atau Gus Tamim yang diumumkan sebagai salah satu dari 5 kandidat ketua DPC.
Duduk di kursi deretan depan persis di muka panggung acara Muscab yang tergelar megah, posisi Gus Tamim tidak pernah jauh dari Thoriqul Haq atau Cak Thoriq Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur. Pimpinan PKB Jawa Timur yang juga mantan Bupati Lumajang itu terus ‘ditempelnya’.
Saat Cak Thoriq tiba di lokasi acara, ia juga yang menyambut dan membersamai masuk ke dalam ruangan acara Muscab. Melihat gestur dan caranya berkomunikasi, politisi yang memiliki gaya bicara yang luwes dan sekaligus deklamatis itu terlihat akrab.
Di ruangan Muscab PKB Kabupaten Blitar itu, Gus Tamim juga terlihat paling aktif mengajak dan diajak foto bersama. Salah satunya dengan Imam Maliki Ketua GP Ansor NU Kabupaten Blitar dan sejumlah kader PKB Blitar.
Baca Juga:
- Sudah Cukup Dalih Mak Rini Tak Mencalonkan di Muscab PKB Blitar
- PKB Blitar Butuh Nahkoda yang Cakap Ngaji dan Ngopi
Gus Tamim merupakan anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKB. Ia seorang politisi yang berlatar belakang pesantren yang sebelumnya pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Blitar. Jabatan Ketua GP Ansor NU Kabupaten Blitar juga pernah diembannya.
Nama Gus Tamim pernah muncul sebagai bakal calon di Pilkada Kabupaten Blitar 2024 dan itu diseriusi dengan gerakan konsolidasi. Namun entah apa yang terjadi, namanya kemudian lenyap dan PKB tetap mengusung Rini Syarifah atau Mak Rini.
Spekulasi yang berkembang, jabatan Ketua DPC PKB 2026-2031 akan menjadi tiket maju ke Pilkada Kabupaten Blitar mendatang. Mewujudkan ambisi politik yang tertunda di Pilkada 2024.
Terkait pencalonannya sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar Gus Tamim mengatakan sebagai kader dirinya tidak boleh menolak amanah demi kemaslahatan umat. “Sebagai kader tidak boleh menolak amanah. Harus siap menerima tugas dari partai demi kemaslahatan umat,” katanya.
Nama berikutnya yang terpilih dalam Muscab sebagai calon ketua DPC 2026-2031 adalah Moh Rifai yang saat ini menjabat sebagai Sekertaris DPC PKB Kabupaten Blitar dan juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar.
Kendati demikian politisi yang gemar memakai ikat kepala motif batik itu terlihat duduk di kursi deretan belakang. Tidak mengambil posisi di depan bersama perwakilan DPP dan DPW PKB. Rifai memilih berada di dekat sejumlah jurnalis dan terlihat gayeng.
Namanya juga tidak disebut Wakil Ketua Umum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal dalam sambutan seperti halnya Gus Tamim. Dari pantauan Bacaini.id setidaknya Cucun menyebut nama Gus Tamim 2 kali dalam sambutan di Muscab PKB Kabupaten Blitar.
Nama calon Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar 2026-2031 hasil Muscab selanjutnya adalah Nur Fathoni. Di ruangan Muscab, politisi muda yang memiliki rekam jejak sebagai politikus lintas parpol itu terlihat ‘menepi’.
Nur Fathoni memilih berdiri di pinggir ruangan Muscab berdekatan dengan tangga masuk. Karenanya ia bisa melihat langsung dan menyapa tamu undangan yang masuk ruangan.
Nur Fathoni merupakan anggota DPRD Kabupaten Blitar yang berlatar belakang ormas kepemudaan Pemuda Pancasila (PP). Sebelum hijrah ke PKB ia pernah menjabat Ketua Partai Patriot dan menjadi anggota DPRD Kabupaten Blitar dengan perolehan suara fantastis.
Sebelum ke PKB Nur Fathoni sempat ke PAN dan juga menjadi anggota legislatif. Begitu juga ketika meloncat ke PKB, posisinya di legislatif tetap bisa ia pertahankan dengan baik. Perolehan suaranya juga stabil tinggi.
Di Kabupaten Blitar sosok Nur Fathoni mewakili adagium anekdot politik, apapun partainya, Nur Fathoni dewannya.
Calon Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar 2026-2031 yang terpilih dalam Muscab berikutnya adalah Lutfi Azis atau akrab disapa Kaji Ilut. Lutfi Azis satu-satunya kandidat yang mewakili wilayah Blitar Barat yang notabene daerah basis hijau.
Dalam acara Muscab PKB ini Lutfi Azis mengemban amanah sebagai Ketua Panitia acara. Karenanya ia terlihat paling sibuk bergerak ke sana-sini ketimbang yang lain. Mengurusi semuanya, mulai persiapan hingga hal teknis.
Alhasil, acara Muscab PKB Kabupaten Blitar 2026 berlangsung sukses dan mendapat pujian langsung dari Wakil Ketua Umum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal dalam sambutannya.
Lutfi Azis merupakan anggota DPRD Kabupaten Blitar dengan perolehan suara tertinggi dalam Pileg 2024. Mantan Ketua GP Ansor NU Kabupaten Blitar sempat vakum pada Pileg 2019 dan kembali ke politik pada Pileg 2024.
Sosok politisi yang selalu terlihat kalem dan santun itu mengatakan munculnya 5 nama kandidat Ketua DPC merupakan hasil penjaringan dan musyawarah Tim 7 PKB. Tim 7 yang terdiri dari DPW dan DPP turun langsung ke grassroot.
”Tim 7 yang menyerap aspirasi di bawah,” ujar Lutfi Azis.
Nama kandidat Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar 2026-2031 terakhir hasil Muscab 2026 adalah Nasa Barcelona Marhenis. Nasa satu-satunya politisi termuda dan perempuan.
Nasa Barcelona merupakan anggota DPRD Kabupaten Blitar, putri mantan Wakil Bupati Blitar Marhenis Urip Widodo yang juga anggota DPRD Kabupaten Blitar dari Fraksi PKB.
Sebelum hijrah ke PKB, anak dan ayah itu sebelumnya politisi PDI Perjuangan (PDIP) yang juga anggota legislatif. Bahkan Marheinis Urip Widodo pernah menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar.
Nasa Barcelona tidak hadir di acara Muscab karena sedang sakit. Keterangan sakitnya Nasa disampaikan oleh salah satu kader PKB kepada Bacaini.id.
Wakil Ketua Umum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan 5 nama itu merupakan calon sementara yang disepakati dalam Muscab menjadi bakal calon ketua DPC.
Mereka berlima selanjutnya akan mengikuti 2 tahap fit and proper test (Uji kelayakan dan kepatutan). Tahap pertama adalah tes kapasitas melalui kemampuan akademik. Kemudian tahap dua adalah tes wawancara.
“Wawancaranya langsung dengan kami, dengan DPP di DPP PKB,” ujar Cucun Ahmad Syamsurijal di lokasi Muscab DPC PKB Kabupaten Blitar Sabtu (28/3/2026).
Penulis: Solichan Arif





