• Login
Bacaini.id
Saturday, September 12, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

PKB Blitar Butuh Nahkoda yang Cakap Ngaji dan Ngopi

Muscab 2026 menjadi momentum strategis bagi PKB Kabupaten Blitar untuk menentukan kepemimpinan baru yang adaptif, inklusif, dan siap menghadapi tantangan Pemilu 2029

ditulis oleh Solichan Arif
28 March 2026 00:14
Durasi baca: 3 menit
Pengurus PKB Blitar bersiap menggelar Muscab 2026 untuk memilih ketua baru yang cakap ngaji dan ngopi

Suasana politik menjelang Muscab PKB Blitar 2026, momentum penentuan ketua baru untuk menghadapi Pemilu 2029 (foto/ist)

DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar bersiap menggelar Musyawarah Cabang (Muscab). Momentum ini menjadi krusial untuk menentukan nahkoda baru yang mampu membawa PKB bangkit usai kekalahan di Pilkada 2024.

Shohibul bait telah menyebar undangan. Kalau tidak ada perubahan jadwal, acara Musyawarah Cabang (Muscab) itu akan digelar pada Sabtu Wage 28 Maret 2026 besok.

Meski penentu akhir berada di tangan DPP, Muscab DPC PKB tentu bukan sekedar praktik taklid buta. Sekedar menggugurkan kepatuhan perintah AD/ART partai. Jelas bukan. Dalam Muscab ada ghirah atau semangat perubahan seperti dalil masyhur berikut.

“Barang siapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang beruntung. Barang siapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia orang merugi. Dan barang siapa yang harinya sekarang lebih buruk daripada harinya kemarin maka dia celaka”

Tentu saja dengan digelarnya Muscab pada 28 Maret 2026 oleh shohibul bait, DPC PKB Kabupaten Blitar tidak berangan akan terus berada dalam situasi yang sama dengan hari kemarin. Juga tidak berharap merugi maupun celaka.

Lantas figur nahkoda macam apa yang mampu membawa hari-hari DPC PKB Kabupaten Blitar menjadi lebih baik? Khususnya di Pemilu 2029, utamanya pemilu legislatif dan pemilu kepala daerah.

Sebelum menjawab itu, mari sedikit flash back pada tahun 2024, di Pilkada 2024. Semua masih ingat, Pilkada 2024 di Kabupaten Blitar merupakan pilkada dengan dinamika paling sengit meskipun di atas kertas squad PKB unggul besar.

PKB didukung koalisi besar yang mengusung calon kepala daerah petahana: Rini Syarifah (Mak Rini). Bukan hanya menjabat bupati, Mak Rini juga Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar. Di atas kertas harusnya menang.

Namun nyatanya kalah telak. PKB dan koalisi besarnya berhasil dipecundangi oleh koalisi PDIP, PAN dan Partai Nasdem yang mengusung pasangan Rijanto-Beky Herdihansah. Kekalahan yang menampar muka.

Kalau meminjam kerangka teori santri dan abangan dan PKB representasi partai berbasis santri, kekalahan itu merupakan kekalahan kaum santri. Dan Gus Iqdam beserta jamaah santrinya menjadi salah satu faktor.

Bagi PKB Kabupaten Blitar kekalahan dalam pilkada 2024 adalah sejarah gelap. Menjadi catatan sekaligus beban bagi siapapun yang terpilih sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar periode 2026-2031.

Karenanya siapapun yang berhasrat menjadi Ketua DPC Kabupaten Blitar hukumnya wajib berkomitmen sanggup menebus kekalahan, disamping menjaga atau menaikkan jumlah kursi di legislatif.

Yang kedua, Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar yang baru mesti memiliki kemampuan membaca perubahan sosial, kebutuhan sosial, dan tantangan sosial di era digital ini. Siapapun dia harus punya kemampuan multitasking internal dan eksternal.

Cakap mengonsolidasikan kader mulai dari level ranting (grassroot), anak cabang hingga cabang, dan di saat yang sama piawai berkomunikasi lintas sektoral baik secara online maupun offline. Memahami algoritma sosial.

Pendek kata, DPC PKB Kabupaten Blitar butuh seorang nahkoda yang bukan hanya pintar ngaji, tapi juga piawai ngopi. Ngaji merepresentasikan kedalaman nilai keagamaan, sementara ngopi mencerminkan kemampuan membangun komunikasi yang inklusif, santai, dan merangkul berbagai kalangan.

Ngopi adalah bentuk silaturahmi, yang itu tidak hanya dilakukan di kalangan santri, tapi juga di luar kaum bersarung.

Kenapa demikian? Karena ini Blitar yang sebagian besar warna sosialnya terbagi atas firqoh santri dan abangan (ijo abang). Gaya komunikasi yang lebih inklusif, egaliter dengan nilai-nilai kemudaan lebih disukai ketimbang watak elitis dan feodal.

Pada konteks Pemilu 2029 hal itu juga relevan dengan fenomena cluster pemilih gen Z (pemilih pemula) yang sesuai data telah mencapai sekitar 900 ribu hingga 1 juta.

Pertanyaannya, dari nama-nama bakal calon Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar yang muncul, yakni Moh Rifai, Rini Syarifah, Nur Fathoni, Lutfi Azis, Ahmad Tamim, dan Ufik Rohmatul Fitria, adakah yang memenuhi kriteria?

Penulis: Garendi

*) Penulis adalah jurnalis penyuka pecel punten, es pleret dan The Beatles

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: muscab pkb blitar
Via: dpc pkb kabupaten blitar
Tags: blitarMuscab 2026Muscab PKB BlitarPKB Blitar
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kebun kopi Kintamani Bali berpotensi menjadi penyerap karbon

Kebun Kopi Kintamani Punya Potensi Jadi Penyerap Karbon, Petani Mulai Diedukasi

Kecelakaan Toyota Hiace dan truk di Tol Jombang-Mojokerto

Toyota Hiace Tabrak Truk di Tol Jomo, 4 Orang Tewas dan 7 Luka

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin dorong ketua cabor maju jadi calon Ketum KONI Kota Blitar

Wali Kota Blitar Dorong Ketua Cabor Maju Jadi Ketum KONI, Ini Nama-namanya

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In