Bacaini.ID, BLITAR – Muscab PKB Blitar 2026 berlangsung penuh kejutan. Selain munculnya lima kandidat Ketua DPC, persaingan antara Ahmad Tamim atau Gus Tamim dengan Nasa Barcelona Marheinis menjadi sorotan utama dalam bursa kepemimpinan PKB di Kabupaten Blitar.
Baca Juga:
Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kabupaten Blitar yang berlangsung tertutup Sabtu (28/3/2026) itu diketahui menghasilkan 5 orang calon Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar periode 2026-2031.
Mereka adalah Ahmad Tamim atau Gus Tamim, Lutfi Azis, Moh Rifai, Nur Fathoni dan Nasa Barcelona Marheinis. Kecuali Ahmad Tamim anggota DPRD Provinsi Jatim, semuanya anggota DPRD Kabupaten Blitar.
Sementara nama mantan Bupati Blitar Rini Syarifah atau Mak Rini yang saat ini menjabat Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar dan Ufik Rohmatul Fitria justru tidak muncul.
Ufik merupakan Ketua Fatayat NU Kabupaten Blitar yang sejak awal namanya disebut-sebut masuk bursa calon ketua DPC PKB Kabupaten Blitar.
Wakil Ketua Umum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan 5 nama itu merupakan calon sementara yang disepakati dalam Muscab menjadi bakal calon ketua DPC.
Mereka berlima selanjutnya akan mengikuti 2 tahap fit and proper test (Uji kelayakan dan kepatutan). Tahap pertama adalah tes kapasitas melalui kemampuan akademik. Kemudian tes tahap dua adalah wawancara.
“Wawancaranya langsung dengan kami, dengan DPP di DPP PKB,” ujar Cucun Ahmad Syamsurijal di lokasi Muscab DPC PKB Kabupaten Blitar Sabtu (28/3/2026).
Sama dengan penetapan pengurus DPW PKB. Menurut Cucun DPP memiliki indikator khusus untuk menetapkan siapa yang layak menjadi Ketua DPC, yakni dalam hal ini PKB Kabupaten Blitar.
Hanya saja indikator khusus itu tidak akan dibuka di ruang publik. Cucun hanya menyebut indikator itu terkait track record dan proses kaderisasi calon bersangkutan.
“Kita punya catatan khusus yang dikombinasikan dengan tes kapasitas secara akademis,” ungkapnya.
Pelantikan Serentak 23 Juli 2026
Tes tahap pertama para calon ketua DPC Kabupaten Blitar akan dimulai setelah Muscab di seluruh DPC PKB di Jawa Timur selesai. Diperkirakan dimulai pada awal Mei 2026 yang sekaligus disusul tes tahap kedua.
Setelah itu pada tanggal 23 Juli 2026 akan dilakukan pelantikan ketua DPC se-Indonesia yang berlangsung serentak. Cucun juga mengatakan proses Muscab PKB memakai mekanisme musyawarah.
Mekanisme itu sebelumnya dilakukan pada proses Muswil. Bagaimana nama yang muncul sebagai calon ketua DPC berasal dari peserta Muscab, yakni kader pengurus tingkat bawah hingga cabang.
Begitu juga keputusan yang diambil DPP dalam menetapkan ketua DPC, sepenuhnya mengacu pada hasil fit and proper test yang itu dirumuskan DPP dan DPW PKB secara bersama-sama.
Cucun menegaskan yang ditetapkan dan dilantik secara serentak nanti bukan hanya ketua DPC, tetapi juga sekertaris dan bendahara serta pengurus. Semuanya langsung dikukuhkan.
“Sudah lengkap ketua, sekertaris dan bendaharanya. 23 Juli dikukuhkan semua,” pungkasnya.
Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur Thoriqul Haq atau akrab disapa Cak Thoriq menambahkan, mekanisme Muscab PKB dengan Musyawarah Mufakat merupakan ke dua kalinya.
Mantan Bupati Lumajang itu mencontohkan terpilihnya Rini Syarifah atau Mak Rini sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar. Mekanisme Muscab sudah memakai musyawarah mufakat. Sementara sebelumnya ada musyawarah mufakat pra muscab.
“Ini mekanisme demokrasi yang bagi PKB memilih dengan musyawarah mufakat,” tambahnya.
Seperti diketahui, kecuali Nasa Barcelona Marhenis, semua nama yang terpilih di Muscab sebagai calon Ketua DPC Kabupaten Blitar 2026-2031 hadir di lokasi Muscab.
Informasi yang dihimpun dari salah satu kader PKB, Nasa Barcelona tidak hadir di acara Muscab lantaran sedang sakit. Sementara Marheinis Urip Widodo, ayahnya terlihat di lokasi Muscab.
Marheinis merupakan anggota DPRD Kabupaten Blitar dari fraksi PKB. Sebelum hijrah PKB yang bersangkutan diketahui pernah menjabat Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar.
Penulis: Solichan Arif





