Bacaini.id, TRENGGALEK – Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, menyoroti berbagai persoalan mendasar di sektor pendidikan Kabupaten Trenggalek. Mulai dari kekurangan tenaga pendidik hingga menurunnya jumlah peserta didik di sejumlah sekolah dasar negeri.
Menurut Sukarodin, pemisahan urusan pemuda dan olahraga dari Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek seharusnya menjadi momentum bagi dinas tersebut untuk lebih fokus menangani persoalan pendidikan secara menyeluruh.
“Pisahnya pemuda olahraga dari Dinas Pendidikan, maka Dinas Pendidikan tentu harus lebih konsentrasi memikirkan jalannya pendidikan. Sekarang konsentrasinya hanya urusan pendidikan,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Dengan beban tugas yang lebih ramping, Komisi IV DPRD Trenggalek berharap kebutuhan anggaran Dinas Pendidikan dapat dipenuhi secara proporsional dan tepat sasaran.
Menurutnya, dukungan anggaran yang sesuai kebutuhan menjadi kunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah.
“Harapan Komisi IV tetap, sesuai dengan kebutuhan yang ada di Dinas Pendidikan kita penuhi. Maka harapannya tentu kualitas pendidikan yang ada di Trenggalek ini lebih baik,” tegasnya.
Sukarodin mengungkapkan, persoalan paling mendesak saat ini adalah kekurangan tenaga pendidik. Berdasarkan data yang diterimanya, Kabupaten Trenggalek masih kekurangan sekitar 1.114 guru. Angka tersebut bahkan belum memperhitungkan guru yang pensiun maupun meninggal dunia dalam dua tahun terakhir.
“Kekurangan guru kita masih 1.114 lebih. Belum ditambah guru pensiun dan meninggal. Dua tahun itu sekitar 500-an, tentu ini makin membengkak,” jelasnya.
Selain kekurangan guru, Komisi IV juga menyoroti minimnya jumlah murid di sejumlah sekolah dasar. Kondisi tersebut dinilai perlu dikaji secara komprehensif, termasuk opsi penggabungan atau merger sekolah, kecuali untuk wilayah terpencil yang secara geografis tidak memungkinkan.
“Kaitannya dengan kekurangan murid, perlu dikaji kaitannya dengan merger. Kecuali daerah terpencil yang tidak mungkin di-merger, ini sebuah keniscayaan,” katanya.
Ia mencontohkan SD Negeri Sidomulyo 5 yang dinilai tidak memungkinkan untuk digabung karena faktor lokasi dan aksesibilitas.
Lebih jauh, Sukarodin meminta Dinas Pendidikan mengkaji penyebab menurunnya jumlah siswa SD. Ia menilai faktor demografi, keberhasilan program keluarga berencana, hingga kualitas pendidikan perlu dianalisis secara objektif.
“Murid SD kok berkurang. Apakah karena sukses KB atau justru kualitas pendidikan yang dipertanyakan? Ini harus dikaji,” pungkasnya.
Dengan fokus penuh pada sektor pendidikan, Sukarodin berharap Dinas Pendidikan mampu menghadirkan solusi konkret demi peningkatan kualitas pendidikan di Trenggalek.(aby/ADV)





