• Login
Bacaini.id
Tuesday, March 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pramono Anung-Rano Karno sebuah “Jalan Tengah”

ditulis oleh
27 August 2024 09:33
Durasi baca: 3 menit

Pasca pengumuman Calon Kepala Daerah Gelombang II dari PDIP yang diumumkan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri pada Senin (26/8/2024) di Kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro Menteng, Jakarta Pusat yang ternyata tidak termasuk calon kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, yang sebelumnya santer muncul nama Anies Baswedan-Rano Karno. Kini muncul nama kandidat baru, Pramonong Anung-Rano Karno. Pramono adalah mantan Sekjen PDIP dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Indonesia Maju hingga sekarang.

Pramono Anung, Alumni Teknik Pertambangan ITB angkatan 1982 ini oleh pengamat politi IISIP Musthofa Makhdor dinilai sebagai “jalan tengah” PDIP. Karena Pramono dinilai sangat dekat dengan Presiden Jokowi. Bahkan beberapa pendapat, masuknya Pramono dan Rini Soemarno pada kabinet Jokowi-JK saat itu bukan portofolio PDIP. Namun karena kedekatan mereka terhadap Presiden Jokowi. Pramono juga dengan dengan petinggi partai yang tergabung dalam KIM saat ini. Hal ini terbukti, saat anak Pramono Hanindhito Pramana yang saat ini menjabat Bupati Kediri sekaligus kader PDIP, pada pilkada November mendatang, mendapat rekomendasi dukungan dari Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat dan partai dalam koalisi KIM lainnya.

”Perolehan SK dukungan anak Pramono, Hanindhito sebagai Calon Bupati Kediri ini bukti sebagai indikator bahwa Pramono diterima banyak pihak. Artinya selama ini, Pramono menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan partai-partai, meski partainya PDIP sendiri tidak tergabung dalam KIM dan justru saat ini terlihat sebagai oposisi pemerintahan saat ini dan pemerintah baru nanti”, kata Musthofa kepada Bacaini.ID (27/8/2024).

Dinamika politik Pilgub DKI Jakarta memang menarik dan bergerak cepat. Pasca putusan MK tentang revisi undang-undang Pilkada, akhirnya membuka peluang PDIP mencalonkan sendiri kandidatnya. Jika sebelumnya yang diprediksi adalah persaingan dan perlawanan antara Ridwan Kamil-Suswono pasca PKS mencabut dukungan kepada Anies Baswedan-Shohibul, dengan calon independen yang penuh kontroversi Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto, maka saat ini muncul kandidat lawan baru dari PDIP meski belum diumumkan secara resmi siapa yang akan ditunjuk oleh Megawati.

Musthofa menyebutkan bahwa jika PDIP mendukung Anies Baswedan, yang notabene bukan kader PDIP, menurutnya agak susah untuk melakukan konsolidasi. Para simpatisan dan pendukung PDIP dan Anies ini bagaikan kutub utara dan kutub selatan. Dua aliran yang berbeda, PDIP beraliran nasionalis dan pendukung Anies yang nonpartisan ini mayoritas adalah kelompok agamis, namun bukan agamis tradisional. “Pramono Anung yang merupakan kader PDIP sendiri dan seorang teknokrat dan saat ini masih menjabat Seskab memiliki keunggulan dibandingkan mencalonkan calon dari luar kader PDIP. Ditambah Rano Karno, mantan Gubernur Banten yang kental dengan darah Betawi, diharapkan mampu mendulang suara di pilgub Jakarta ini.

Beberapa pernyataan dari Ketua Umum Megawati saat melakukan orasi politik pada saat pengumuman gelombang kedua calon kepala daerah dan wakil kepala daerah pada Senin (26/8/2024) di Kantor DPP PDIP Jl Diponegoro Menteng Jakarta Pusat kemarin, mengisyaratkan kecil kemungkinan PDIP akan mencalonkan Anies Baswedan. “Megawati beberapa kali menyindir, jangan seenak-enaknya orang ingin minta dukungan dan ngetop dan numpang PDIP. “Itu Airini (calon Gubernur Banten) yang hadir dan ditunjuk oleh Megawati sampai diminta harus masuk kader PDIP dan memakai baju merah hitam kalau ingin mendapat dukungan dari PDIP”, ujar Musthofa.

Penarikan dukungan dari PKS, Nasdem dan PKB yang tidak lagi mendukung Anies pada Pilkada Jakarta menurut Musthofa menjadi indikator bahwa partai-partai tersebut sudah mempertimbangkan secara masak untung dan ruginya mendukung Anies Baswedan. “ dan ini juga yg dipertimbangkan oleh PDIP”. kata Musthofa.

Penulis : Danny Wibisono
Editor : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: PDIPpramono anungrano karno
Advertisement Banner

Comments 3

  1. RifaiAkif says:
    2 years yang lalu

    Perasaan saya anak2 muda gen Z juga dukung Abah, bukan hanya kaum religius saja loh… Coba di analisa lagi, angkanya juga cukup tinggi loh.

    Reply
  2. Eki says:
    2 years yang lalu

    Keren analisa nya… Mendalam dan masuk akal

    Reply
  3. Eki says:
    2 years yang lalu

    Keren analisanya

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin saat refleksi 1 tahun pemerintahan di Monumen PETA tanpa kehadiran Wakil Wali Kota

Tanpa Wawali Blitar, Mas Ibin ‘Pamer’ 70 Prestasi di Refleksi 1 Tahun

Puluhan disabilitas geruduk Kantor Dinsos Tulungagung memprotes bansos BPNT dan PKH yang tidak cair

Puluhan Disabilitas Geruduk Dinsos Tulungagung, Bansos BPNT dan PKH Mandek Hingga Setahun

Kalender Maret 2026 menampilkan jadwal libur sekolah Lebaran mulai 16–27 Maret, termasuk libur nasional Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri serta rangkaian cuti bersama

Libur Sekolah Lebaran 2026 Dimulai 16 Maret, Cek Rangkaian Cuti Bersama dan Libur Nasional

  • Bkami GM. Foto: istimewa

    Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pensiunan Polisi di Blitar Tewas Tergantung di Gudang Rumah, Diduga Ada Masalah Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mbak Wali Serahkan SK Kenaikan Pangkat 76 ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In