Poin Penting:
- Internet lemot dan WiFi putus nyambung umumnya disebabkan gangguan provider, posisi router yang buruk, atau terlalu banyak perangkat terhubung
- Pengguna perlu memastikan apakah gangguan berasal dari perangkat, router, atau jaringan provider sebelum melakukan perbaikan
- Restart router, memindahkan posisi router, dan menghubungi teknisi provider menjadi langkah paling efektif untuk mengatasi koneksi tidak stabil
Bacaini.ID, KEDIRI — Internet tiba-tiba lemot atau putus-nyambung menjadi salah satu masalah yang sering mengganggu sekalipun terlihat sepele. Koneksi tidak stabil jadi mengganggu aktivitas digital, apalagi di era serba online ini, banyak orang mengandalkan internet untuk pekerjaan.
Baca Juga:
Masalah pada WiFi cukup umum terjadi dan penyebabnya beragam. Mulai dari gangguan pada provider, posisi router yang kurang tepat, hinga terlalu banyak perangkat yang terhubung dalam satu jaringan.
Berikut tanda umum koneksi internet yang tidak stabil:
• video bufffering terus-menerus,
• halaman web terbuka sangat lambat,
• game mengalami lag,
• panggilan video patah-patah,
• hingga WiFi tiba-tiba disconnect sendiri.
Pada beberapa kasus, router juga akan menunjukkan indikator tertentu sepeerti lampu merah atau oranye yang menandakan adanya gangguan jaringan.
Selain itu, pengguna komputer juga kerap menemukan pesan error seperti berikut:
• DNS_PROBE_FINISHED_NO_INTERNET
• No Internet Access
• atau Connected Without Internet
Pesan tersebut biasanya muncul ketika perangkat terhubung ke WiFi namun tidak bisa mengakses internet.
Cara Memastikan Gangguan Ada di Perangkat atau Jaringan
Cek masalah apakah ada di perangkat atau jaringan. Pastikan apakah jaringan terganggu hanya pada satu perangkat atau semua perangkat yang terhubung. Jika hanya satu perangkat yang terganggu, kemungkinannya adalah pengaturan pada WiFi, bug sistem atau jaringan perangkat yang error.
Baca Juga:
Cara paling sederhana adalah dengan mematikan, lalu menyalakan kembali WiFi. Atau restart perangkat, atau melupakan jaringan lalu menyambungkannya kembali. Namun jika semua perangkat yang mengalami gangguan sama, besar kemungkinan masalah ada pada router atau provider internet.
Seringkali pengguna ‘menuduh’ router sebagai biang masalah, padahal gangguan internet bisa datang dari penyedia layanan internet atau ISP. Gangguan massal biasanya ditandai dengan internet yang sangat lambat, koneksi putus total atau ping (waktu respon internet) melonjak tinggi.
Untuk memastikannya, pengguna bisa melakukan pengecekan pada akun media sosial resmi provider karena biasanya mereka akan memberi pengumuman resmi apbila terjadi gangguan layanan. Selain itu, bisa menghubungi aplikasi layanan pelanggan, atau situs seperti Downdetector yang menampilkan laporan gangguan internet secara real-time.
Restart Router Masih Jadi Solusi Paling Ampuh
Meskipun terdengar sederhana, restart modem dan router masih menjadi cara paling ampuh untuk mengatasi banyak masalah koneksi. Matikan atau cabut kabel daya modem dan router, tunggu 30 detik, hidupkan kembali dan tunggu beberapa menit sampai lampu indikator stabil.
Baca Juga:
Posisi router juga berpengaruh besar terhadap kualitas sinyal WiFi. Sinyal internet bisa melemah karena terhalang dinding tebal, pintu besi, lemari besar, atau perangkat elektronik lain seperti microwave dan televisi.
Karena itu, posisi yang paling baik untuk router adalah di area terbuka, posisi lebih tinggi, dan berada di tengah rumah agar sinyal menyebar dengan merata.
Jika internet terus bermasalah meskipun router sudah direstart dan jaringan provider normal, ada baiknya untuk menghubungi teknisi provider.
Ini perlu dilakukan untuk memeriksa masalah lebih lanjut dan mengatasi kemungkinan adanya kabel fiber optik yang rusak, router bermasalah atau gangguan instalasi jaringan rumah.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





