Bacaini.ID, KEDIRI – Babak baru Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah dimulai. Partai besutan mantan Presiden Joko Widodo ini menjadikan Jawa Timur sebagai laboratorium politik untuk menguji strategi “Kandang Gajah”.
Strategi ini bukan sekadar jargon, tetapi langkah nyata yang terlihat dari konsolidasi struktur, rekrutmen tokoh, hingga penetrasi ke akar rumput. Dalam peta politik nasional, Jawa Timur termasuk lumbung kekuatan Jokowi melalui organisasi Suket Teki.
Pergerakan PSI di Jawa Timur tak bisa lepas dari sosok Bagus Panuntun, Wakil Wali Kota Madiun hasil Pilkada 2024, yang menjabat Ketua DPW PSI Jawa Timur sejak Februari 2025. Pada Januari 2026, Bagus ditunjuk Gubernur Khofifah sebagai Plt Wali Kota Madiun setelah Wali Kota Maidi ditetapkan tersangka oleh KPK.
Kehadiran Bagus sebagai kepala daerah memberi legitimasi politik bagi PSI. Ia menjadi ikon lokal untuk memperluas pengaruh partai, sekaligus simbol bahwa PSI mampu menembus eksekutif daerah yang selama ini didominasi partai mapan.
Meski hanya memiliki satu kepala daerah, namun ruang pergerakan PSI sejatinya sangat luas. Sejumlah kepala daerah di Jawa Timur dilaporkan memberi akses seluas-luasnya bagi partai ini untuk berkembang. Struktur organisasi partai ini hampir lengkap hingga akar rumput. Dukungan langsung Kaesang serta Jokowi memperkuat citra partai di daerah dan mempermudah penjaringan anggota.
PSI di Kota Kediri
Reza Darmawan, Ketua DPC PSI Kota Kediri mengatakan saat ini struktur partainya sudah lengkap hingga ke tingkat kelurahan. Ia diuntungkan dengan sedikitnya jumlah kelurahan di Kota Kediri sehingga memudahkan rekruitmen pengurus hingga tingkat ranting. “Pengurus pusat memberi batas waktu hingga pertengahan tahun ini untuk melengkapi struktur partai,” katanya kepada Bacaini.ID, Selasa, 14 Juli 2026.
Mantan politisi Partai Amanat Nasional ini mengaku sangat berhati-hati dalam rekruitmen pengurus. Ia melakukan verifikasi yang ketat kepada mereka, termasuk latar belakang aktivitas politik maupun kemampuan organisasi. Karena itu sebagian besar pengurus PSI di Kota Kediri adalah wajah baru, utamanya anak-anak muda yang memiliki ketertarikan di bidang politik.

Ia membantah rumor partainya melakukan praktik “membajak” kader dari partai lain. Kalaupun ada yang loncat pagar, Reza memastikan hal itu dilakukan atas kesadaran dan keseriusan dalam berpolitik. “Minimal harus mengundurkan diri dari partai sebelumnya, jadi tidak ada dobel keanggotaan,” ujarnya.
Minimnya kepala daerah dari PSI, menurut Reza, menjadi faktor yang cukup signifikan dalam membesarkan partai. Terlebih para pengurus di daerah berjuang sendiri dengan kekuatan logistik mandiri tanpa bantuan dari pusat. “DPP hanya mengirim kaos dan bendera, lainnya kita biayai sendiri,” kata Reza.
Ia juga menampik isu yang menyebut jika partainya mendapat sokongan dari Edy Herwianto, ayahanda Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Meski memiliki keterkaitan dengan Jokowi sebagai relawan Suket Teki, namun Edy tidak mencampuri urusan PSI di Kota Kediri.
Meski basis suara Jawa Timur masih dikuasai PDIP, PKB, dan Gerindra, PSI menargetkan 100 kursi DPRD kabupaten/kota dan 8 kursi DPRD provinsi. Ketergantungan pada figur Jokowi dan Kaesang juga bisa menjadi risiko jika popularitas mereka menurun.
Peta Politik PSI di Jawa Timur
Pemilu 2024 hanya menghasilkan 1 kursi DPRD Jawa Timur bagi PSI. Pileg 2029 mendatang PSI menargetkan 8 kursi. Meski jumlah kursi di DPRD masih terbatas, namun PSI menargetkan 100 kursi DPRD kabupaten/kota pada Pemilu 2029.
PSI Jawa Timur mengklaim struktur kepengurusan mereka paling solid dibanding provinsi lain. Sebanyak 96% kepengurusan tingkat kecamatan sudah terbentuk, dan sedang diperluas hingga desa/kelurahan.
Jika konsolidasi ini berhasil, Jawa Timur bisa menjadi kunci kebangkitan PSI menuju target lima besar nasional pada Pemilu 2029. Namun, jalan yang ditempuh penuh risiko, yakni persaingan dengan partai mapan, kebutuhan sumber daya besar, serta ujian konsistensi organisasi.
Strategi Gerakan PSI
Strategi “Kandang Gajah” yang diterapkan Kaesang membidik Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, dan Bali sebagai basis utama. Tujuannya membangun sarang pendukung di wilayah yang menjadi basis partai besar sekaligus basis Jokowi.
Di luar Jawa, PSI memperkuat akar rumput di Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku, Nusa Tenggara, dan Sumatera. Salah satu siasat untuk menarik minat dengan menarik politisi dari partai lain, seperti Rusdi Masse Mappasessu, mantan anggota DPR RI dari Nasdem yang kini memimpin pergerakan PSI di Sulawesi Selatan.
Agenda roadshow Jokowi ke sejumlah daerah juga diharapkan mendongkrak popularitas elektabilitas PSI secara nasional.
Penulis: Hari Tri Wasono




