• Login
Bacaini.id
Tuesday, February 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Tradisi Ithuk-Ithukan, Cara Suku Osing Mensyukuri Mata Air

ditulis oleh
2 June 2023 19:16
Durasi baca: 2 menit
Warga suku Osing Banyuwangi mengikuti tradisi Ithuk-ithukan. Foto: banyuwangikab.go.id

Warga suku Osing Banyuwangi mengikuti tradisi Ithuk-ithukan. Foto: banyuwangikab.go.id

Bacaini.id, BANYUWANGI – Ada beragam cara yang dilakukan manusia untuk mengungkapkan syukur kepada Tuhan. Tradisi Ithuk-ithukan adalah salah satunya.

Ithuk-ithukan adalah sebuah ritus yang dilakukan masyarakat suku Osing Banyuwangi untuk menyampaikan rasa syukur atas berkah sumber mata air yang berlimpah. Tradisi ini sudah dilakukan turun temurun dan terus bertahan hingga sekarang.

Kamis, 1 Juni 2023, warga Dusun Rejopuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi menggelar ritus Ithuk-ithukan. Para pria memakai setelan hitam-hitam yang menjadi pakaian khas suku Osing. Sementara kaum hawa mengenakan kebaya hitam dengan bawahan jarik Banyuwangi. Para ibu menyunggi ithuk dan baskom berisi aneka menu makanan sederhana.

Dalam bahasa Osing, ithuk artinya alas makan yang terbuat dari daun pisang. Ithuk dan makanan itu kemudian diarak oleh warga dengan berbagai menu makanan, salah satunya ingkung ayam bakar.

Tetua Adat Dusun Rejopuro, Sarino mengatakan, tradisi Ithuk-ithukan digelar setiap 12 Dzulqaidah dalam kalender Islam. “Banyaknya ithuk (alas daun pisang) yang disajikan menandakan bahwa semua warga harus kebagian makanan, jangan sampai ada masyarakat yang kelaparan,” katanya dikutip dari laman resmi banyuwangikab.go.id.

Arak-arakan dimulai dari pusat pemukiman Rejopuro menuju Sumber Hajar, yakni sumber mata air utama di dusun tersebut. Setelah warga berkumpul, mereka menggelar doa bersama di dekat sumber tersebut. Menu yang dibawa kemudian dimakan bersama-sama.

Sarino menambahkan Sumber Hajar merupakan mata air yang penting bagi masyarakat Rejopuro. Sumber itu menyimpan air yang melimpah. Warga memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, termasuk mengairi lahan persawahan. “Berkat sumber air itu pula, hidup kami di sini terasa nikmat. Warga menjadi dekat satu sama lain,” ungkapnya.

Kepala Desa Kampunganyar Siti Latifah mengatakan tradisi Ithuk-ithukan mengajarkan warga untuk selalu berbagi dengan yang liyan. Rasa kebersamaan juga terus terpupuk dengan adanya tradisi tersebut.

Digelarnya tradisi secara beramai-ramai, kata Ifah, menunjukkan pentingnya arti kebersamaan. Dengan bersama, masyarakat bisa menjaga satu sama lain. “Kami akan terus menjaga tradisi ini di tengah moderenitas yang terus tumbuh. Tradisi yang diwariskan leluhur kami ini menunjukkan bagaimana kami akan selalu saling berbagi dan menyayangi sesama manusia,” terang Ifah.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: banyuwangiithuk-ithukansuku osingtradisi
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi hilal Ramadan 1447 H di langit Indonesia

Hilal Tak Terlihat di Indonesia, Muhammadiyah dan Pemerintah Berbeda Tanggal 1 Ramadan 1447 H

Ilustrasi Bea Cukai. foto: istimewa

Atur Jalur Impor di Kantor Bea Cukai

Pedagang bunga tabur di TPU Ngetal Trenggalek jelang Ramadan

Rezeki Nomplok Ramadan, Pedagang Bunga Tabur di Trenggalek Raup Omzet hingga Rp700 Ribu Sehari

  • Gedung SDN Tlogo 2 Kanigoro yang masih digunakan 182 siswa

    Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In