Bacaini.ID, KEDIRI – Sutan Sjahrir pendiri Partai Sosialis Indonesia (PSI) dalam pamflet Perjuangan Kita di bab Tentara berpandangan perlunya mempertinggi kesanggupan membela tanah air dan rakyat (jiwa patriot) dengan cara memperkuat tentara dan persenjataan modern. Para pemuda harus dididik dalam kesanggupan itu, namun jangan sampai tersesat pada fasisme.
BACA JUGA: NU Pernah Minta Bantuan PSI, Sutan Sjahrir Menolak
Sjahrir mempublikasikan Perjuangan Kita pada 10 November 1945, yang isinya hanya bisa dibandingkan dengan pamlet radikal Merdeka 100 % yang ditulis oleh Tan Malaka untuk Persatuan Perjuangan. Pada masa-masa genting itu (1945-1949), Sutan Sjahrir ingin segera diadakan milisi untuk rakyat.
Seluruh pemuda dengan batas usia tertentu dan waktu tertentu menurutnya harus segera mendapat pendidikan dan pelatihan militer dari akademi darat dan laut. Bila perlu meminta bantuan tenaga guru dan instruktur dari luar negeri, termasuk memproduksi dan membeli senjata juga menjadi hal utama.
“Untuk melengkapi alat pertahanan yang berupa persenjataan, pantas kita di dalam keadaan kita sekarang, mengobarkan lain-lain keperluan,” tulis Sutan Sjahrir seperti dikutip Bacaini.id dari pamflet Perjuangan Kita Sabtu (11/7/2026).
Menurut Sjahrir, perjuangan bersenjata (militer) tidak boleh dilupakan. Menggunakan tentara sebagai alat perjuangan negara di dalam revolusi memang penting, namun hal itu jangan sampai tersesat pada fasisme. Revolusi kerakyatan tetap yang utama dan harus terus dipertajam.
BACA JUGA: Surat Cinta Sutan Sjahrir Untuk Maria
Pamflet Perjuangan Kita terbagi atas 13 bab dengan Keadaan Sehabis Perang Dunia Kedua sebagai bab Pertama dan Kedudukan Indonesia Dalam Dunia Sekarang sebagai bab Kedua. Sjahrir mengangkat tema Revolusi Kerakyatan sebagai bab Ketiga dan Revolusi Nasional bab Keempat.
Sjahrir memberi judul Revolusi dan Pembersihan pada bab Kelima, Revolusi dan Partai bab Keenam, Revolusi dan Pemerintahan bab Ketujuh, Memperjuangkan Isi Kemerdekaan bab Kedelapan, Pembencian Bangsa Asing bab Kesembilan, Kaum Buruh bab Kesepuluh, Pak Tani bab Kesebelas, Pemuda bab Keduabelas dan Tentara bab Ketigabelas.
Benedict Anderson dalam Our Struggle: Introducion (1968) mengatakan, pamflet Perjuangan Kita merupakan analisis situasi yang menyeluruh, suatu kritik mengenai kebijakan pemerintah dan personelnya, dan suatu program rasional bagi perjuangan masa depan.
Juga merupakan diagnosis masalah-masalah kontemporer Indonesia yang paling jelas terartikulasikan dan satu-satunya program yang koheren bagi perjuangan kebangsaan selama tahun-tahun konflik fisik dengan Belanda.
Penulis: Solichan Arif
BACA JUGA: Perbandingan Kekuatan TNI dan Polri 2026, Jumlah Personel Siapa yang Terbanyak? dan artikel lainnya di rubrik HISTORIA




