• Login
Bacaini.id
Monday, July 6, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

NU Pernah Minta Bantuan PSI, Sutan Sjahrir Menolak

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
6 July 2026 06:05
Durasi baca: 2 menit
Sutan Sjahrir dalam arsip sejarah politik Indonesia

Sutan Sjahrir menolak permintaan seorang pemimpin NU yang meminta kader-kader PSI bergabung setelah NU keluar dari Masyumi pada 1952 (foto ilustrasi/Bacaini)

Poin Penting:

  • Seorang pemimpin NU pernah meminta Sutan Sjahrir mengirim kader PSI setelah NU keluar dari Masyumi pada 1952
  • Sjahrir menolak permintaan tersebut dan memilih fokus membangun PSI sebagai partai kader
  • Meski gagal menjadi partai besar, Sjahrir dikenang sebagai salah satu pendiri bangsa yang konsisten memperjuangkan demokrasi

Bacaini.ID, JAKARTA – Nahdlatul Ulama (NU) pernah meminta bantuan Sutan Sjahrir untuk menempatkan kader-kader Partai Sosialis Indonesia (PSI) di dalam tubuh NU setelah ormas keagamaan tersebut keluar dari Masyumi dan memutuskan menjadi partai politik (1952).

Dalam artikel Souvenirs of Sjahrir (1969) Sjahrir mengatakan telah didatangi oleh salah seorang pemimpin NU. Ia ditanya, apakah bersedia menempatkan beberapa intelektual PSI untuk NU yang hampir tidak memiliki kader.

Sebagai parpol, saat itu NU belum terlihat bentuknya, namun kecenderungan demagogis dan koruptif di tubuh partai mulai nampak. Sebagai kekuatan oposisi, tawaran tersebut adalah peluang, khususnya untuk membuat pengaruh, namun Sjahrir menolak.

“Tetapi saya tidak dapat membantunya, orang-orang saya merasa terlalu bosan untuk berurusan dengan orang-orang pada tingkat itu,” kata Sjahrir dengan nada ringan seperti dikutip dari artikel Souvenirs of Sjahrir.

BACA JUGA: Soekarno: Kebahagiaan Wanita Ada dalam Masyarakat Sosialis

Sutan Sjahrir memilih membesarkan PSI sebagai partai kader yang didirikannya sejak 1948. Terlebih dirinya baru pulang dari tur propaganda politik di Bali, dan mendapat sambutan hangat di mana-mana. Pidatonya yang tenang dan tidak membakar emosi, didengarkan rakyat dengan sabar.

Semua pidatonya, kata dia adalah pelajaran. Karenanya selalu disampaikan dengan tenang tanpa membakar, yang itu berbeda dengan pidato Soekarno yang selalu membakar emosi massa.

PSI menjadi partai berpengaruh dalam kabinet pertama Indonesia pasca revolusi, termasuk memiliki kedekatan hubungan dengan sejumlah pimpinan militer. Namun kecuali di Bali kurang berhasil dalam pemilu 1955.

Di tangan Sjahrir PSI tetap menjadi partai pecahan hingga dilarang pada tahun 1960 karena menolak Demokrasi Terpimpin. Sebagai partai kader, elektabilitas PSI kalah dengan PNI, NU, Masyumi dan PKI.

Kendati demikian, Sutan Sjahrir adalah founding father yang memimpin bangsanya dengan wawasan, keberanian, dan keluhuran seorang manusia besar. Lahir 5 Maret 1909 di Padang Panjang Sumatera Barat, Sutan Sjahrir tutup usia pada 9 April 1966 di Zurich, Swiss dan dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta.

Sjahrir yang meninggalkan seorang istri dan dua orang anak, wafat di usia 57 tahun dalam pengasingan dengan status sebagai tawanan politik pemerintahan Soekarno.

Penulis: Solichan Arif

BACA JUGA: Surat Cinta Sutan Sjahrir Untuk Maria dan artikel lainnya di Rubrik REKAM JEJAK

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: NUPSIsejarah indonesiasutan sjahrir
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Sutan Sjahrir dalam arsip sejarah politik Indonesia

NU Pernah Minta Bantuan PSI, Sutan Sjahrir Menolak

Bung Karno berbicara di depan ribuan wanita di Istana Negara

Soekarno: Kebahagiaan Wanita Ada dalam Masyarakat Sosialis

Ilustrasi orang tua mengunggah foto anak di media sosial yang berisiko memicu kejahatan siber

Bahaya Sharenting: Saat Foto Anak di Medsos Jadi Sasaran Penjahat Siber

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In