• Login
Bacaini.id
Friday, April 24, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Sejarah Seni Minimalis: Jejak Awalnya dari De Stijl Belanda

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
5 June 2025 11:13
Durasi baca: 2 menit
Sejarah Seni Minimalis: Jejak Awalnya dari De Stijl Belanda (foto/ist)

Sejarah Seni Minimalis: Jejak Awalnya dari De Stijl Belanda (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Desain arsitektur minimalis yang dikenal saat ini tak lepas dari sejarah pergerakan seni modern Belanda yang dikenal sebagai De Stijl.

Gerakan ini didirikan di Leiden, Belanda pada tahun 1917 oleh sekelompok seniman dan arsitek, Theo van Doesburg, Piet Mondrian, dan Gerrit Rietveld. 

De Stijl yang artinya the style atau gaya dalam bahasa Indonesia merupakan karya yang khas dengan gaya neoplastisnya.

Penggunaan bentuk geometris yang abstrak, khususnya persegi panjang, dan warna-warna primer, beserta hitam dan putih.

Meskipun De Stijl merupakan gerakan yang utamanya terdapat dalam seni lukis dan arsitektur, gerakan ini juga dapat ditemukan dalam tipografi, desain industri, tekstil, dan banyak lagi.

Banyak kita temukan desain-desain minimalis yang menjadi tren hingga kini. Seperti arsitektur rumah, interior, furnitur, mode dan lainnya.

Ini semua tak lepas dari sejarah De Stijl yang membawa warna kesederhanaan namun tetap memiliki nilai seni tinggi.

Sejarah De Stijl

Pengaruh terbesar dari seni ini adalah Perang Dunia I.
Belanda netral selama perang, warga negara Belanda sebagian besar tidak dapat meninggalkan negara mereka.

Hal ini berlaku bagi Theo van Doesburg, seorang seniman dan penulis yang merasa terisolasi dari gerakan seni yang lebih besar di seluruh benua dan dunia.

Van Doesburg kemudian memutuskan untuk memulai gerakannya sendiri.

Setelah bertemu dengan beberapa seniman yang berpikiran sama dan juga mencari kolaborator, Van Doesburg memulai sebuah majalah dengan pelukis Piet Mondrian yang berjudul “De Stijl.”

Dalam publikasi inilah prinsip-prinsip panduan gerakan tersebut diuraikan, dimulai pada tahun 1917.

Van Doesburg dan Mondrian berusaha menciptakan seni sebagai bahasa universal, untuk penebusan dosa setelah melihat kengerian Perang Dunia.

Produksi massal dan industrialisasi yang dimulai dengan cepat selama Perang Dunia I memiliki pengaruh yang mendalam pada seniman De Stijl.

Mereka percaya bahwa individu menjadi tidak relevan, dan bahwa seni harus mencerminkan aspek alam yang paling sederhana dan paling universal.

Gerakan ini membuat gelombang besar dalam perkembangan seni abad ke-20.

Hingga kini prinsip-prinsip dasar De Stijl terus digunakan dan berkembang.

Di tahun 90-an misalnya arsitektur minimalis menjadi tren desain rumah modern dan masih disukai  hingga kini. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: de stijlsejarah seni minimalisseni minimalis
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Peta Selat Malaka yang menunjukkan jalur pelayaran strategis dunia, menghubungkan perdagangan internasional dan menjadi sorotan rivalitas Amerika Serikat dan China

Selat Malaka Memanas, Warisan Kerajaan Sriwijaya yang Jadi Arena Rivalitas AS–China

Jet tempur F-15K Korea Selatan terbang dalam formasi latihan di langit Daegu

AU Korea Selatan Minta Maaf atas Insiden Tabrakan Dua Jet F-15K saat Latihan di Daegu

Jembatan Cangar Batu Mojokerto lokasi bunuh diri dan fenomena Werther Effect

Jembatan Cangar Kembali Jadi Lokasi Bunuh Diri, Efek Werther di Media Sosial Disorot

  • Jembatan Cangar Batu Mojokerto lokasi bunuh diri dan fenomena Werther Effect

    Jembatan Cangar Kembali Jadi Lokasi Bunuh Diri, Efek Werther di Media Sosial Disorot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Larung Sembonyo Trenggalek 2026: Ribuan Warga Ikuti Ritual Syukur Nelayan Prigi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Kediri Tak Punya Strategi Lanjutkan Proyek Alun-alun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In