Poin Penting:
- Jembatan Cangar kembali jadi lokasi bunuh diri dalam waktu berdekatan
- Fenomena ini diduga dipicu Werther Effect akibat viral di media sosial
- Publik diminta tidak meromantisasi kasus dan lebih bijak bermedia sosial
Bacaini.ID, KEDIRI – Kasus bunuh diri kembali terjadi di Jembatan Cangar yang menghubungkan Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Peristiwa ini jadi sorotan karena terjadi berulang dalam waktu berdekatan dan diduga berkaitan dengan fenomena Werther Effect atau copycat suicide yang dipicu oleh viralnya konten di media sosial.
Pada Kamis 24 April 2026 seorang pemuda 24 tahun asal Kabupaten Lumajang ditemukan tewas bunuh diri di lokasi jembatan Cangar dengan meninggalkan sandal, sepeda motor dan helm. Pada 23 hari sebelumnya atau tepatnya 31 Maret 2026, di lokasi yang sama, pemuda asal Mojokerto juga ditemukan tewas bunuh diri dengan meninggalkan jejak yang kurang lebih sama.
Dalam psikologi, perilaku bunuh diri ini bisa dikategorikan sebagai Werther Effect atau Copycat Suicide. Fenomena imitasi perilaku bunuh diri yang salah satunya dipicu oleh media. Pada kasus pertama, potongan video seorang pengguna jalan yang tak sengaja merekam korban sebelum tewas, berdiri melamun di pinggir pagar jembatan Cangar, viral di media sosial.
Potongan video yang menggambarkan korban saat ‘galau’ memicu simpati warganet yang tidak hanya mendoakan, namun juga berbondong-bondong mengunjungi lokasi bunuh diri, meletakkan bunga, kopi, rokok, makanan sebagai bentuk empati. Bahkan muncul istilah ‘Mawar Hitam’ untuk menggambarkan suasana duka di Jembatan Cangar.
Tindakan ‘meromantisasi’ inilah yang dikhawatirkan menimbulkan efek meniru perilaku bunuh diri, dan terbukti kasus bunuh diri tersebut terulang. Korban yang seumuran ditemukan tidak bernyawa di lokasi yang sama dan meninggalkan jejak sama.
Apa Itu Werther Effect?
Dalam jurnal yang diterbitkan National Institutes of Health (NIH), menyebutkan bahwa Werther Effect dalam ilmu sosial dan kedokteran, digunakan sebagai sinonim untuk efek imitasi perilaku bunuh diri (Copycat Suicide) yang dipicu oleh media.
Istilah Werther Effect diambil dari judul novel penulis populer asal Jerman, Johann Wolfgang von Goethe, berjudul Die Leiden des jungen Werthers (Penderitaan Pemuda Werther) yang pertama kali terbit pada tahun 1774.
Novel ini berkisah tentang pemuda bernama Werther yang melakukan bunuh diri karena patah hati. Dalam novel tersebut dikisahkan dengan detail bagaimana ia menembak dirinya sendiri, sambil mengenakan pakaian khasnya: jas biru, rompi kuning.
Sesaat setelah novel tersebut booming, populer di Eropa, terjadi gelombang kasus bunuh diri di kalangan pemuda dengan cara yang sama seperti Werther. Banyak dari korban ditemukan tewas dengan pakaian identik Werther, dan membawa buku novel tersebut.
Fenomena yang begitu masif setelah novel ‘viral’ pada masanya, membuat beberapa negara akhirnya melarang masuk karya Goethe itu. Penggunaan istilah Werther Effect, lantas digunakan dalam dunia medis atau psikologi di tahun 1974, oleh sosiolog, David Phillips. Dalam penelitiannya, terbukti bahwa angka bunuh diri cenderung melonjak setelah adanya pemberitaan luas mengenai kasus bunuh diri di media massa.
Cara Mencegah Werther Effect di Media Sosial
Hindari menjadi bagian dari orang-orang yang ‘meromantisasi’ kasus bunuh diri. Empati bisa ditunjukkan dengan cara yang lebih edukatif, agar tidak menimbulkan keinginan meniru perilaku bunuh diri oleh orang-orang yang memang memiliki kecenderungan untuk itu. Sebagai pengguna media sosial, berikut cara yang bisa dilakukan agar Werther Effect tidak terjadi:
Berhenti Menyebarkan Konten
Jangan membagikan foto, video atau surat wasiat korban, karena berpotensi menjadi pemicu bagi orang lain untuk melakukan tindakan yang sama.
Berhenti Membuat Konten yang Menyangkut Korban
Jangan membuat konten apapun yang menyangkut korban, apalagi hanya untuk menaikkan engagement. Biasanya, kasus-kasus viral akan menarik konten kreator atau pengguna media sosial untuk membuatnya menjadi tema konten media sosial mereka. Meskipun nampak sebagai wujud empati, namun ini bisa ‘meromantisasi’ kasus bunuh diri yang dapat memicu orang lain melakukan tindakan serupa.
Laporkan Konten Berbahaya
Gunakan fitur ‘report’ pada platform media sosial jika menemukan konten yang meromantisasi tindakan bunuh diri atau aksi menykiti diri sendiri.
Promosikan Papageno Effect
Efek Papageno merupakan lawan kata dari Werther Effect, fenomena pemberitaan tentang seseorang yang berhasil mengatasi krisis mental. Konten-konten seperti ini akan memberikan inspirasi positif bagi orang lain
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





