• Login
Bacaini.id
Monday, June 15, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

3 Makhluk Mitologi Indonesia yang Mirip Legenda Dunia, Ada Nyi Blorong

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
15 June 2026 08:05
Durasi baca: 5 menit
Ilustrasi perbandingan makhluk mitologi Indonesia Nyi Blorong, Lembuswana, dan Ahool dengan legenda dunia

Sejumlah makhluk dalam folklor Indonesia memiliki kemiripan visual dengan legenda bangsa lain, tetapi menyimpan makna budaya yang berbeda (foto/ist)

Poin Penting:

  • Nyi Blorong, Lembuswana, dan Ahool memiliki kemiripan visual dengan makhluk mitologi dari Yunani dan Amerika
  • Meski bentuknya mirip, setiap budaya memberi makna dan pesan moral yang berbeda
  • Fenomena ini menunjukkan manusia di berbagai tempat sering menciptakan simbol yang serupa untuk memahami dunia

Bacaini.ID, KEDIRI – Di berbagai belahan dunia, manusia menciptakan cerita tentang makhluk misterius dengan bentuk yang sering kali mengejutkan karena memiliki kemiripan satu sama lain. Indonesia pun memiliki sejumlah sosok dalam folklor (cerita rakyat) yang secara visual menyerupai legenda bangsa lain, meski menyimpan makna budaya yang berbeda.

Baca Juga:

  • Pantangan Bulan Suro dalam Tradisi Masyarakat Jawa Timur

Fenomena kesamaan folklor menurut para ahli adalah bukti bahwa manusia di berbagai tempat sering menciptakan simbol yang mirip untuk menggambarkan sesuatu. Meskipun secara visual mirip, setiap makhluk mitologi memiliki makna dan pesan yang sering berbeda satu sama lain.

Berikut tiga makhluk mitologi Indonesia yang memiliki kemiripan secara visual dengan makhluk mitologi bangsa lain:

Nyi Blorong dan Lamia, Perempuan Ular dengan Makna Berbeda

Nyi Blorong merupakan salah satu tokoh paling terkenal dalam folklor Jawa. Ia biasanya digambarkan sebagai perempuan cantik dengan bagian tubuh ular, terutama dari pinggang ke bawah. Dalam berbagai cerita rakyat, Nyi Blorong kerap dikaitkan dengan pesugihan, kekayaan, dan perjanjian gaib.

Baca Juga:

  • Asal Usul Hantu Pocong di Indonesia: Produk Sinkretisme Nusantara

Sosok ini sering muncul sebagai figur yang memikat manusia dengan kecantikan dan janji kemakmuran, tetapi di baliknya terdapat konsekuensi yang harus dibayar.

Banyak yang menyandingkan Nyi Blorong dengan sosok Medusa, perempuan berambut ular makhluk mitologi asal Yunani. Namun sebenarnya, ada makhluk bernama Lamia yang memiliki kemiripan cukup mencolok dengan Nyi Blorong.

Lamia digambarkan sebagai perempuan bertubuh ular yang digambarkan cantik, namun lebih sering digambarkan sebagai monster dengan wajah menyeramkan yang bisa mencopot matanya sendiri untuk beristirahat.

Dalam berbagai versi mitologi Yunani, Lamia dikenal sebagai sosok yang mampu memikat manusia sekaligus membawa bahaya karena ia dikenal sebagai monster yang suka memangsa anak-anak.

Meski berasal dari tradisi yang berbeda, penggambaran makna yang juga berbeda, keduanya memiliki beberapa kesamaan yang menggabungkan unsur perempuan dan ular, dua simbol yang dikaitkan dengan kekuatan gaib dan godaan.

Bedanya, Nyi Blorong digunakan sebagai simbol peringatan moral terhadap keserakahan manusia, sementara Lamia melambangkan dendam dan duka mendalam yang bisa membuat manusia berubah menjadi ‘monster’.

Dalam budaya Yunani Kuno, cerita tentang Lamia seringkali digunakan untuk menakut-nakuti anak agar patuh pada orangtua.

Lembuswana dan Chimera, Makhluk Gabungan yang Berlawanan Makna

Jika Nyi Blorong mewakili sosok manusia-hewan, maka Lembuswana adalah contoh makhluk komposit atau gabungan berbagai hewan dalam satu tubuh. Lembuswana merupakan makhluk mitologi sakral yang berasal dari Kesultanan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Makhluk ini menjadi salah satu simbol penting dalam budaya Kutai dan masih dapat ditemukan dalam berbagai ornamen, patung, maupun lambang daerah. Penggambarannya bervariasi, tetapi umumnya bentuk Lembuswana adalah makhluk dengan kepala lembu jantan bermahkota emas, memiliki belalai dan taring raksasa, berbadan singa yang dipenuhi sisik ikan. Kakinya bertaji, dan digambarkan memiliki sayap burung garuda yang gagah.

Sementara itu, dalam mitologi Yunani juga mengenal makhluk serupa dengan nama Chimera, yang pada akhirnya digunakan sebagai istilah universal untuk menyebut semua makhluk mitologi yang tubuhnya terdiri dari gabungan beberapa jenis hewan.

Chimera Yunani memiliki wujud singa jantan di bagian depan, sementara bagian tengah punggungnya tumbuh kepala kambing jantan. Ekornya adalah ular berbisa dan terkadang digambarkan berkepala naga.

Jika Lembuswana menjadi simbol kesakralan dan makhuk pelindung, berbanding terbalik dengan Chimera yang merupakan monster pembawa bencana. Perbedaan ini menunjukkan bagaimana dua budaya dapat menciptakan konsep makhluk yang mirip, namun memberikan makna yang sangat berbeda.

Ahool dan Mothman, Legenda Modern Makhluk Bersayap Misterius

Dibandingkan Nyi Blorong dan Lembuswana yang berasal dari tradisi lama, Ahool termasuk makhluk yang relatif lebih modern dalam cerita rakyat Indonesia.
Legenda Ahool berasal dari Jawa Barat.

Makhluk ini pertama kali populer setelah laporan naturalis Belanda-Inggris, Ernest Bartels, pada tahun 1925. Dalam laporannya, Bartels mengaku melihat makhluk bersayap besar di sekitar kawasan Gunung Salak.

Ahool digambarkan sebagai makhluk mirip kelelawar raksasa dengan kepala seperi monyet. Sayapnya memiliki rentang yang lebar dan terhubung dari lengan hingga kaki. Suaranya berupa pekikan keras yang terdengar seperti kata ‘ahoool’, dan dari situlah ia dinamai.

Hingga kini, keberadaan Ahool belum pernah dibuktikan secara ilmiah. Karena itu, ia lebih sering dikategorikan sebagai kriptid, yaitu makhluk yang dipercaya sebagian orang ada tetapi belum memiliki bukti ilmiah yang memadai.

Di Amerika Serikat terdapat sosok yang sering dibandingkan dengan Ahool, yakni Mothman.
Mothman pertama kali terkenal setelah serangkaian laporan penampakan di Point Pleasant, West Virginia, pada 1966–1967. Makhluk ini digambarkan sebagai sosok humanoid bersayap besar dengan mata merah menyala.

Berbeda dengan Ahool yang menyerupai kelelawar, Mothman lebih sering digambarkan memiliki bentuk campuran manusia dan ngengat. Namun keduanya memiliki sejumlah kesamaan: sama-sama makhluk bersayap misterius, sering terlihat pada malam hari, dan menjadi bagian dari legenda modern yang terus diperbincangkan hingga sekarang.

Fenomena seperti Ahool dan Mothman menunjukkan bahwa bahkan di era modern, manusia masih menciptakan cerita tentang makhluk misterius yang hidup di luar jangkauan pengetahuan kita.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: bacaini.idcerita rakyatmitologimitologi indonesianyi blorong
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi perbandingan makhluk mitologi Indonesia Nyi Blorong, Lembuswana, dan Ahool dengan legenda dunia

3 Makhluk Mitologi Indonesia yang Mirip Legenda Dunia, Ada Nyi Blorong

Petugas kepolisian melakukan pembongkaran makam korban dugaan penganiayaan di TPU Desa Peterongan Jombang

Polisi Bongkar Makam Penyandang Autis di Jombang, Diduga Dianiaya Kakak Kandung

Megawati Soekarnoputri berziarah dan berdoa di makam Bung Karno Kota Blitar didampingi sejumlah petinggi PDIP

Isi Doa Megawati di Blitar Seperti Mimpi Bung Karno

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In