• Login
Bacaini.id
Friday, July 31, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

BRIN: Piring Keramik Bisa Sebabkan Paparan Timbal pada Anak

Penelitian BRIN mengungkap peralatan makan berbahan keramik menjadi sumber paparan timbal terbesar di lingkungan rumah tangga

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
31 July 2026 11:30
Durasi baca: 5 menit
BRIN mengungkap bahaya paparan timbal dari piring keramik yang dapat mengganggu perkembangan otak dan kecerdasan anak

Ilustrasi peralatan makan berbahan keramik yang menurut penelitian BRIN berpotensi menjadi sumber paparan logam berat timbal pada anak (foto/ist)

Bacaini. ID, KEDIRI — Paparan logam berat timbal masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak di Indonesia. Penelitian terbaru Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bahwa peralatan makan berbahan keramik menjadi salah satu sumber utama paparan timbal yang dapat menurunkan kecerdasan (IQ), mengganggu perkembangan otak, hingga meningkatkan risiko ADHD.

Baca Juga: Bahaya 16 Kosmetik yang Diamankan BPOM, Berikut Daftarnya

Studi komprehensif Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi (PR KMG) BRIN yang berkolaborasi dengan organisasi publik Fitra serta lembaga kesehatan global Vital Strategies mengonfirmasi bahwa sebanyak 14,6 persen anak-anak yang menjadi subjek penelitian pada kurun waktu 2025 memiliki kadar timbal dalam darah yang telah melampaui batas aman. 

Bahaya Paparan Timbal dari Peralatan Makan Keramik

Peneliti PR KMG BRIN, Tities Puspita, dalam keterangan yang dipublikasikan di laman resmi BRIN, menegaskan bahwa untuk menangani krisis ini secara tuntas, tim peneliti tidak sekadar melakukan pengambilan sampel darah pada anak-anak. Pendekatan riset dilakukan secara holistik dengan memetakan seluruh ekosistem lingkungan tempat tinggal subjek. Para periset mengumpulkan dan menguji berbagai material mikro di sekitar rumah, mulai dari partikel debu lantai, sampel tanah halaman, hingga endapan bahan kimia yang menempel pada serat pakaian kerja orang tua.

Baca Juga: 3 Wedang Tradisional Nusantara yang Masih Eksis, Kaya Rempah dan Jaga Kebugaran

Dari penelusuran laboratorium tersebut, terungkap fakta mengejutkan mengenai kontribusi barang-barang harian rumah tangga terhadap paparan toksik. Peralatan dapur yang sering dianggap aman untuk menyajikan makanan keluarga justru mencatatkan persentase potensi paparan timbal yang sangat dominan.

Peralatan makan berbahan keramik menempati urutan tertinggi dengan menyumbang potensi paparan hingga 26,67 persen. Posisi berikutnya disusul oleh alat masak berbahan logam paduan sebesar 20,28 persen, wadah makanan berbahan plastik sebesar 9,55 persen, serta mainan anak-anak berspesifikasi non-standar sebesar 7,32 persen.

Piring keramik yang selama ini dianggap aman, ternyata menyimpan racun tersembunyi. Secara ilmiah, keberadaan timbal pada wadah keramik berakar dari proses manufaktur dan pewarnaan. Timbal oksida kerap ditambahkan ke dalam adonan lapisan glasir serta pigmen cat dekoratif. Senyawa timbal ini berfungsi secara teknis untuk menurunkan titik lebur adonan saat dibakar, sehingga memangkas biaya energi pabrik, sekaligus memberikan hasil akhir permukaan piring yang sangat mulus, mengkilap, dan berwarna cerah.

Namun, jika proses pembakaran tidak dilakukan pada suhu tinggi yang presisi, ikatan kimia timbal dalam keramik menjadi tidak stabil. Ketika piring keramik bermotif tersebut digunakan untuk menampung makanan yang sangat panas atau bersifat asam, seperti kuah sup tomat, sayur asam, atau saus berbasis cuka, terjadi reaksi kimia peluruhan.

Asam dan suhu tinggi bertindak sebagai zat pelarut yang melepas molekul timbal dari lapisan cat piring langsung ke dalam makanan yang kemudian tertelan oleh anak. Hal serupa terjadi pada peralatan masak logam bermutu rendah atau teflon yang terkelupas, di mana logam berat dapat terkikis secara mekanis dan bercampur dengan masakan sehari-hari.

Dampak Paparan Timbal terhadap Kesehatan Anak

Dampak biologis paparan timbal pada anak jauh lebih merusak dibandingkan pada orang dewasa. Secara fisiologis, saluran pencernaan anak-anak memiliki tingkat penyerapan racun yang jauh lebih agresif. Ketika molekul timbal masuk ke dalam sistem pembuluh darah, tubuh mengidentifikasi logam berat ini secara keliru sebagai kalsium karena kemiripan struktur muatan ionik.

Baca Juga: BRIN Temukan Rhododendron yombuwurii, Spesies Baru Sulawesi Tengah yang Unik

Akibatnya, timbal menembus sawar darah otak dan diendapkan dalam jaringan saraf serta tulang. Pada tingkat seluler, timbal memicu stres oksidatif parah, merusak sinapsis otak, serta menghambat pembentukan mielin, lapisan pelindung serat saraf. Dampak jangka panjangnya sangat fatal: penurunan skor IQ secara permanen, gangguan pemusatan perhatian (ADHD), kesulitan belajar, hiperaktivitas, hingga gangguan pertumbuhan fisik.

Cara Mencegah Paparan Timbal pada Anak

Menghindari wadah makan berbahan keramik kualitas buruk dan plastik menjadi salah satu langkah awal yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah paparan timbal pada anak. Sebagai gantinya, penggunaan wadah makanan berbahan kaca bening bisa menjadi pilihan terbaik.

Baca Juga: Katak Bertaring Spesies Baru Temuan BRIN di Kalimantan

Selain mengganti peralatan makan, riset kesehatan masyarakat juga menekankan pentingnya pendekatan nutrisi sebagai benteng pertahanan internal tubuh anak. Secara biologis, kalsium, zat besi, dan vitamin C bertindak sebagai ‘tameng’ yang menghambat penyerapan timbal di dalam usus.

Anak-anak yang rutin mengonsumsi makanan kaya kalsium seperti susu dan yoghurt, serta kecukupan zat besi dari daging dan sayuran, memiliki tingkat penyerapan timbal yang jauh lebih rendah. Tubuh yang kaya akan pasokan kalsium secara otomatis akan menolak penyerapan timbal pada reseptor usus dan membuang logam beracun tersebut melalui saluran ekskresi.

Di sisi lain, langkah sanitasi fisik di rumah tidak boleh diabaikan. Menyapu lantai secara kering sangat tidak dianjurkan karena justru akan menerbangkan partikel debu bertimbal ke udara hingga terhirup oleh anak. Pembersihan rumah harus dilakukan dengan metode mengepel basah (wet mopping).

Para orang tua yang bekerja di lingkungan berisiko tinggi, seperti bengkel kendaraan, pabrik cat, atau industri peleburan, diwajibkan melepas alas kaki di luar rumah serta segera mengganti pakaian sebelum berinteraksi dengan anak.

Temuan BRIN menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan anak tidak hanya bergantung pada kualitas makanan, tetapi juga keamanan peralatan makan yang digunakan setiap hari. Memilih wadah makanan yang aman, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah dapat membantu mengurangi risiko paparan timbal dan melindungi tumbuh kembang anak secara optimal.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: anakBrinkeramiklogam beratpiring keramiktimbal
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

BRIN mengungkap bahaya paparan timbal dari piring keramik yang dapat mengganggu perkembangan otak dan kecerdasan anak

BRIN: Piring Keramik Bisa Sebabkan Paparan Timbal pada Anak

Wedang tradisional Nusantara seperti Wedang Ronde, Sarabba, dan Teh Talua kaya rempah untuk menghangatkan tubuh

3 Wedang Tradisional Nusantara yang Masih Eksis, Kaya Rempah dan Jaga Kebugaran

keterwakilan perempuan di parlemen negara ASEAN, Timor Leste tertinggi sementara Indonesia berada di posisi keenam menurut ADB 2026

Fakta Mengejutkan, Timor Leste Lampaui Indonesia dalam Politik Perempuan

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In