Poin Penting:
- Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada 14 September 2026.
- LHKPN 2025 mencatat Suahasil memiliki harta Rp138,17 miliar, dengan surat berharga menjadi salah satu aset terbesar.
- Suahasil sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan menegaskan pentingnya efisiensi anggaran.
Bacaini.ID, JAKARTA – Suahasil Nazara resmi menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (14/9/2026), Menteri Keuangan Suahasil Nazara tercatat memiliki harta kekayaan mencapai Rp138,17 miliar berdasarkan LHKPN 2025.
Sebelum dilantik menjadi Menkeu menggantikan Purbaya, Suahasil Nazara menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak tahun 2019. Sebelumnya pada tahun 2016 pernah menjabat Kepala Badan Kebijakan Fiskal. Ia juga memiliki rekam jejak Guru Besar Ilmu Ekonomi UI pada tahun 2009 dengan latar belakang S2 Cornell University, Amerika Serikat (1997) dan meraih PhD Ekonomi, University of Illinois at Urbana-Champaign (2003).
Menteri Keuangan Suahasil Nazara berkomitmen menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara dan sekaligus memastikan APBN mampu mendukung program prioritas pemerintah. Sementara seperti tercatat di lembar laporan utama LHPN KPK 31 Desember 2025, harta Suahasil Nazara mencapai Rp138,17 miliar atau tepatnya Rp138.167.334.176.
Perinciannya, lima aset tanah dan bangunan senilai Rp49 miliar atau tepatnya Rp49.857.555.000. Kemudian lima aset alat transportasi dan mesin senilai Rp1,2 miliar atau tepatnya Rp1.228.000.000. Dari lima mobil yang dimiliki tersebut, yang termahal adalah Toyota Alphard tahun 2019, yakni senilai Rp518 juta.
Tercatat juga harta bergerak lain sebesar Rp9 miliar atau tepatnya Rp9.078.963.407, kemudian surat berharga senilai Rp66 miliar atau tepatnya Rp 66.876.177.492, kas dan setara kas sebesar Rp6.037.703.482 serta harta lainnya sebesar Rp5.122.926.498.
Dalam LHKPN tahun 2025, Menkeu Suahasil Nazara juga tercatat memiliki hutang sebesar Rp33.991.703. Sementara saat usai dilantik, Menkeu Suahasil juga menyinggung soal efisiensi. Dikatakannya efisiensi bukan sekedar pemotongan belanja, melainkan memastikan setiap anggaran menghasilkan keluaran maksimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Efisiensi itu bukan hanya sekadar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan outputyang maksimal,” katanya. (sa/edt)




