• Login
Bacaini.id
Friday, July 31, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

3 Wedang Tradisional Nusantara yang Masih Eksis, Kaya Rempah dan Jaga Kebugaran

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
31 July 2026 10:11
Durasi baca: 5 menit
Wedang tradisional Nusantara seperti Wedang Ronde, Sarabba, dan Teh Talua kaya rempah untuk menghangatkan tubuh

Beragam wedang tradisional Nusantara seperti Wedang Ronde, Sarabba, dan Teh Talua masih menjadi minuman favorit karena cita rasa rempah dan manfaatnya bagi kebugaran (foto/ist)

Poin Penting:

  • Wedang tradisional Nusantara seperti Wedang Ronde, Sarabba, dan Teh Talua tetap bertahan sebagai minuman rempah yang dipercaya membantu menjaga kebugaran dan menghangatkan tubuh
  • Setiap wedang memiliki sejarah panjang hasil perpaduan budaya dan tradisi lokal, mulai dari Jawa, Makassar hingga Minangkabau
  • Selain menawarkan cita rasa khas, minuman tradisional ini kini kembali diminati sebagai bagian dari tren gaya hidup sehat berbahan alami

Bacaini.ID, KEDIRI — Wedang tradisional khas Nusantara atau minuman rempah merupakan salah satu kekayaan kuliner nenek moyang yang hingga kini masih bertahan, dan menjadi salah satu tren gaya hidup sehat masa kini.

Baca Juga: Apa Saja Kain Nusantara yang Menjadi Warisan Budaya?

Minuman berbasis rempah tersebut bukan sekadar penawar rasa dingin, melainkan bukti nyata kearifan lokal yang telah teruji khasiatnya secara medis maupun budaya selama lintas generasi.

Wedang Tradisional Nusantara, Warisan Leluhur yang Tetap Digemari

Secara etimologis, istilah wedang diserap dari bahasa Jawa yang merujuk pada minuman hangat hasil seduhan atau rebusan bahan alami. Berbeda dengan jamu yang kerap diidentikkan dengan rasa pahit dan fungsi pengobatan yang spesifik, wedang menyajikan pengalaman rasa yang lebih ramah di lidah.

Perpaduan antara rasa pedas hangat rimpang, keharuman minyak atsiri, serta rasa manis alami dari gula aren atau gula batu menjadikan wedang sebagai sajian harian yang inklusif untuk semua kalangan.

Baca Juga: Kearifan Lokal Masyarakat Adat: Penjaga Hutan yang Diabaikan

Berikut beberapa wedang khas Nusantara yang masih eksis dan menjadi andalan warga lokal sebagai minuman kebugaran:

Wedang Ronde, Minuman Hangat Hasil Akulturasi Jawa dan Tiongkok

Minuman tradisional ini merupakan perpaduan dari budaya Jawa, Tiongkok dan Belanda. Ronde merupakan hasil inovasi dari hidangan asal Tiongkok, bernama tangyuan atau yuanxiao, yaitu bola-bola tepung ketan yang disajikan dalam sup manis atau kaldu.

Para imigran dan pedagang Tiongkok membawa tradisi ini ke Pulau Jawa. Namun karena orang Jawa menyukai minuman rempah penghangat badan, sup manis asli Tiongkok diganti dengan rebusan kuah jahe, gula merah, serai, dan daun pandan dan disebut sebagai Wedang Guyub, minuman saat berkumpul.

Nama ‘ronde’ sendiri muncul pada masa kolonial Belanda. Orang-orang Belanda yang melihat bentuk bola ketan ini menyebutnya ‘rond-je’. Rond artinya bulat dan dalam tata bahasa Belanda, kata jamak atau pengecil sering ditambah akhiran ‘-je’ menjadi rondje, bulat-bulat kecil. Lidah masyarakat lokal menyerapnya menjadi ‘ronde’.

Hingga kini, ronde menjadi minuman penghangat badan dan kebugaran. Sensasi hangat jahe dan rempah lainnya, mochi legit dan isian wedang ronde seperti sagu mutiara, cocok dinikmati di malam hari. 

Sarabba, Minuman Rempah Khas Makassar Penambah Stamina

Sarabba merupakan minuman tradisional khas Indonesia Timur yang berbasis susu, jahe, dan rempah-rempah kuat dengan tekstur yang cenderung kental. Kuning telur ayam kampung atau telur bebek biasanya ditambahkan secara opsional untuk stamina ekstra. Sarabba populer sebagai minuman penghangat tubuh, penambah stamina, dan obat alami untuk mencegah masuk angin.

Baca Juga: Bacagaya Hadirkan Kelas “Find Your Balance”

Di Makassar, sarabba merupakan primadona kuliner malam. Minuman ini paling pas dinikmati saat cuaca dingin, musim hujan, atau malam hari di pinggir pantai. Pendamping wajib saat meminum sarabba adalah gorengan hangat, terutama pisang goreng atau sanggar dalam bahasa lokal, yang dicocol ke sambal khas Makassar.

Terdapat dua versi sejarah asal usul salabar. Versi pertama yang banyak diyakini oleh sejarawan dan budayawan, konon minuman penghangat ini dibawa oleh para pedagang Arab yang masuk ke wilayah Sulawesi Selatan seiring dengan penyebaran agama Islam.

Kata ‘sarabba’ diduga kuat diserap dari bahasa Arab, yaitu kata kerja syariba – yasrabu yang memiliki arti minum atau minuman. Sarabba juga dinilai sangat mirip dengan jenis minuman hangat berempah yang biasa disajikan di kota Makkah sebagai takjil atau pendamping kurma saat berbuka puasa.

Versi kedua, menyebutkan bahwa sarabba mulai diracik secara lokal pada abad ke-17 di lingkungan Kerajaan Gowa-Tallo, yang saat itu merupakan salah satu pusat bandar perdagangan rempah terbesar di Nusantara.

Pada awalnya, rebusan jahe kental dengan campuran gula aren dan rempah-rempah berharga tinggi ini merupakan minuman mewah yang hanya disajikan untuk kalangan raja dan bangsawan guna memulihkan stamina. Seiring waktu, resep ini juga bisa dibuat oleh masyarakat biasa dan berganti fungsi menjadi simbol kebersamaan warga yang disajikan saat ada kegiatan sosial setempat. 

Teh Talua, Minuman Energi Legendaris dari Minangkabau

Teh talua atau teh telur, berasal dari Sumatera Barat (Minangkabau). Minuman legendaris ini merupakan simbol energi dan kebanggaan masyarakat Minang yang terkenal dengan rasa manis, gurih, dan tekstur yang sangat kental.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan, Timor Leste Lampaui Indonesia dalam Politik Perempuan

Di masa lampau, teh talua bukan minuman untuk sembarang orang. Hidangan ini merupakan menu eksklusif yang hanya disajikan untuk para raja, sultan, dan kaum bangsawan atau etua adat di wilayah Minangkabau. Seiring waktu, minuman ini menyebar ke masyarakat luas dan menjadi minuman wajib bagi para petani sebelum berangkat ke sawah atau para pria Minang yang hendak berladang sebagai penambah energi.

Teh talua yang diracik dengan benar, akan menghasilkan gradasi lima warna yang estetik: lapisan kental manis yang putih di bawah, cairan coklat pekat dari teh di lapisan kedua, hasil perpaduan kocokan telur dan teh di lapisan ketiga, busa lembut dari kocokan telur di lapisan keempat, dan taburan bubuk kayu manis atau coklat sebagai pelengkap estetika di lapisan paling atas.

Meskipun mengandung kuning telur, minuman ini tidak berasa atau berbau amis karena teknik kocokan telur yang sampai berbusa tebal, dan perasan jeruk nipis di sentuhan akhir sebelum dihidangkan. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: minumanminuman rempahnusantararempahwedangwedang rondewedang tradisional
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Wedang tradisional Nusantara seperti Wedang Ronde, Sarabba, dan Teh Talua kaya rempah untuk menghangatkan tubuh

3 Wedang Tradisional Nusantara yang Masih Eksis, Kaya Rempah dan Jaga Kebugaran

keterwakilan perempuan di parlemen negara ASEAN, Timor Leste tertinggi sementara Indonesia berada di posisi keenam menurut ADB 2026

Fakta Mengejutkan, Timor Leste Lampaui Indonesia dalam Politik Perempuan

Bacagaya Hadirkan Kelas “Find Your Balance”

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In