• Login
  • Register
Bacaini.id
Thursday, January 15, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Mengenang Soe Hok Gie Sebagai Sejarawan yang Jernih

Soe Hok Gie tidak pernah membiarkan dirinya terpasung dalam tarikan sikap pro dan kontra

ditulis oleh Editor
18 December 2025 00:41
Durasi baca: 3 menit
soe hok gie

Mengenang Soe Hok Gie yang lahir 17 Desember (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Soe Hok Gie. Ia merupakan pemuda aktivis dan sekaligus sejarawan. Seorang penulis sejarah yang tidak pernah membiarkan terpasung dalam tarikan sikap pro dan kontra.

Gie selalu mengedepankan rasionalitas. Begitu yang diungkapkan Ahmad Syafii Maarif dalam kata pengantar buku Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan karya Soe Hok Gie.

“Rasionalitas dan pertimbangan yang jernih merupakan acuan dalam menyusun karya ini,” kata Ahmad Syafii Maarif seperti dikutip Bacaini.id Rabu (17/12/2025).

Baca Juga:

  • Profil Mochtar Lubis, Jurnalis “Penggonggong” Rezim Penindas
  • Profil Mas Marco Kartodikromo, Jurnalis yang Haram Menjilat Kekuasaan

Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan merupakan skripsi Soe Hok Gie dalam meraih gelar sarjana di jurusan Sejarah, Fakultas Sastra Universitas Indonesia Tahun 1969.

Judul aslinya Simpang Kiri dari Sebuah Jalan: Kisah Pemberontakan Madiun September 1948. Kemudian saat dibukukan diubah menjadi Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan.

Dalam kata pengantarnya, Ahmad Syafii Maarif juga memuji Soe Hok Gie sebagai seorang penulis dan sejarawan muda yang berbakat. Sayang, usianya tidak panjang.

Kelahiran Jakarta 17 Desember 1942 itu merupakan adik kandung Arief Budiman (Soe Hok Djin). Ayahnya bernama Salam Sutrawan (Soe Lie Piet) dan ibunya Nio Hoey An.

Anak ke-4 dari 5 bersaudara itu terkenal keras kepala dalam berprinsip. Salah satunya urusan nama. Gie kukuh bertahan dengan nama Tionghoanya. Menolak memakai nama Indonesia.

Soe Hok Gie aktif dalam Gerakan Mahasiswa Sosialis dan Gerakan Pembaruan. Getol menentang praktek korupsi. Kritis terhadap penguasa, baik Orde Lama maupun Orde Baru.

Gie seorang demonstran sekaligus penulis. Piawai mengungkapkan pikirannya dalam artikel politik dan kebudayaan. Pikiran-pikiran yang selalu memihak rakyat dan menentang ketidakadilan penguasa.

Catatan Seorang Demonstran menjadi salah satu karyanya yang terkenal. Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan, Di Bawah Lentera Merah dan Zaman Peralihan juga jadi rujukan yang tak kalah penting.

Soe Hok Gie seorang pecinta alam. Terutama gunung dan aktivitas pendakian. Bersama rekan-rekannya di kampus UI ia memelopori pendirian Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) pada November 1964.

Pada 16 Desember 1969 Gie mendaki gunung Semeru di Jawa Timur bersama beberapa rekan-rekannya. Ia ingin merayakan ulang tahunnya yang ke-27 di puncak gunung.

Namun sayang, semburan gas beracun Semeru menghalangi keinginannya. Soe Hok Gie menutup mata akibat menghirup gas beracun. Meninggal dunia sehari menjelang ultahnya yang ke-27.

Orang kemudian teringat ucapannya yang menyitir filsuf Yunani.

“Nasib baik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tetapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Bahagialah mereka yang mati muda”.

Kalau pada 17 Desember 2025 ini Soe Hok Gie masih ada, ia akan merayakan ultahnya yang ke-83 tahun. Met ultah Gie!.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: mengenang soe hok gie
Via: gie
Tags: bacaini.idSEJARAHsoe hok gie
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ratusan warga Desa Wonodadi Blitar menolak pembangunan gedung KDMP di lapangan desa

Warga Wonodadi Blitar Protes Lokasi Gedung KDMP, Dinas: Kurang Sosialisasi

Tips Atasi Rasa Canggung Bersama Keluarga Pasangan Saat Liburan Bareng

Long Weekend Isra Mikraj, Saatnya Healing dan Quality Time

Ilustrasi Calon Jemaah Haji Trenggalek yang belum melunasi BIPIH 2026

36 CJH Trenggalek Tak Lunasi BIPIH 2026, Kuota Haji Tak Terserap Maksimal

mount paltry
Tekno & Sains

Mount Paltry Gunung Terkecil di Dunia Sukses Kecoh Netizen Internasional

Bacaini.ID, KEDIRI – Mount Paltry diklaim sebagai gunung terkecil di dunia. Lantaran tingginya hanya 7 cm, informasi beserta visual itu...

Baca ini..

Napi Lapas Blitar Diduga Dianiaya Hingga Koma

Kebanyakan Kuliner di Blitar yang Ramai Karena Murah, Bukan Enak, Itu Tak Diragukan

Lapas Blitar Blak-blakan Soal Penganiayaan Napi yang Berujung Kematian

Paradigma Realisme dalam Hubungan Internasional

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist


Warning: array_sum() expects parameter 1 to be array, null given in /www/wwwroot/Bacaini/wp-content/plugins/jnews-social-share/class.jnews-social-background-process.php on line 112