• Login
Bacaini.id
Friday, May 29, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Mengenal Sistem Kalender Masyarakat Asia Tenggara, Ada Bali dan Burma

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
13 February 2025 12:48
Durasi baca: 2 menit
Mengenal Sistem Kalender Masyarakat Asia Tenggara, Ada Bali dan Burma (foto/ist)

Mengenal Sistem Kalender Masyarakat Asia Tenggara, Ada Bali dan Burma (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Tahun baru Imlek (China) baru saja dirayakan, yang itu sebelumnya didahului perayaan tahun baru Masehi 2025.

Selama ini diketahui ada beragam sistem kalender yang populer di masyarakat, di mana salah satunya yang paling kesohor adalah kalender Islam, Hijriyah.

Sementara terkhusus masyarakat Jawa juga memiliki sistem kalender sendiri, yang itu biasa diucapkan sebagai penanggalan Jawa.

Nyaris semua sistem kalender itu selalu mendasarkan pada perhitungan siklus bulan, matahari atau gabungan keduanya.

Yang tidak banyak diketahui, masyarakat di Asia Tenggara selama ini memiliki penanggalan tradisionalnya sendiri.

Mereka memakai bukan hanya untuk penanda waktu, tapi juga berguna dalam berbagai penanda aktivitas sosial, kultur maupun religi.

Dikutip dari Seasia News, beberapa sistem kalender yang ada di Asia Tenggara di antaranya:

Kalender Burma

Kalender Burma atau Myanmar calendar merupakan lunisolar calendar atau kalender suryacandra.

Kalender ini menggunakan fase bulan sebagai acuan utama, namun juga menambahkan pergantian musim dalam perhitungan tiap tahunnya.

Myanmar calendar atau kalender Burma ini sebagian besar berpatokan pada kalender Hindu dengan mencocokkan siklus musim setempat.

Kalender yang dirilis sejak Kerajaan Sri Ksetra tahun 640 M, masih digunakan hingga sekarang secara resmi, berdampingan dengan kalender Gregorian.

Kalender Burma digunakan untuk menandai hari raya tradisional dan festival tradisional lainnya.

Kalender Bali

Disebut juga kalender Pawukon atau Saka Bali. Sistem penanggalan dari Bali yang digunakan oleh masyarakat Hindu Bali di pulau Bali dan Lombok.

Kalender Bali memiliki keunikan karena tidak mutlak menggunakan perhitungan astronomis seperti Hijriyah maupun kalender Jawa.

Pada dasarnya, perhitungan kalender Bali mengacu pada posisi matahari dan bulan, namun dalam perhitungannya bisa dikompromikan hingga disebut sebagai penanggalan ‘konvensi’.

Kalender Khmer

Merupakan kalender tradisional Kamboja yang digunakan sejak meninggalnya Buddha di tahun 544 BCE.

Kalender Khmer menggunakan sistem lunisolar. Bulan menjadi acuan utama dalam perhitungan kalender Khmer, namun tanggal kalender disinkronkan dengan tahun matahari agar musim tidak berubah.

Kalender Khmer ini terkenal karena memiliki banyak hari libur yang disesuaikan dengan perayaan keagamaan.

Hingga kini, kalender Khmer masih digunakan secara resmi dalam pemerintahan Kamboja yang bersistem monarki. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: BaliBurmakalender asia tenggarapenanggalan jawa
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Musisi Indonesia sukses menembus industri musik dunia

Musisi Indonesia Go Internasional: NIKI, Rich Brian dan no na Guncang Musik Global

Ilustrasi hantu pocong dalam suasana malam di perkampungan Indonesia

Asal Usul Hantu Pocong di Indonesia: Produk Sinkretisme Nusantara

Olahan kambing bakar kecap ala Devina Hermawan dengan bumbu rempah dan irisan cabai merah

Resep Kambing Bakar Kecap ala Devina Hermawan, Tak Serepot Bakar Sate

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In