• Login
Bacaini.id
Thursday, April 16, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kemarau Basah Jadi Ancaman Petani Hortikultura Tulungagung

ditulis oleh Editor
21 July 2022 07:13
Durasi baca: 2 menit
Petani melakukan perawatan tanaman hortikultura. Foto: Bacaini/Setiawan

Petani melakukan perawatan tanaman hortikultura. Foto: Bacaini/Setiawan

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Petani hortikultura di Tulungagung mengeluhkan musim kemarau basah yang bisa membuat mereka gagal panen. Meski bisa ditanggulangi, mereka harus rela mengeluarkan ongkos yang lebih banyak untuk merawat tanaman hortikultura.

Seorang petani hortikultura di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Joko Prasetyo mengungkapkan, selama beberapa bulan terakhir petani hortikultura dibuat pusing karena masih terjadi hujan. Padahal jika melihat waktunya, seharunya sudah memasuki musim kemarau. Hal inilah yang dapat mengganggu proses tanam hortikultura.

“Beberapa bulan ini kami memang agak pusing untuk merawat tanaman agar tidak rusak ataupun mati akibat masih sering turun hujan. Tanaman hortikultura tidak bisa bertahan kalau mendapatkan air secara berlebih,” keluh Joko kepada Bacaini.id, Rabu, 20 Juli 2022.

Joko menjelaskan, agar dapat mempertahankan tanaman hortikultura, dia harus membuat lahan tanamannya lebih tinggi, dengan harapan tanaman tidak tergenang oleh ari ketika hujan turun. Selain itu, petani juga harus mengeluarkan ongkos lebih untuk membeli obat-obatan dan pupuk yang lebih banyak.

“Biasanya pada saat musim tanam kemarau, tidak perlu memberikan pupuk dan obat-obatan ekstra. Kalau pada cuaca seperti ini tanaman tidak diperhatikan dengan benar, tanaman bisa stress bahkan mati,” jelasnya.

Terpisah, Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Gatot Rahayu mengungkapkan, memang seharusnya musim hujan berakhir pada bulan April. Namun hingga kini ternyata juga masih terjadi hujan atau bisa dikatakan sebagai kemarau basah yang sangat mengganggu tanaman hortikultura.

“Tanaman seperti semangka, melon, bawang merah, bawah putih, serta cabai, tidak dapat bertahan dengan musim kemarau basah. Sehingga potensi gagal panen itu besar,” ungkap Gatot.

Gatot menyebutkan beberapa hal yang bisa dilakukan oleh petani untuk mencegah tanaman hortikultura rusak. Diantaranya dengan menyedot air yang membanjiri lahan, melakukan normalisasi saluran irigasi, atau memilih untuk menunda waktu tanam.

“Ketika banyak petani hortikultura yang menunda masa tanam, dampaknya jelas pada harga kebutuhan pokok di pasaran. Makanya harga cabai dan bawang sekarang ini mahal,” pungkasnya.

Penulis: Setiawan
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: dinas pertanian kabupaten tulungagungpetani tulungagungtanaman hortikultura
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

KPK melakukan penggeledahan di Pendopo Tulungagung

KPK Kembali Obok-obok Pendopo Tulungagung Bersama Kabag Umum

penggerebekan konten porno di hotel tulungagung oleh polisi

Nekat Produksi Konten Porno di Hotel Tulungagung, Dua Kreator Asal Kediri Ditangkap Polisi

Program redistribusi tanah di Blitar memberi kepastian hukum bagi petani sekaligus membuka akses ekonomi yang lebih luas. Foto: Bupati Blitar Rijanto menyerahkan sertifikat kepada warga (foto/ist)

72 Sertifikat Tanah Dibagikan, Bukti Nyata Keberpihakan Pemkab Blitar ke Petani

  • Petani di Ponorogo mengelola lahan pertanian sebagai bagian dari upaya swasembada pangan nasional

    Ponorogo dan Panggilan Sejarah: Dari Daerah Agraris Menuju Penyangga Kedaulatan Pangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wasiat Yai Mim yang Membuat Keluarga di Blitar Tidak Diam, Dimakamkan Sesuai Keinginan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj. Sekda Kota Kediri Segera Diganti, Ditunjuk dari Pemkot Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemblokiran TPA Klotok Picu Krisis Sampah di Kota Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waktunya Jual Emas! Harga Antam Hari Ini Tembus Rp2,89 Juta per Gram, Rekor Tertinggi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In