Poin Penting:
- Letda Bintang Revolusi mencuri perhatian saat memimpin yel-yel pembaretan Kopassus 2026 di Nusakambangan
- Perwira muda asal Blitar ini merupakan lulusan Taruna Nusantara dan Akmil dengan berbagai prestasi bergengsi
- Dibentuk dari keluarga berintegritas, ia menjadi sosok inspiratif dengan karakter disiplin dan kepemimpinan kuat
Bacaini.ID, BLITAR – Sosok Letda Mohammad Bintang Revolusi F.D., S.Tr. Han mencuri perhatian dalam tradisi pembaretan Kopassus 2026 di Pantai Permisan, Nusakambangan Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Perwira muda TNI AD asal Blitar ini tampil penuh wibawa saat memimpin yel-yel di momen sakral prajurit baret merah tersebut.
Baca Juga:
Dipanggul di tengah-tengah perwira muda yang lain, Bintang Revolusi memimpin yel-yel tradisi pembaretan Kopassus 2026 dengan suara lantang penuh ketegasan. Pembaretan Kopassus diketahui sebagai salah satu momen paling sakral dalam perjalanan prajurit Kopassus. Bukan hanya tentang simbol (baret merah), tapi legitimasi kehormatan yang dicapai dengan perjuangan fisik, mental, intelektual, dan loyalitas tanpa kompromi.
Siapa Letda Mohammad Bintang Revolusi? Lahir di Blitar 7 Juni 2001, Bintang begitu biasa disapa tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kuat dalam menanamkan nilai kedisplinan, pendidikan dan pengabdian masyarakat.
Sulung dengan 3 saudara yang semuanya laki-laki itu merupakan putra pasangan Mohammad Trijanto dan Novi Nurhayati. Trijanto dikenal sebagai aktivis anti korupsi yang kini juga Direktur Revolutionary Law Firm Kota Blitar.
Sementara Novi Nurhayati merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Sosial Kabupaten Blitar, yang selama ini dikenal sebagai sosok pengabdi negara di bidang pelayanan sosial dan kemanusiaan.
Dari kedua orang tuanya Bintang Revolusi mewarisi nilai-nilai yang membentuk karakternya: tegas dalam prinsip, berintegritas, disiplin serta peduli terhadap sesama.
Mohammad Trijanto mengatakan pendidikan karakter menjadi prioritas utama dalam mendidik putra-putranya. Hidup bukan hanya untuk sukses, tapi harus juga bermakna.
“Saya tidak pernah mendidik anak-anak saya hanya untuk menjadi sukses. Saya mendidik mereka agar hidupnya bermakna, berguna bagi bangsa, dan mampu meninggalkan jejak kebaikan,” tuturnya.
Hal penting yang perlu diketahui, keberhasilan yang dicapai putranya (Bintang Revolusi) merupakan hasil dari proses panjang, bukan lahir dari sesuatu yang instan.
“Sejarah tidak pernah mencatat mereka yang memilih jalan nyaman. Sejarah ditulis oleh mereka yang berani bertahan di jalan sulit,” tambahnya.
Perjalanan Pendidikan dari Taruna Nusantara hingga Akademi Militer
Mohammad Bintang Revolusi memulai pendidikan sekolah dasar di SD Bendogerit 1 Kota Blitar dan berlanjut ke SMP Negeri 1 Kota Blitar.
Sejak kecil intelektualnya sudah menonjol, terutama di bidang teknologi komputer. Prestasi dalam berbagai kompetisi teknologi, diraihnya. Mentalnya juga teguh.
Dari Blitar Bintang melanjutkan pendidikan sekolah menengah di SMA Taruna Nusantara Magelang, salah satu lembaga pendidikan kader bangsa paling bergengsi di Indonesia.
Kemudian berlanjut ke Akademi Militer (Akmil) Magelang, tempat ia menggembleng diri dalam tradisi kepemimpinan militer yang keras dan penuh disiplin.
Di Akademi Militer, Bintang aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan strategis seperti Macan Tidar, Poltar, dan Bendera. Ia juga dipercaya mengemban jabatan penting seperti, Kasi Pasiop dan Kalemustar.
Jabatan-jabatan yang diketahui hanya dipercayakan kepada taruna dengan kualitas kepemimpinan, tanggung jawab, dan keteladanan yang tinggi.
Puncaknya pada tahun 2024 Bintang Revolusi dinobatkan sebagai Taruna Terbaik Pendidikan Dasar Infanteri, prestasi prestisius yang menegaskan kapasitasnya sebagai perwira infanteri unggulan.
Selain itu ia juga meraih Tanggon Kosala Perak, penghargaan yang semakin memperkuat rekam jejak prestasinya.
Nilai Keluarga dan Inspirasi dari Orang Tua
Kemampuan Bintang Revolusi memimpin yel-yel telah dikenal sejak masa taruna. Dalam dunia militer, memimpin yel-yel bukan sekadar memandu teriakan bersama.
Seorang pemimpin yel-yel dituntut memiliki penguasaan emosi yang baik, berkharisma, memiliki ketegasan komando, serta berkemampuan membakar semangat kolektif.
Terbukti pada tradisi pembaretan Kopassus 2026, ia dipercaya sebagai pemimpin yel-yel. Pada tahun 2025 nama Bintang Revolusi juga muncul dalam momen kenegaraan penting di Akademi Militer Magelang saat penyambutan Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama Presiden RI Prabowo Subianto.
Momentum tersebut memperlihatkan bahwa kapasitasnya telah mendapatkan kepercayaan di berbagai level.
Semangat dan jejak kepemimpinan Letda Bintang Revolusi diikuti oleh Galang Satria Dijagad, adiknya. Saat ini Galang tengah menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara.
Sama dengan sang kakak, sejak kecil Galang, begitu biasa disapa telah meraih berbagai prestasi yang membanggakan. Dikenal sebagai atlet pencak silat, peraih medali penelitian remaja tingkat nasional dan penghargaan ajang penelitian internasional.
Membuktikan nilai-nilai yang ditanamkan kedua orang tuanya telah mendapatkan bentuknya. Kakak adik yang sama-sama mengambil jalur dunia militer itu selalu memegang pesan yang dicamkan sang ayah.
“Hidup hanya sekali. Jangan sekadar hidup. Jadilah berarti, berkontribusi, dan tinggalkan jejak yang dikenang sejarah”
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Solichan Arif





