Poin Penting:
- Polisi tetapkan 13 tersangka dalam kasus kekerasan anak di daycare Little Aresha Yogyakarta
- Video viral menunjukkan balita diikat dan mengalami perlakuan tidak manusiawi
- Daycare diketahui tidak memiliki izin resmi operasional
Bacaini.ID, YOGYAKARTA – Kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha, Umbulharjo, Yogyakarta, menghebohkan publik setelah polisi menetapkan 13 tersangka. Penggerebekan oleh Polresta Yogyakarta Jumat (24/4/2026) mengungkap praktik pengasuhan tidak manusiawi terhadap balita yang dititipkan di tempat tersebut.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat beberapa balita diikat kakinya dengan kain, hanya mengenakan diapers tanpa baju, dan beralas matras. Dalam foto-foto lain yang beredar, juga terdapat beberapa anak yang mengalami luka memar di area lengan mereka.
Sebuah video yang dibagikan salah satu orang tua korban menampilkan rekaman percakapan ibu dan korban yang menceritakan apa saja yang ia alami selama dalam pengasuhan pihak daycare. Balita tersebut mengatakan jika selama berada dalam daycare, kakinya diikat, mulutnya ditutup agar tidak menangis.
Baca Juga:
Dikutip dari laman resmi Pemprov Yogyakarta, penyidik Satreskrim Polresta Yogyakarta telah resmi menaikkan satatus hukum 13 orang menjadi tersangka dalam kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di daycare Little Aresha, Umbulharjo, setelah sebelumnya mengamankan 30 orang saat penggerebekan.
Keputusan tersebut dilakukan setelah kepolisian melakukan gelar perkara intensif pada Sabtu (25/4) malam. Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, dalam keterangannya menyatakan bahwa 13 orang tersangka sementara yang terdiri dari satu kepala yayasan, satu kepala sekolah dan 11 orang pengasuh.
Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis dalam UU No.35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Fokus penyidikan mencakup tindakan kekerasan fisik, penelantaran, perlakuan salah, hingga tindakan diskriminatif yang membiarkan anak dalam situasi berbahaya.
Baca Juga:
- Diskusi di Istana Gebang Blitar: Demokrasi Kehilangan Arah, Pancasila Tak Lagi Jadi Kompas Politik
- Peternak Rakyat di Persimpangan Perjanjian Dagang
Hingga kini kepolisian masih melakukan pendalaman mengenai motif para tersangka dan peran spesifik para tersangka. Selain itu, diketahui bahwa daycare tersebut tidak memiliki izin resmi.
Menurut kabar yang beredar, laporan mengenai kejanggalan pada daycare Little Aresha, dilakukan oleh seorang pengasuh baru yang tidak tahan dengan cara pengasuhan tempat tersebut yang dianggap tidak manusiawi.
Berdasarkan laporan tersebut, pihak berwajib bergerak cepat melakukan penggerebekan setelah mendapatkan bukti-bukti dari pelapor.
Tips Memilih Daycare yang Aman untuk Anak
Kasus yang terjadi di Yogyakarta menjadi pengingat orang tua untuk lebih selektif memilih tempat penitipan anak. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua sebelum memutuskan memilih daycare:
Legalitas dan Perizinan Resmi
Pastikan daycare memiliki izin resmi operasional. Di Indonesia, daycare atau Taman Penitipan Anak (TPA) idealnya terdaftar di Kementerian Pendidikan (Kemendikbudristek) atau memiliki akreditasi dari lembaga terkait.
Rasio Pengasuh dan Anak Harus Ideal
Ini merupakan faktor kemanan paling vital. Rasio yang terlalu besar membuat pengawasan tidak maksimal yang berisiko pada keselamatan anak. Standar idealnya adalah: untuk bayi usia 0-1 tahun, satu pengasuh menangani tiga anak. Sementara untuk toddler, usia 1-3 tahun, idealnya satu pengasuh maksimal menangani 5-6 anak.
Transparansi dan Sistem Keamanan
Pilih daycare yang memiliki kebijakan transparansi penuh seperti akses CCTV, bisa berkunjung sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan, dan prosedur penjemputan anak yang ketat demi keamanan.
Kompetensi Pengasuh Wajib Diperiksa
Jangan segan untuk menanyakan background para pengasuh. Pastikan mereka memiliki sertifikasi PAUD dan keterampilan lain yang berhubungan dengan pengasuhan anak. Kenali secara personal pengasuh dengan sering-sering mengajak ngobrol.
Lingkungan Daycare Harus Aman
Cek lokasi daycare dengan teliti. Pasatikan lantai tidak licin, kebersihan terjaga, stopkontak tertutup dan keamanan dasar lainnya. Periksa juga lingkungan sekitar apakah aman dan nyaman, jauh dari sumber polusi.
Kurikulum dan SOP yang Jelas
Daycare yang berkualitas memiliki jadwal harian yang terstruktur, bukan sekedar bermain, nonton TV tanpa arahan. Minta dokumen tertulis mengenai jadwal harian selama di daycare, SOP penanganan anak sakit, kedisiplinan hingga menu makanan jika daycare menyiapkannya.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





