Bacaini.ID, KEDIRI – Harga plastik di Indonesia mengalami kenaikan tajam pada April 2026, memicu keluhan pedagang di berbagai daerah. Lonjakan harga bahan baku yang dipengaruhi kenaikan harga minyak dunia membuat pedagang mulai membatasi pemberian kantong kresek kepada pembeli.
Baca Juga:
Keluhan para pedagang tentang kenaikan harga plastik membanjiri media sosial. Platform Threads penuh ‘curhatan’ para pebisnis food and baverages yang membagikan harga terbaru thinwall (wadah plastik) yang naik tajam. Sementara di Instagram, viral foto lapak pedagang yang memberi pengumuman pembelian di bawah 5000 rupiah tanpa kresek dan curhatan warganet mengenai kenaikan harga plastik.
Pedagang memang menjadi salah satu pengguna terbesar plastik yang digunakan untuk wadah dagangan mereka. Jika biasanya kantong kresek menjadi ‘bonus’ pembelian, kini pedagang menerapkan minimal pembelian untuk mendapatkan kantong kresek. Pun demikian dengan pengusaha kuliner yang menggantungkan bisnisnya pada wadah-wadah plastik.
Mau tak mau, pedagang harus menghitung ulang dan menyesuaikan harga penjualan agar tak tekor. Dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi kambing hitam atas melambungnya harga bahan baku plastik global.
Gangguan pada jalur distribusi di Selat Hormuz menyebabkan kekhawatiran pada ketersediaan pasokan energi global. Harga minyak yang melonjak tajam, berdampak langsung pada industri petrokimia, dan merembet pada industri manufaktur plastik.
Hubungan Minyak Bumi dan Produk Plastik
Kantong plastik dan wadah-wadah plastik lainnya yang lazim digunakan masyarakat, mayoritas berbahan dasar Polietilen (PE) dan Polipropilena (PP). Kedua bahan ini merupakan turunan langsung dari pengolahan minyak bumi dan gas alam.
Bagi industri manufaktur plastik, kenaikan tajam harga minyak mentah adalah beban bagi bahan baku pembuatan plastik. Plastik yang sering digunakan masyarakat seluruh dunia merupakan hasil dari olahan minyak mentah yang disuling.
Selain menghasilkan bensin atau solar, minyak mentah juga menghasilkan nafta, bahan baku utama bagi industri petrokimia untuk pembuatan plastik.
Dalam industri manufaktur plastik, biaya bahan baku bisa mencapai 60-80% dari total biaya produksi. Itulah mengapa, plastik juga menjadi salah satu yang terkena dampak langsung dari kenaikan harga minyak mentah dunia.
Menurut beberapa laporan, per April 2026 harga berbagai produk plastik di Indonesia naik hingga dua kali lipat. Secara umum, rata-rata naik 30-50% untuk kantong kresek. Untuk produk plastik lainnya bahkan dolaporkan naik hingga 80%. Jika biasanya kantong kresek dijual seharga Rp12.000 – Rp13.000 per pak, kini melonjak menjadi Rp15.000 – Rp20.000 per pak.
Harga plastik per kilogram bahkan dilaporkan menyentuh angka Rp60.000 dari sebelumnya yang hanya Rp30.000. Sementara itu, gelas plastik dan wadah plastik, thinwall, maupun mila dan styrofoam juga mengalami kenaikan harga yang signifikan.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





