Bacaini.ID, TRENGGALEK – Penjualan buah durian atau duren di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur pada bulan Ramadan ini meningkat pesat.
Durian yang dibandrol mulai Rp50 ribu hingga Rp150 ribu per butir itu laris manis. Minat para penyuka durian lebih tertuju pada varietas lokal ketimbang jenis bawor dan montong.
Seperti dituturkan Naratrihamzah warga Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek. Ia memutuskan membuka lapak khusus durian, dan sementara berhenti jualan buah lain.
“Saya biasanya jual buah keliling. Tapi kalau Ramadan, yang paling dicari itu durian. Dari situ akhirnya saya berinisiatif jualan durian,” tutur Naratrihamzah ditemui di lapaknya Selasa (24/2/2026).
Baca Juga:
- Wisata Petik Durian Muncul di Blitar, Ini Daerah Penghasil Terbesar di Jawa Timur
- Konfrontasi Durian Antara Indonesia-Malaysia Masih Panas
- Manfaat Buah Durian, Ternyata Bisa Picu Libido dan Kesuburan
Kabupaten Trenggalek seperti diketahui sebagai salah satu daerah penghasil durian. Cukup banyak varietas lokal yang secara citarasa tidak kalah. “Dan saat ini yang paling diminati jenis lokal,” terangnya.
Selain citarasa yang tak kalah lezat, harga jual durian lokal Trenggalek, kata Naratrihamzah relatif lebih terjangkau. “Harganya lebih murah, tapi rasanya tetap enak,” tambahnya.
Naratrihamzah mengaku membuka lapak duriannya mulai pukul 11.00 WIB. Tidak jarang lapak tutup pada pukul 12 malam, menyesuaikan ramainya para pencari durian.
Vendik, salah seorang penikmat durian mengatakan Trenggalek sudah lama dikenal sebagai daerah penghasil durian, sehingga saat musim panen harga durian cenderung lebih murah.
“Dari dulu saya memang suka durian. Di Trenggalek ini kan daerah penghasil durian, jadi kalau musim seperti sekarang harganya lebih terjangkau,” ungkap Vendik.
Penulis: Aby Kurniawan
Editor: Solichan Arif





