Bacaini.ID, KEDIRI — Kematian Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias ‘El Mencho’ mengguncang Meksiko. Bos kartel Jalisco New Generation Cartel (CJNG) yang selama bertahun-tahun masuk daftar buronan paling dicari dunia itu dikonfirmasi tewas dalam operasi militer di negara bagian Jalisco.
Namun alih-alih meredakan situasi, tewasnya El Mencho justru memicu gelombang kekerasan besar-besaran di sedikitnya delapan negara bagian. Mobil-mobil dibakar, jalan raya diblokade, stasiun pengisian bahan bakar dilalap api, hingga baku tembak terjadi di sejumlah kota.
Kekacauan ini memperlihatkan betapa besar pengaruh dan jaringan yang dibangun CJNG selama lebih dari satu dekade terakhir.
Baca Juga:
- FBI Siapkan Hadiah 162 Miliar untuk Penangkap Mantan Atlet Olimpiade
- Viral Mati Konyol Demi Konten: Kreator 51 Tahun Tewas Usai Santap Kepiting Beracun
Operasi Militer di Tapalpa Berujung Baku Tembak
Dikutip dari The Guardian, Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan operasi penangkapan dilakukan pada Minggu (22/2) di Tapalpa, kawasan pegunungan sekitar 80 mil barat daya Guadalajara, ibu kota Jalisco.
Pasukan khusus angkatan darat dan Garda Nasional, dengan dukungan angkatan udara serta intelijen militer, dikerahkan untuk memburu El Mencho. Namun dalam pelaksanaannya, aparat disebut mendapat serangan dari kelompok bersenjata.
Militer kemudian membalas tembakan. Dalam baku tembak tersebut, El Mencho tewas bersama sedikitnya enam orang yang diduga kaki tangannya. Empat anggota kartel dilaporkan tewas di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya meninggal saat diterbangkan ke Mexico City untuk penanganan medis, termasuk El Mencho sendiri.
Dua tersangka lainnya ditangkap dengan persenjataan berat, termasuk peluncur roket yang mampu menembak jatuh pesawat dan menghancurkan kendaraan lapis baja.
Rekaman yang beredar di media lokal menunjukkan situasi pertempuran sengit di Tapalpa, memperlihatkan keseriusan operasi yang disebut para pengamat sebagai pukulan terbesar terhadap kartel Meksiko dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Di pihak aparat, tiga personel dilaporkan terluka dan diterbangkan ke ibu kota. Seorang pejabat Jalisco yang berbicara kepada Associated Press menyebut satu anggota Garda Nasional tewas di Tapalpa.
Enam anggota Garda Nasional lainnya dilaporkan tewas di Zapopan. Seorang penjaga penjara meninggal dalam kerusuhan tahanan di Puerto Vallarta, dan seorang agen kejaksaan negara bagian tewas di Guadalajara.
Siapa El Mencho dan Seberapa Besar CJNG?
El Mencho, 59 tahun, merupakan pendiri sekaligus pemimpin CJNG, organisasi kriminal yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang menjadi salah satu kartel paling kuat dan berpengaruh di Meksiko.
Meski secara global namanya tak seterkenal Joaquín ‘El Chapo’ Guzmán dari Kartel Sinaloa, CJNG dikenal luas di Meksiko karena kekerasan ekstrem dan persenjataan bergaya militer.
Kartel ini dituduh terlibat dalam penyelundupan besar-besaran kokain, metamfetamin, dan terutama fentanil ke Amerika Serikat. Pemerintah AS bahkan menawarkan hadiah hingga 15 juta dolar AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapan El Mencho.
Selain perdagangan narkoba lintas negara, CJNG juga dituding melakukan berbagai aksi kekerasan terhadap pejabat pemerintah Meksiko dan aparat keamanan.
Delapan Negara Bagian Membara Usai El Mencho Tewas
Tak lama setelah kabar kematian El Mencho tersebar, gelombang serangan balasan terjadi di berbagai wilayah. Setidaknya delapan negara bagian: Jalisco, Guanajuato, Nayarit, Michoacán, Colima, Guerrero, Tamaulipas, dan Zacatecas, bermunculan road barrier (pembatas jalan) sebagai bentuk blokade untuk menguasai wilayah.
Kendaraan pribadi, bus, dan truk dibakar untuk memblokir jalan raya utama. Di Puerto Vallarta, destinasi wisata populer di pesisir Pasifik, gumpalan asap hitam membumbung tinggi.
Video yang beredar memperlihatkan pria bersenjata membakar kendaraan di pusat kota Guadalajara. Dalam satu rekaman, sekelompok orang bersenjata lengkap terlihat membakar SPBU setelah tiba menggunakan mobil putih.
Bandara Guadalajara, yang juga akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, dipenuhi kepanikan. Penumpang berlarian mencari perlindungan, khawatir akan serangan susulan.
Pada Minggu malam, sebagian wilayah kota berubah seperti kota mati. Warga memilih berlindung di rumah, sementara sejumlah sekolah di beberapa negara bagian diliburkan keesokan harinya.
Situasi keamanan yang memburuk berdampak langsung pada penerbangan internasional. Beberapa maskapai penerbangan dari berbagai negara membatalkan puluhan jadwal penerbangan.
Kematian El Mencho diperkirakan menjadi tonggak penting dalam upaya penegakan hukum terhadap jaringan narkoba internasional.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





