• Login
Bacaini.id
Tuesday, July 28, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Desa Tak Lagi Jadi Pelengkap, Gus Fawait Kunci Ekonomi Jember di ADD dan MBG

ditulis oleh Redaksi
12 February 2026 14:59
Durasi baca: 2 menit
Bupati Jember, Muhammad Fawait

Bupati Jember, Muhammad Fawait

BACAINI.ID, JEMBER – Desa diminta berhenti menjadi penonton. Bupati Jember Gus Fawait menegaskan, jika ingin angka kemiskinan turun, maka perputaran uang harus benar-benar hidup di desa.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Sosialisasi Pengawasan Pemerintahan Desa dan Dana Desa di Pendopo Wahyawibawagraha, Kamis (12/2/2026), di hadapan Wakil Menteri Dalam Negeri dan Komisi II DPR RI.

Di forum tersebut, Gus Fawait tidak hanya memamerkan potensi Jember, tetapi juga memaparkan persoalan paling mendesak yaitu kemiskinan.

Jember, kata dia, memiliki garis pantai selatan terpanjang kedua di Jawa Timur dan wilayah pegunungan di bagian utara. Beragam komoditas ekspor lahir dari tanah ini.

Namun, ironi muncul ketika angka kemiskinan absolut Jember masih menempati posisi kedua di Jawa Timur, bahkan tertinggi untuk kategori kemiskinan ekstrem.

“Mayoritas kantong kemiskinan ada di desa, terutama yang berbatasan dengan kebun, hutan, dan pesisir. Maka desa harus jadi pusat perputaran ekonomi,” tegasnya.

Menurutnya, jika uang beredar dan bertahan di desa, maka dampaknya akan langsung terasa pada kesejahteraan warga. Karena itu, Pemkab Jember memastikan Alokasi Dana Desa (ADD) akan dikembalikan dan diperkuat dalam Anggaran Perubahan 2026.

Skema ini diharapkan memberi ruang inovasi lebih luas bagi kepala desa dalam mengelola pembangunan dan pemberdayaan ekonomi.

Tak berhenti di situ, Gus Fawait juga membidik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai mesin ekonomi baru. Dengan estimasi sekitar 300 ribu penerima manfaat di Jember, program nasional itu diproyeksikan mampu memutar uang hingga Rp4 triliun.

“Tugas kita memastikan uang itu tidak keluar dari Jember,” ujarnya.

Pemkab berencana menerbitkan surat edaran agar bahan baku MBG wajib disuplai dari produk pertanian, peternakan, serta UMKM lokal. Skema ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memperkuat rantai ekonomi desa.

Gus Fawait bahkan menggagas sinergi antara Koperasi Merah Putih dengan distribusi MBG agar terbentuk ekosistem ekonomi yang saling menopang. Bersama BP Taskin, pemerintah daerah juga akan membina warga miskin ekstrem agar bisa naik kelas menjadi pemasok dalam program MBG melalui pembentukan UMKM baru.

Dengan pendekatan itu, MBG tidak berhenti sebagai program konsumsi semata. Ia diharapkan menjadi pintu masuk lahirnya pelaku usaha baru dari kelompok rentan.

Bagi Gus Fawait, desa bukan sekadar objek pembangunan atau penerima anggaran. “Desa adalah pusat pertumbuhan. Jika strategi ini berjalan konsisten, maka desa bukan hanya menjadi lokasi program, tetapi episentrum kebangkitan ekonomi Jember,” pungkasnya.(meg/ADV)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Infografis Bahasa Jawa masuk lima besar bahasa non-nasional terbesar di dunia dengan 68 juta penutur menurut SeasiaStats

Bahasa Jawa Masuk 5 Besar Bahasa Daerah Terbesar di Dunia

Viral turis Italia menghina warga Thailand di BTS Bangkok memicu perdebatan soal arogansi wisatawan asing

Viral Turis Italia Arogan, Alarm Neo Kolonialisme Bangkit?

Momen haru pemberian SK WNI kepada warga keturunan Filipina

Tren Hastag #KaburAjaDulu, Warga Asing Justru Berebut Jadi WNI

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In