• Login
Bacaini.id
Sunday, May 31, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Trump: Rusia Beri Sinyal Positif atas Usulan Gencatan Senjata Amerika

ditulis oleh Danny Wibisono
15 March 2025 04:38
Durasi baca: 4 menit
Presiden Trump dan Presiden Putin (Foto: VOA Indonesia)

Presiden Trump dan Presiden Putin (Foto: VOA Indonesia)

Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa Rusia memberi “sinyal positif” atas usulan gencatan senjata 30 hari di Ukraina dari AS. Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyambut baik inisiatif AS tersebut.

Bacaini.ID, WASHINGTON, DC — Presiden AS Donald Trump Kamis (13/3) juga secara hati-hati menyampaikan optimismenya terhadap pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyatakan bahwa ia setuju secara prinsip dengan usulan tersebut.

Berbicara kepada wartawan dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Ruang Oval Gedung Putih, Trump menegaskan kembali bahwa ia siap berbicara dengan Putin dan menekankan sudah saatnya perang antara Rusia dan Ukraina berakhir.

Putin “menyampaikan pernyataan yang cukup menjanjikan, tetapi belum tuntas sepenuhnya,” tambah Trump pada awal pertemuannya dengan Rutte.

“Sekarang kita akan melihat apakah Rusia benar-benar serius. Jika tidak, itu akan menjadi momen yang sangat mengecewakan bagi dunia,” jelasnya.

Meski telah setuju, Putin pada hari yang sama juga mengungkapkan pihaknya masih perlu merundingkan detailnya.

“Kami setuju dengan usulan untuk menghentikan pertempuran, tapi kami berangkat dari fakta bahwa gencatan senjata ini harus mampu membawa perdamaian jangka panjang dan menghilangkan akar permasalahan dari krisis ini,” katanya.

Putin mengatakan pasukan Ukraina saat ini terkepung di wilayah terakhir yang mereka kuasai di daerah Kursk, Rusia, dan sebelum gencatan senjata diberlakukan, perlu dipastikan dulu apakah pasukan Ukraina akan menyerah dan meletakkan senjata.

Sebelumnya, penasihat utama Putin di bidang kebijakan luar negeri menolak usulan gencatan senjata 30 hari dari AS. Menurutnya, usulan tersebut hanya akan memberi waktu bagi militer Ukraina untuk beristirahat sementara dari pertempuran.

Pernyataan ini disampaikan setelah utusan khusus AS, Steve Witkoff, tiba di Moskow untuk membahas usulan gencatan senjata dengan pejabat Rusia.

Minggu ini, Moskow mengalami serangan drone terbesar dari Ukraina sejak perang dimulai, yang mengakibatkan setidaknya 3 orang tewas dan 17 lainnya terluka.

Sebagian warga Moskow mencoba untuk tidak terlalu memikirkan perang.

Namun, banyak juga yang berharap perundingan antara Kremlin dan pemerintahan baru AS akan segera membawa perdamaian, yang Rusia anggap sebagai sebuah kemenangan.

Para pejabat Rusia mengatakan tujuan utama mereka adalah memperoleh pengakuan internasional atas perbatasan baru yang telah dikuasai pasukan Rusia melalui kekuatan militer.

“Jelas akan ada penyelesaian secara bilateral antara kami dan Kyiv. Itu harus berupa perjanjian damai yang akan mengesahkan perbatasan baru Rusia serta perbatasan Ukraina pasca-Soviet,” ujar mantan Duta Besar Rusia Alexander Kramarenko.

Banyak warga Moskow yang telah merayakan perubahan dalam peta geopolitik itu meski konflik belum berakhir.

“Ini adalah kemenangan nyata. Silakan rayakan dengan sampanye. Kemenangan ini juga tidak boleh disia-siakan. Rusia harus melanjutkan serangan karena ambisi AS belum selesai. Ya, mereka takut pada kita, tapi bukan berarti mereka telah mengubur impian mereka untuk menguasai dunia,” kata Yevgeny Fyodorov, anggota parlemen majelis rendah Duma Negara dari partai penguasa United Russia.

Dalam perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun itu, media independen Mediazona mencatat lebih dari 95.000 tentara Rusia tewas. Namun, jumlah kematian itu tidak menghentikan Kremlin untuk terus berperang.

Dalam pertemuan dengan istri dan ibu para tentara yang gugur, Putin pernah mengatakan tidak akan ada konsesi.

Para pengkritik Putin hanya bisa bersuara dari pengasingan. Menurut mereka, Kremlin mungkin bisa menerima konsesi dalam beberapa hal, tetapi mustahil untuk meninggalkan ambisi teritorialnya.

“Ada kemungkinan kompromi dalam beberapa aspek lainnya, misalnya terkait bagaimana sistem keamanan Ukraina akan dibentuk setelah perang. Moskow ingin terlibat dalam pembentukan sistem keamanan baru ini dan menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” jelas Anton Barbashin, pemimpin redaksi grup analis Riddle, kepada VOA lewat wawancara Zoom.

Sejumlah pejabat AS bertemu dengan perwakilan Ukraina di Arab Saudi pekan ini untuk membahas rencana gencatan senjata.

Terkait negosiasi di Arab Saudi, seorang tentara Ukraina di Kyiv, Volodymyr, mengatakan, “Jelas, pemerintah AS mencoba memanipulasi keadaan dan mereka seharusnya tidak melakukan itu.”

Warga lainnya, Andriy, yang pindah dari Kramatorsk ke Kyiv demi keselematannya, mengungkapkan, “Melanjutkan bantuan militer adalah langkah baik, karena tanpa intelijen dari AS, para prajurit dan pejuang kami akan kesulitan di garis depan.”

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyambut baik inisiatif AS dan menyatakan pada Rabu (12/3) bahwa Ukraina “siap melakukan gencatan senjata selama 30 hari sesuai usulan AS.” [br/aa/uh/aak/hj]

Sumber Berita : Voice of America (VOA)
Hasil kerjasama Bacaini.ID dengan VOA Indonesia

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: konflik rusia-ukrainaputintrump
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Petis khas Jawa Timur dalam wadah tradisional yang menjadi bumbu legendaris sejak era Majapahit

Sejarah Petis Jawa Timur, Bumbu Warisan Majapahit Sejak Abad ke-10

Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

Latihan squat untuk menjaga kesehatan otot bokong atau glutes

Otot Bokong Ternyata Pengaruhi Umur Panjang, Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In