• Login
Bacaini.id
Sunday, July 5, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ziarah Kubur, Tradisi Turun-temurun Jelang Ramadan

ditulis oleh Editor
31 March 2022 19:24
Durasi baca: 2 menit
Tradisi nyekar menjelang bulan Ramadan. Foto: Bacaini/AK.Jatmiko

Tradisi nyekar menjelang bulan Ramadan. Foto: Bacaini/AK.Jatmiko

Bacaini.id, KEDIRI – Jelang Bulan Ramadan, tradisi nyekar sudah mulai dilakukan sejumlah warga di berbagai daerah. Salah satunya di Pemakaman Umum Kelurahan Pesantren Kota Kediri.

Seperti yang dilakukan oleh Agung, warga Kelurahan Pesantren yang datang bersama anaknya untuk berziarah ke makam kakek dan nenek buyutnya. Kegiatan ini rutin dilakukannya setiap tahun menjelang Ramadan dan hari raya Idul Fitri.

“Setiap mau puasa saya selalu ziarah ke makam keluarga. Sengaja ajak anak biar tahu dan kenal leluhurnya, biasanya nyekar ini kita lakukan bersama keluarga yang lain juga,” kata Agung kepada Bacaini.id, Kamis, 31 Maret 2022.

Selain berdoa, sejumlah peziarah juga melakukan bersih – bersih makam. Mulai menyapu area makam keluarga juga membersihkan batu nisan. Tidak sedikit peziarah yang membawa alah bersih-bersih seperti sapu dan juga membawa air dari rumah.

Sementara itu, Heru salah satu peziarah yang datang dari Surabaya mengaku sengaja meluangkan waktunya untuk berziarah ke makam orang tuanya. Seperti halnya Agung, kegiatan ini rutin dilakukannya setiap tahun menjelang bulan puasa.

“Kebetulan saya kerja di luar kota, tapi setiap tahun paling tidak satu minggu sebelum bulan puasa, saya rutin datang untuk nyekar makam orang tua,” ujar Heru.

Tradisi nyekar ini, juga mendatangkan berkah bagi para pedagang bunga musiman. Seperti halnya Mbah Nah yang sehari-hari berdagang di pasar.

“Alhamdulillah, setiap mau puasa sama hari raya selalu ramai, jadi setiap sore sepulang dari pasar, saya juga jualan bunga untuk nyekar di sini,” kata Mbah Nah.

Penulis: AK.Jatmiko
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: kota kediriziarah kubur jelang ramadan
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi orang tua mengunggah foto anak di media sosial yang berisiko memicu kejahatan siber

Bahaya Sharenting: Saat Foto Anak di Medsos Jadi Sasaran Penjahat Siber

Menkeu Purbaya. Foto: tangkapan layar

Momen Purbaya Kecewa Kinerja DJKN, Tak Mampu Tunjukkan Data Aset Negara

Truk boks menabrak palang perlintasan kereta api di Nganjuk

Truk Boks Tabrak Palang Perlintasan KA di Nganjuk, Ini Pernyataan KAI

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In