• Login
Bacaini.id
Sunday, June 7, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Tren AI Exes di Tiongkok Tuai Pro Kontra, Ahli Khawatir Pengguna Gagal Move On

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
17 May 2026 18:37
Durasi baca: 3 menit
Tren AI Exes di Tiongkok memungkinkan pengguna membuat replika digital mantan pasangan menggunakan data pribadi dan kecerdasan buatan (foto/AI/Bacaini.id)

Tren AI Exes di Tiongkok memungkinkan pengguna membuat replika digital mantan pasangan menggunakan data pribadi dan kecerdasan buatan (foto/AI/Bacaini.id)

Poin Penting:

  • AI Exes menjadi tren baru di Tiongkok dengan membuat replika digital mantan dari chat, foto dan rekaman suara
  • Ahli menilai interaksi dengan mantan virtual berisiko memicu gagal move on dan hubungan emosional tidak sehat
  • Penggunaan AI mantan juga dikhawatirkan menghambat proses penyembuhan emosional dan pertumbuhan personal

Bacaini.ID, KEDIRI – Tren AI Exes atau kloning digital mantan kekasih sedang viral di Tiongkok. Teknologi berbasis kecerdasan buatan ini memungkinkan seseorang kembali “berinteraksi” dengan mantan melalui replika digital yang dibuat dari foto, chat hingga rekaman suara.

Baca Juga:

  • Burung Merak Liar Invasi Kota Pantai Italia: Warga Tak Bisa Tidur, Mobil Rusak

Tren AI terbaru di Tiongkok itu memicu pro kontra di masyarakat umum maupun para ahli. Para pendukung tren yang disebut ‘AI Exes’ (AI mantan) ini mengklaim bahwa cara ini membantu proses mengatasi penyesalan di masa lalu sekaligus menjadi penghiburan emosional. Namun di sisi lain, banyak ahli yang mengkhawatirkan ketergantungan emosional yang mungkin terjadi, masalah privasi dan etika penggunaan teknologi.

Cara membuat ‘mantan digital’ ini pun cukup mudah: pengguna mengunggah riwayat obrolan, unggahan media sosial dan foto ke platform AI yang menyediakan layanan tersebut. Pengguna dapat menyempurnakan replika mantannya dengan berbagai kenangan pribadi seperti memori saat jalan-jalan berdua, tempat favorit, hari jadian maupun cerita pertengkaran di masa lalu.

AI mengolah data tersebut hingga ‘mantan virtual’ ini memiliki gaya komunikasi yang sama dengan mantan yang asli (manusianya). Bahkan, pengguna dapat memasukkan rekaman suara mantan agar AI dapat mengkloningnya. Hasilnya, mantan kekasih digital ini dilaporkan mampu terlibat dalam percakapan menggunakan nada dan pola pikir mantan yang asli.

Ahli Khawatir AI Exes Memicu Gagal Move On dan Bentuk Baru Perselingkuhan

Tren AI exes ini menimbulkan kekhawatiran baru secara psikologis. Meskipun pada awalnya platform ini nampak seperti alat bantu untuk menyembuhkan patah hati, dampak jangka panjangnya dinilai berisiko bagi kesehatan mental.

Dikutip dari South China Morning Post, beberapa kritikus memperingatkan tentang bentuk baru perselingkuhan emosional yang bisa terjadi melalui paltform ini. Pengguna bisa saja tetap berinteraksi dengan mantan kekasih digitalnya disaat sudah memiliki pasangan baru.

Tetap merasa terhubung dengan mantan kekasih secara emosional, dapat menumbuhkan keterikatan yang menghambat seseorang untuk menjalin hubungan sehat dengan pasangan nyata.

Berkomunikasi dengan kloningan mantan, juga dapat menimbulkan ’emotional trap’, jebakan emosional. Alih-alih membantu melewati masa-masa patah hati, perilaku ini justru membuat pengguna terjebak dalam siklus masa lalu.

Proses penyembuhan patah hati yang sehat, membutuhkan penerimaan terhadap realitas hubungan yang telah berakhir. Menghidupkan kembali sosok digital mantan, justru menolak realitas tersebut dan memperpanjang masa denial mereka.

Interaksi yang terlalu intens dengan AI exes ini, terutama yang didukung oleh kloningan suara yang sangat mirip, dikhawatirkan memicu hubungan parasosial akut. Merasa memiliki hubungan emosional yang dekat dengan sesuatu yang tidak nyata.

Penggunaan AI exes juga dikhawatirkan menghambat pertumbuhan personal seseorang. Pengalaman sakit hati, putus cinta, merupakan salah satu cara individu menumbuhkan kedewasaan dan karakter personal mereka. Dari rasa sakit, seseorang belajar mengevaluasi diri, memahami batasan dan dapat menghargai hubungan berikutnya.

Kloning mantan dengan alasan ‘meredakan’ rasa sakit hati dan kehilangan, membuat individu kehilangan kesempatan memproses emosi negatifnya secara alami. Emosi negatif diredam secara artificial, yang berisiko membuat perkembangan emosional mereka menjadi stagnan. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif 

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: AI ExesAI Mantanartificial intelligenceTiongkok
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi sejarah Dewan Banteng dan konflik politik dengan pemerintahan Soekarno

Dewan Banteng, Kaum Fasis yang Merongrong Soekarno, Siapa Mereka?

Diskon tiket kereta api ekonomi 30 persen selama libur sekolah 2026 dari KAI Daop Madiun

Diskon Tiket 30 Persen dari Daop 7 Madiun Selama Libur Sekolah, Ini Daftar KA yang Melintas

Tangkapan layar unggahan akun IG Pemkot Kediri.

Dirujak Netizen, Car Free Night di Stasiun Kediri Dibatalkan

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In