• Login
Bacaini.id
Wednesday, June 10, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Krisis Timur Tengah Berdampak Positif bagi Pariwisata ASEAN, Indonesia Naik 8,62 Persen

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
17 May 2026 14:30
Durasi baca: 3 menit
Wisatawan mancanegara di kawasan Asia Tenggara saat tren pariwisata meningkat akibat dampak krisis Timur Tengah

Krisis Timur Tengah justru membawa dampak positif bagi sektor pariwisata Asia Tenggara. Indonesia mencatat kenaikan kunjungan wisman 8,62 persen, sementara Vietnam menjadi negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di ASEAN (foto/ist)

Poin Penting

  • Malaysia masih menjadi negara ASEAN dengan jumlah wisatawan asing terbanyak mencapai 10,6 juta kunjungan
  • Vietnam mencatat pertumbuhan pariwisata tercepat di Asia Tenggara dengan kenaikan 12 persen
  • Indonesia menerima 3,44 juta wisman dan mencatat kinerja triwulan terbaik sejak 2020

Bacaini.ID, KEDIRI – Krisis yang terjadi di Timur Tengah ternyata membawa dampak tak terduga bagi sektor pariwisata Asia Tenggara. Sejumlah negara ASEAN, termasuk Indonesia, mencatat kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara pada kuartal pertama tahun ini.

Baca Juga:

  • Pelancong Pariwisata Indonesia Terus Turun, Vietnam Kian Melejit

Meskipun krisis global yang terjadi menyebabkan harga tiket pesawat naik, namun hal ini tak menghalangi minat masyarakat dunia untuk ‘menepi’ sebentar di Asia Tenggara. Tidak sedikit warga negara asing yang merasa terdampak atas perang yang terjadi, memilih untuk meninggalkan negaranya sementara, dan memilih tinggal di wilayah yang dianggap aman seperti Asia atau Australia.

Malaysia menjadi negara yang paling banyak menerima kunjungan wisatawan mancanegara di wilayah Asia Tenggara. Malay Mail melaporkan, 10,6 juta wisman masuk ke Malaysia di kuartal pertama tahun ini, dan angkanya meningkat 5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemerintah setempat mengatakan, jumlah pengunjung dari Timur Tengah menurun, namun ada peningkatan pengunjung yang signifikan dari kawasan Asia dan terutama Eropa.

Sementara itu, Thailand meskipun secara statistik mengalami penurunan kunjungan pariwisata, namun tetap menjadi negara ASEAN dengan kunjungan turis asing yang paling banyak di posisi kedua. Selain akibat krisis Timur Tengah, konflik di perbatasan Thailand-Kamboja juga menjadi penyebab mengapa selama dua tahun berturut-turut, Thailand harus turun tahta sebagai jawara pariwisata ASEAN.

Sebanyak 9,3 juta kedatangan wisatawan mancanegara bagi Thailand merupakan penurunan 2,3% dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga:

  • Burung Merak Liar Invasi Kota Pantai Italia: Warga Tak Bisa Tidur, Mobil Rusak

Vietnam menjadi negara Asia Tenggara yang peling cerah masa depan pariwisatanya. 6,76 juta kedatangan wisman tahun ini merupakan angka triwulan tertinggi yang dicapai oleh Vietnam dengan pertumbuhan sebesar 12%. Wisatawan dari Tiongkok dan India dilaporkan mengalami lonjakan tajam.

Vietnam saat ini mengalami lonjakan pariwisata yang sangat agresif dan menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Menempati posisi ketiga dalam kunjungan wisatawan mancanegara, Vietnam kini telah mampu mengalahkan Singapura dan menempel ketat Thailand dan Malaysia.

Di posisi keempat, Singapura juga mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan sebesar 2,8% atau sejumlah 4,4 juta kunjungan pada kuartal pertama tahun ini. Berbeda dengan negara-negara sekawasan yang lebih mementingkan jumlah kunjungan, Singapura kini lebih memilih strategi ‘Value over Volume’. Strategi ini berfokus pada menarik wisatawan premium yang membelanjakan banyak uang.

Di peringkat kelima, Indonesia menerima 3,44 juta kunjungan wisman, meningkat 8,62% dan menjadi kinerja triwulan terbaik sejak tahun 2020. Sebagian besar wisman yang datang ke Indonesia berasal dari negara-negara tetangga seperti Australia dan Malaysia, karena krisis yang terjadi di Timur Tengah menghambat perjalanan jarak jauh.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: IndonesiaPariwisata aseanvietnamwisatawan mancanegara
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajaran di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 9 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Luhut Sampaikan Dampak Program MBG ke Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menerima pimpinan TNI di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 9 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Presiden Kumpulkan Pimpinan TNI, Menteri Pertahanan, Hingga Kepala BIN di Istana

41 dapur mbg milik yasika

Sejumlah SPPG di Jombang Berdiri Tanpa Memiliki ID BGN, Kejaksaan Diminta Turun Tangan

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In