Bacaini.ID, KEDIRI -Musisi sekaligus anggota Komisi X DPR RI, Ahmad Dhani, mengaku prihatin dengan rendahnya minat baca Gen Z. Mereka bahkan tidak bisa mengenali dua tokoh besar saat ditunjukkan fotonya.
Pentolan grub musik Dewa 19 ini menceritakan pengalamannya saat berinteraksi dengan sejumlah Gen Z yang nongkrong di cafe miliknya.
“Kemarin ada beberapa anak Gen Z ke café saya, ada gambar tokoh penting, satunya jenderal satunya kapten. Saya tanya gak ada yang tahu. Padahal itu foto Jenderal Soedirman dan Kapten Soeharto. Yang salah siapa coba? Mungkin sekolahnya atau sistemnya saya gak tahu,” katanya saat melakukan kunjungan kerja di Kampung Inggris, Pare Kabupaten Kediri baru-baru ini.
Dhani kemudian membandingkan kualitas generasi muda era Orde Baru dengan paska reformasi. Menurutnya, anak muda di tahun 1980 – 1990 masih memiliki rasa ingin tahu yang lebih besar. Seperti mengenal tokoh-tokoh penting di dunia pendidikan seperti Fuad Hasan dan Nugroho Notosusanto yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan.
“Sekarang kalau ditanya siapa Menteri Pendidikan era reformasi, banyak yang tidak tahu. Itu karena dianggap tidak penting,” katanya.
Ia menambahkan, sejak era 1980–1990, minat baca generasi muda memang tidak tinggi dan lebih rendah dibanding negara lain. Ironisnya, makin kesini minat itu terus menurun. Menurutnya, sikap malas membaca ini berakar dari kurangnya rasa ingin tahu atau penasaran. Jika dibiarkan, mereka akan memiliki sikap masa bodoh, yang pada akhirnya menjadi tidak punya tujuan atau cita-cita.
“Kalau masa bodoh, itu berbahaya. Tidak tahu mau ngapain, tidak punya cita-cita. Gen Z sekarang banyak yang begitu. Segeralah mencari mimpi dan angan-angan,” tegasnya.
Sebagai penutup, ia menceritakan pengalamannya sebagai murid yang tidak pandai di kelas. Bahkan dari 48 siswa, ia menempati peringkat pertama dan kedua dari bawah. Meski lemah di akademik seperti Fisika dan lainnya, namun ia memiliki ketertarikan dengan Amerika Serikat. Sehingga ia lebih memahami geografi Amerika dibanding temannya.
Inilah yang ia sebut sebagai passion. Dengan memiliki passion, seseorang akan memiliki rasa penasaran dan keingintahuan untuk belajar. (htw/edt)




