Poin Penting:
- Lebih dari 100 burung merak liar menginvasi kota Punta Marina Italia dan menyebabkan keresahan warga
- Merak jantan agresif saat musim kawin hingga merusak mobil dan memicu polusi suara ekstrem
- Pemerintah setempat memakai drone untuk sensus populasi sebelum menentukan langkah penanganan
Bacaini.ID, ITALIA — Kota resor pantai Punta Marina di Italia mendadak viral setelah lebih dari 100 burung merak liar menginvasi permukiman warga. Satwa eksotis yang biasanya dikagumi karena keindahan bulunya itu kini justru memicu keresahan akibat perilaku agresif selama musim kawin.
Baca Juga:
Fenomena unik ini viral di media sosial lantaran perilaku agresif burung-burung merak di musim kawinnya tersebut terekam kamera warga dan juga memicu perdebatan komunitas lokal dan membuat otoritas setempat memutar otak.
Ledakan populasi burung merak di wilayah tersebut berawal dari koloni kecil burung merak yang bersarang di kawasan aeronautical complex (kompleks kedirgantaraan) milik militer yang sudah lama terbengkalai di pinggiran Punta Marina.
Ketika aktivitas manusia berhenti total akibat kebijakan pembatasan wilayah (lockdown) saat pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu, satwa-satwa ini mulai berani keluar dari area pangkalan. Tanpa adanya gangguan dari manusia atau kendaraan, burung-burung ini berkembang biak dengan sangat cepat dan mulai mengolonisasi area urban secara massif.
Baca Juga:
Meskipun dikenal karena keindahan bulunya yang eksotis, perilaku burung merak selama musim kawin (mating season) justru sama sekali ‘tidak indah’ bagi warga sekitar. Lonjakan hormon membuat burung merak jantan menjadi sangat sensitif dan agresif. Musim kawin burung merak berlangsung pada bulan April dan mencapai puncaknya di bulan Mei.
Salah satu perilaku agresif burung merak jantan yang terekam kamera warga adalah saat melihat pantulan dirinya pada permukaan mobil yang bersih atau kaca jendela rumah yang mengkilap, merak jantan mengira bayangan tersebut merupakan pejantan saingan yang menantang mereka. Akibatnya mereka menyerang dengan paruh dan cakarnya yang tajam dan menyebabkan kerusakan parah pada cat mobil dan kaca rumah warga.
Tak hanya kerusakan material, warga Punta Marina juga mengeluhkan polusi suara yang ekstrem. Burung merak kerap mengeluarkan suara pekikan melengking berkekuatan tinggi yang digambarkan seperti jeritan manusia meminta tolong. Pekikan ini sering terdengar sepanjang malam selama musim kawin, menyebabkan banyak warga menderita insomnia kronis.
Warga Punta Marina Terbelah Jadi Dua Kubu
Kehadiran burung merak ini membelah komunitas lokal menjadi dua kubu yang bertolak belakang. Kubu pertama merupakan warga yang frustasi karena kerugian finansial akibat perbaikan mobil dan gangguan kenyamanan hidup. Mereka mendesak pemerintah kota untuk segera merelokasi seluruh burung dari area pemukiman.
Sebaliknya, kubu kedua justru merangkul kehadiran satwa ini. Dikutip dari The Times, Emanuele Crescentini, warga lokal yang kini dijuluki ‘Peacock Ranger’ menjadi pelopor kelompok peduli burung merak yang secara sukarela membersihkan kotoran burung di jalanan menggunakan selang semprot.
Crescentini bahkan mengusulkan agar pemerintah kota memanfaatkan situasi ini untuk meluncurkan paket wisata ‘Urban Safari’ guna mendongkrak ekonomi lokal, mengingat kota mereka kini terus diliput oleh kru televisi internasional.
Pemerintah kota setempat dilaporkan mengambil langkah dengan menerjunkan drone khusus untuk melakukan sensus udara guna menghitung secara tepat jumlah pasti populasi burung merak di area tersebut sebelum merancang strategi penanganan jangka panjang.
Hukum nasional Italia melarang keras segala bentuk perburuan atau tindakan yang membahayakan burung merak di area publik. Sebaliknya, hukum setempat justru memperbolehkan siapa saja untuk mengadopsi burung merak yang berkeliaran di jalanan secara legal. Kebun binatang lokal hingga selebriti dan figur publik dilaporkan bersedia untuk mengadopsi beberapa dari burung merak liar yang ada di wilayah tersebut.
Fenomena invasi burung merak di Punta Marina Italia menjadi contoh unik bagaimana perubahan lingkungan pasca pandemi dapat memengaruhi perilaku satwa liar dan kehidupan masyarakat urban.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





