• Login
Bacaini.id
Sunday, May 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Burung Merak Liar Invasi Kota Pantai Italia: Warga Tak Bisa Tidur, Mobil Rusak

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
17 May 2026 13:27
Durasi baca: 4 menit
Burung merak liar menginvasi kota pantai Punta Marina di Italia

Burung merak liar berkeliaran di kawasan permukiman Punta Marina Italia saat musim kawin (foto/ist)

Poin Penting:

  • Lebih dari 100 burung merak liar menginvasi kota Punta Marina Italia dan menyebabkan keresahan warga
  • Merak jantan agresif saat musim kawin hingga merusak mobil dan memicu polusi suara ekstrem
  • Pemerintah setempat memakai drone untuk sensus populasi sebelum menentukan langkah penanganan

Bacaini.ID, ITALIA — Kota resor pantai Punta Marina di Italia mendadak viral setelah lebih dari 100 burung merak liar menginvasi permukiman warga. Satwa eksotis yang biasanya dikagumi karena keindahan bulunya itu kini justru memicu keresahan akibat perilaku agresif selama musim kawin.

Baca Juga:

  • Peta Dukungan Ketua KONI Kota Blitar: Samanhudi Kantongi 23 Cabor, Tonny 10 Suara

Fenomena unik ini viral di media sosial lantaran perilaku agresif burung-burung merak di musim kawinnya tersebut terekam kamera warga dan juga memicu perdebatan komunitas lokal dan membuat otoritas setempat memutar otak.

Ledakan populasi burung merak di wilayah tersebut berawal dari koloni kecil burung merak yang bersarang di kawasan aeronautical complex (kompleks kedirgantaraan) milik militer yang sudah lama terbengkalai di pinggiran Punta Marina.

Ketika aktivitas manusia berhenti total akibat kebijakan pembatasan wilayah (lockdown) saat pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu, satwa-satwa ini mulai berani keluar dari area pangkalan. Tanpa adanya gangguan dari manusia atau kendaraan, burung-burung ini berkembang biak dengan sangat cepat dan mulai mengolonisasi area urban secara massif.

Baca Juga:

  • Waspada Ular Berbisa di Sekitar Rumah, Kenali Weling, Jabung hingga Viper Hijau

Meskipun dikenal karena keindahan bulunya yang eksotis, perilaku burung merak selama musim kawin (mating season) justru sama sekali ‘tidak indah’ bagi warga sekitar. Lonjakan hormon membuat burung merak jantan menjadi sangat sensitif dan agresif. Musim kawin burung merak berlangsung pada bulan April dan mencapai puncaknya di bulan Mei. 

Salah satu perilaku agresif burung merak jantan yang terekam kamera warga adalah saat melihat pantulan dirinya pada permukaan mobil yang bersih atau kaca jendela rumah yang mengkilap, merak jantan mengira bayangan tersebut merupakan pejantan saingan yang menantang mereka. Akibatnya mereka menyerang dengan paruh dan cakarnya yang tajam dan menyebabkan kerusakan parah pada cat mobil dan kaca rumah warga.

Tak hanya kerusakan material, warga Punta Marina juga mengeluhkan polusi suara yang ekstrem. Burung merak kerap mengeluarkan suara pekikan melengking berkekuatan tinggi yang digambarkan seperti jeritan manusia meminta tolong. Pekikan ini sering terdengar sepanjang malam selama musim kawin, menyebabkan banyak warga menderita insomnia kronis.

Warga Punta Marina Terbelah Jadi Dua Kubu

Kehadiran burung merak ini membelah komunitas lokal menjadi dua kubu yang bertolak belakang. Kubu pertama merupakan warga yang frustasi karena kerugian finansial akibat perbaikan mobil dan gangguan kenyamanan hidup. Mereka mendesak pemerintah kota untuk segera merelokasi seluruh burung dari area pemukiman.

Sebaliknya, kubu kedua justru merangkul kehadiran satwa ini. Dikutip dari The Times, Emanuele Crescentini, warga lokal yang kini dijuluki ‘Peacock Ranger’ menjadi pelopor kelompok peduli burung merak yang secara sukarela membersihkan kotoran burung di jalanan menggunakan selang semprot.

Crescentini bahkan mengusulkan agar pemerintah kota memanfaatkan situasi ini untuk meluncurkan paket wisata ‘Urban Safari’ guna mendongkrak ekonomi lokal, mengingat kota mereka kini terus diliput oleh kru televisi internasional.

Pemerintah kota setempat dilaporkan mengambil langkah dengan menerjunkan drone khusus untuk melakukan sensus udara guna menghitung secara tepat jumlah pasti populasi burung merak di area tersebut sebelum merancang strategi penanganan jangka panjang.

Hukum nasional Italia melarang keras segala bentuk perburuan atau tindakan yang membahayakan burung merak di area publik. Sebaliknya, hukum setempat justru memperbolehkan siapa saja untuk mengadopsi burung merak yang berkeliaran di jalanan secara legal. Kebun binatang lokal hingga selebriti dan figur publik dilaporkan bersedia untuk mengadopsi beberapa dari burung merak liar yang ada di wilayah tersebut.

Fenomena invasi burung merak di Punta Marina Italia menjadi contoh unik bagaimana perubahan lingkungan pasca pandemi dapat memengaruhi perilaku satwa liar dan kehidupan masyarakat urban.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: Burung MerakInvasiitaliaPunta Marina
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Burung merak liar menginvasi kota pantai Punta Marina di Italia

Burung Merak Liar Invasi Kota Pantai Italia: Warga Tak Bisa Tidur, Mobil Rusak

Presiden Prabowo Subianto meninjau Koperasi Desa Merah Putih Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Foto: PMI Setpres/Cahyo

Presiden Buka Alasan Genjot Ketahanan Pangan, Salah Satunya Pengalaman Militer

Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Kabupaten Tuban. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

Tegas, Presiden Tegur TNI dan Polri Tak Jadi Beking Praktik Ilegal

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peta Dukungan Ketua KONI Kota Blitar: Samanhudi Kantongi 23 Cabor, Tonny 10 Suara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In