Poin Penting:
- Viral di Bogor, dua pemuda jadi korban gigitan ular weling setelah menjadikannya mainan, satu meninggal dunia
- Selain weling, ular jabung dan viper hijau ekor merah termasuk ular berbisa berbahaya yang sering ditemukan di sekitar permukiman
- Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan segera mencari bantuan medis jika terjadi gigitan ular
Bacaini.ID, KEDIRI – Viral video sekelompok pemuda di Bogor yang menjadikan ular weling sebagai mainan berujung tragedi. Satu orang dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya kritis usai terkena gigitan ular berbisa tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bukan hanya kobra, banyak jenis ular lain di Indonesia yang memiliki racun mematikan.
Baca Juga:
Ular weling (Bungarus candidus), merupakan jenis ular yang sering terlihat ‘tenang’, tidak agresif, namun memiliki bisa yang sangat berbahaya meskipun efeknya tidak seketika mematikan. Agar tak salah ‘tangkap’, berikut beberapa jenis ular berbahaya yang banyak dijumpai di sekitar lingkungan tempat tinggal:
Ular Weling, Ular Malam dengan Bisa Mematikan
Ular yang sering dijumpai di area persawahan. Ciri fisiknya berwarna belang hitam-putih yang melingkar sampai perut, ekornya lancip. Weling memiliki kepala bulat yang menyatu dengan leher, dan bentuk ini terkadang dianggap ‘remeh’ oleh awam karena stigma ular berbisa mematikan adalah yang memiliki kepala berbentuk segitiga.
Baca Juga:
Habitatnya ada di sawah, saluran irigasi, dan seringkali ditemukan masuk pemukiman. Ular ini pasif di siang hari, tapi sangat aktif di malam hari. Ia memiliki sifat ‘Lucifugos’ atau takut cahaya. Karenanya, saat malam hari ketika terkena lampu senter, ular ini cenderung diam atau menutup mata dengan badannya.
Banyak yang mengira perilaku ular weling yang terkesan ‘malu’ ini dianggap jinak. Padahal ini merupakan mekanisme pertahanan mereka sebelum akhirnya mematuk jika merasa terancam. Gigitan ular weling seringkali tidak terasa sakit, efeknya menimbulkan rasa kantuk berat dalam waktu 30-60 menit setelah digigit. Racunnya bekerja menutup komunikasi antara saraf dan otot pernapasan. Korban patukan ular weling seringkali meninggal dalam tidur karena paru-paru berhenti memompa oksigen tanpa mereka sadari.
Ular Jabung yang Bisa Membusukkan Jaringan Tubuh
Ular ini berada di habitat tanah kering atau hutan jati. Di Jawa Timur, daerah yang dikenal memiliki banyak ular jabung diantaranya Ngawi, Bojonegoro dan Tuban. Ciri ular jabung bertubuh pendek, gemuk, kepala segitiga sempurna dengan motif segitiga cokelat tua di punggungnya. Warna yang sangat mirip dengan daun kering, sebagai kamuflase di habitatnya.
Ular ini tidak lari jika ada orang mendekat, mereka justru diam tak bergerak, dan jika terinjak akan mematuk dengan sangat cepat. Berbeda dengan weling yang racunnya menyerang saraf, bisa ular jabung menyerang darah dan jaringan kulit.
Efek yang paling terlihat jelas adalah rasa nyeri luar biasa, panas dan berdenyut di area gigitan ular dalam hitungan menit. Area gigitan akan membengkak dengan cepat dan bisa meluas. Setelahnya, akan muncul luka melepuh berisi cairan bening atau darah di sekitar gigitan.
Jika tidak segera ditangani, bisa ular jabung akan ‘memakan’ daging di sekitar area luka hingga membusuk. Dalam kasus parah, seringkali korban berujung pada amputasi.
Viper Hijau Ekor Merah Sering Bersembunyi di Pekarangan
Jenis ular viper yang paling banyak ditemukan di pepohonan atau pagar tanaman. Disebut juga sebagai ular viper hijau. Ciri fisiknya berwarna hijau stabilo, kepala segitiga, dan yang paling ikonik untuk membedakan ular ini dengan jenis ular dedaunan atau pohon lainnya adalah ujung ekornya berwarna merah atau cokelat tua.
Habitatnya ada di perkebunan terutama kebun kopi, rumpun bambu, bahkan juga di tanaman hias atau pepohonan sekitar rumah. Banyak orang mengira semua ular hijau itu sama, namun yang harus diwaspadai adalah ular hijau dengan ekor berwarna merah atau cokelat tua.
Efek dari bisa viper hijau ini hampir sama dengan bisa ular jabung. Meskipun tingkat kematan akibat ular ini secara statistik lebih rendah dibandingkan dengan weling atau kobra, tingkat morbiditas atau kecatatan yang ditimbulkan, cukup tinggi.
Tips Mencegah Ular Masuk ke Dalam Rumah
Berhenti mempercayai mitos bahwa ular takut pada garam. Secara sains, sisik ular sangat kuat dan garam tidak memberi efek apapun pada ular. Yang tidak disukai ular adalah bau menyengat.
Bau menyengat dapat mengganggu sensor kimia mereka. Mengepel lantai rumah dengan karbol atau wangi sereh yang tajam, dapat membantu kemungkinan ular enggan masuk ke dalam rumah.
Bersihkan lingkungan sekitar rumah dari tumpukan barang yang bisa mengundang tikus untuk bersarang. Tempat yang kotor dan penuh tikus, bisa mengundang ular untuk datang.
Jika terjadi gigitan ular, segera cari bantuan medis profesional, jangan mengandalkan penanganan mandiri.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





