• Login
Bacaini.id
Sunday, May 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Tradisi Adu Betis di Sulawesi: Cara Menguji Ketangguhan Laki-laki

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
16 July 2025 23:06
Durasi baca: 3 menit
Tradisi Adu Betis di Sulawesi: Cara Menguji Ketangguhan Laki-laki (foto/Instagram)

Tradisi Adu Betis di Sulawesi: Cara Menguji Ketangguhan Laki-laki (foto/Instagram)

Bacaini.ID, KEDIRI – Tradisi adu betis di masyarakat Sulawesi Selatan merupakan kekayaan budaya di Indonesia. Menjadi salah satu kebudayaan yang unik.

Dalam bahasa lokal bernama Mallanca. Dikenal sebagai ajang adu kekuatan sekaligus simbol kedewasaan bagi para lelaki muda di kampung-kampung adat.

Meski terlihat ekstrem, adu betis bagian dari ritual sosial yang mengakar kuat dalam budaya masyarakat Sulawesi, khususnya Bugis, Toraja, dan Luwu.

Asal-Usul Adu Betis Sulawesi

Tradisi adu betis dipercaya sudah ada sejak abad ke-17, sebagaimana tercatat dalam Lontara Bugis, naskah kuno yang memuat adat istiadat dan hukum tradisional masyarakat Bugis.

Adu betis biasanya dilakukan dalam acara syukuran pasca panen, perayaan pesta rakyat seperti Rambu Solo’ atau Rambu Tuka’ di Toraja dan sebagai ajang pembuktian kedewasaan lelaki muda.

Menurut Prof. Dr. Andi Faisal Bakti dari Universitas Hasanuddin, tradisi ini dulu menjadi media latihan ketahanan fisik dan mental bagi pemuda desa sebelum mereka masuk ke dunia dewasa.

Ritus Adu Betis

Meski tampak sederhana, pelaksanaan adu betis memiliki tahapan dan aturan adat yang harus dihormati.

• Pemilihan Peserta

Peserta adu betis adalah laki-laki usia 17–35 tahun. Harus sehat jasmani tanpa riwayat penyakit tulang atau sendi.

Biasanya terdiri dari dua kelompok mewakili dua kampung atau dua pihak yang ingin menguji kekompakan dan kekuatan.

• Persiapan Ritual

Sebelum dimulai, peserta adu betis lebih dulu melakukan ritual pembersihan diri atau Mappacci, yaitu membersihkan tangan dan kaki dengan daun sirih.

Setelah itu berdoa bersama dipimpin tetua adat agar acara berjalan lancar dan aman.

• Pelaksanaan Adu Betis

Adu betis dilakukan dengan peserta berbaris dua barisan berhadap-hadapan.

Kemudian satu orang maju memukul betis lawan dengan kaki secara bergantian.

Tradisi ini memiliki aturan hanya boleh mengenai betis. Jika mengenai bagian lain dianggap melanggar adat.

Adu betis diulang beberapa ronde hingga salah satu pihak menyerah atau dinilai kalah mental.

• Penilaian

Tidak ada juri resmi. Penonton dan tetua adat yang menilai siapa yang paling kuat atau paling tahan terhadap rasa sakit.

Setelah selesai, peserta makan bersama sebagai tanda persaudaraan.

Tradisi ini berasal dari Bugis, Toraja, Luwu, Bone dan Enrakang. Kini, adu betis atau mallanca hanya dilakukan secara terbatas di festival budaya masyarakat setempat.

Dalam adu betis, laki-laki dilatih memiliki ketangguhan fisik dan mental. Juga diajarkan sportivitas dan merekatkan persaudaraan.

Hal ini ditunjukkan ketika pertandingan selesai. Para  peserta saling berangkulan dan makan bersama.

Tradisi adu betis juga mengajarkan peran sosial laki-laki dalam masyarakat adat.

Dalam budaya Bugis dan Toraja, lelaki diharapkan menjadi pelindung keluarga. Tradisi ini menjadi simbol latihan peran tersebut.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: kebudayaan IndonesiaMallancaritual sosialsimbol dewasasulawesitradisi adu betis sulawesitradisi ekstremtradisi unik
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Prabowo Subianto menandatangani prasasti peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk

Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Tegaskan Penghormatan untuk Buruh

Ilustrasi seseorang makan menggunakan tangan langsung dengan makanan tradisional Indonesia

Makan Pakai Tangan Bikin Lebih Tenang dan Nikmat, Ini Penjelasan Neuroscience

Penetapan calon Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030 antara Muh Samanhudi Anwar dan Tonny Andreas

Peta Dukungan Ketua KONI Kota Blitar: Samanhudi Kantongi 23 Cabor, Tonny 10 Suara

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peta Dukungan Ketua KONI Kota Blitar: Samanhudi Kantongi 23 Cabor, Tonny 10 Suara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In