Poin Penting:
- Penelitian neuroscience menunjukkan makan pakai tangan melibatkan lebih banyak aktivitas sensorik sehingga terasa lebih nikmat dan memuaskan
- Aktivitas menyentuh makanan langsung berkaitan dengan mindful eating yang membantu tubuh lebih rileks dan mengurangi stres
- Pengalaman emosional dan rasa familiar saat makan pakai tangan dapat memicu pelepasan dopamin yang berkaitan dengan rasa senang dan nyaman
Bacaini.ID, KEDIRI – Banyak orang merasa makan pakai tangan langsung atau muluk terasa lebih nikmat ketimbang menggunakan sendok dan garpu. Ternyata, kebiasaan tradisional yang masih populer di Indonesia ini bukan sekadar soal selera, tetapi juga berkaitan dengan cara kerja otak, sistem saraf, hingga kondisi psikologis seseorang. Penelitian neuroscience menunjukkan makan menggunakan tangan dapat membuat tubuh lebih rileks, fokus dan puas saat menikmati makanan.
Baca Juga:
Perasaan rileks tersebut bukanlah sekadar sugesti. Sejumlah penelitian dan kajian neuroscience menunjukkan bahwa makan menggunakan tangan langsung memang melibatkan lebih banyak aktivitas sensorik di otak ketimbang memakai alat.
Tangan Memiliki Banyak Saraf Sensorik yang Membuat Otak Lebih Fokus
Tangan manusia memiliki ribuan reseptor sensorik yang sangat sensitif terhadap sentuhan, suhu, tekstur, hingga tekanan. Saat seseorang menyentuh makanan secara langsung, otak menerima lebih banyak informasi sebelum makanan masuk ke mulut.
Baca Juga:
- Peta Dukungan Ketua KONI Kota Blitar: Samanhudi Kantongi 23 Cabor, Tonny 10 Suara
- Moralitas vs Loyalitas di Bursa Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030, Siapa Menang?
Semua sinyal tersebut diproses otak dan membuat pengalaman makan menjadi lebih kaya secara sensorik. Stimulasi sensorik seperti ini dapat meningkatkan kesadaran terhadap aktivitas yang sedang dilakukan, termasuk saat makan. Aktivitas makan jadi lebih memuaskan karena kesadaran tersebut.
Hal inilah yang sering dikaitkan dengan konsep mindful eating atau makan dengan penuh kesadaran. Menggunakan tangan langsung tanpa alat makan, membuat orang mengambil makanan lebih pelan, memperhatikan tekstur, sadar terhadap porsi dan lebih menikmati rasa makanan.
Beberapa penelitian tentang mindful eating menunjukkan bahwa makan dengan kesadaran penuh dapat membantu mengurangi stres dan membuat tubuh lebih rileks. Hal ini berkaitan dengan aktivitas sistem saraf parasimpatis, yaitu sistem tubuh yang bekerja saat tubuh berada dalam kondisi tenang atau dikenal dengan istilah rest and digest.
Alasan Makan Pakai Tangan Bisa Membuat Tubuh Lebih Tenang
Bagi banyak orang, makan pakai tangan bukan hanya soal cara makan, namun juga pengalaman emosional. Di Indonesia dan negara Asia lainnya, makan pakai tangan langsung seringkali dikaitkan dengan suasana rumah, kebersamaan, comfort food dan kenyamanan psikologis.
Ini membuat makan pakai tangan langsung menimbulkan rasa tenang dan lebih nyaman. Secara psikologis, ritual kecil yang terasa familiar memang dapat membantu tubuh menurunkan tingkat stres.
Beberapa ahli juga manilai pengalaman sensorik yang lebih kaya saat makan dapat memengaruhi sistem penghargaan di otak. Saat seseorang menikmati makanan dengan lebih sadar dan lebih puas, otak dapat melepaskan dopamin, zat kimia yang berkaitan dengan rasa senang dan kepuasan.
Inilah yang menjadi alasan mengapa makan pakai tangan langsung pada sebagian orang terasa lebih nikmat secara keseluruhan. Meskipun efeknya bisa berbeda pada tiap individu, pengalaman makan yang lebih personal memang dapat meningkatkan kepuasan emosional.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





