Bacaini.ID, KEDIRI – Sebelum restoran cepat saji seperti KFC membuka gerai pertamanya di Indonesia pada 1979, pola makan masyarakat Nusantara masih sangat bergantung pada hasil bumi lokal yang segar dan diolah dengan bumbu rempah tradisional.
Diketahui KFC pertama kali masuk dan membuka gerai pertamanya di Indonesia pada bulan Oktober 1979. Gerai pertama tersebut berlokasi di Jalan Melawai, Jakarta Selatan, yang dioperasikan oleh PT Fast Food Indonesia.
Sebelum era fast food, makanan orang Indonesia lebih organik, beragam antar daerah, dan langsung bersumber dari alam. Makanan pokok dan lauk-pauk kala itu disesuaikan dengan ketersediaan bahan di tiap daerah, sehingga tercipta keragaman kuliner yang khas dan organik.
Di banyak wilayah, sagu menjadi makanan pokok utama jauh sebelum beras mendominasi. Relief pohon aren dan sagu di Candi Borobudur serta Candi Jago menjadi bukti bahwa bahan ini sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Selain itu, umbi-umbian seperti singkong, talas, dan jagung, serta biji-bijian purba seperti jawawut, menjadi santapan sehari-hari. Beras baru populer kemudian, terutama di Jawa, seiring berkembangnya pertanian lahan basah.
Untuk lauk-pauk, ikan dan hasil laut menjadi sumber protein penting. Teknik pengawetan alami seperti pengasinan dan pengasapan membuat ikan asin dan ikan asap mudah ditemukan di meja makan masyarakat pesisir.
Rempah-rempah seperti kunyit, jahe, laos, dan serai digunakan secara melimpah, menciptakan cita rasa khas tanpa bantuan penyedap modern. Di Jawa, protein nabati dari tempe, tahu, sambal, dan lalapan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi makan.
Kuliner ikonik yang kini dianggap klasik sebenarnya sudah lama hadir sebelum ayam goreng tepung populer. Rendang dari Sumatra, pempek dari Palembang, gudeg dari Yogyakarta, hingga soto Banjar dan ketupat Kandangan dari Kalimantan adalah contoh hidangan yang bertahan lintas generasi.
Sementara jajanan pasar berbahan dasar beras ketan dan kelapa seperti klepon, onde-onde, kue putu, lemper, dan nagasari menjadi camilan favorit masyarakat.
Penulis: Hari Tri Wasono





