
Sejarah Revitalisasi Alun-Alun
Ide merevitalisasi Alun-Alun Kota Kediri lahir di rezim pemerintahan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Kala itu masyarakat meminta supaya alun-alun dilakukan penyegaran sehingga pamornya tidak kalah dengan RTH-RTH yang lain.
Kepala Dinas PUPR Kota Kediri, Endang Kartikasari, segera menyusun tahapan revitalisasi yang dimulai pada bulan Mei 2023. “Ditargetkan selesai pada bulan Desember 2023 mendatang, jadi target 7 bulan pengerjaan,” terang Endang kepada wartawan pada Selasa, 23 Mei 2023, yang saat ini menjabat Plt. Sekretaris Daerah Kota Kediri.
Pemkot Kediri menyiapkan pagu anggaran sebesar Rp. 23.834.000.000 yang bersumber dari APBD Kota Kediri. Pelaksananya dipercayakan pada Surya Graha Utama – KSO dan diawasi oleh PT. Pilarempat Consultan.
Namun apa lacur, proyek yang digadang-gadang menjadi legacy Abdullah Abu Bakar ini tak berjalan sesuai rencana. Pelaksana proyek tidak bisa memenuhi target penyelesaian hingga akhir masa jabatan Abu Bakar. Polemik makin keras ketika tiba-tiba Kepala Dinas PU Endang Kartikasari mengajukan pengunduran diri dari jabatannya di tengah persoalan hukum berjalan.
Janji Politik Vinanda Prameswati
Meski berstatus proyek mangkrak, bangunan ini menjadi salah satu komoditas politik Vinanda Prameswati pada pilkada 2024. Dalam deklarasi 28 Agustus 2024 lalu, Vinanda menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek alun-alun sebagai prioritas utama. Ia menyebut alun-alun sebagai ikon kota yang harus dikembalikan fungsinya dan menyatakan bahwa mangkraknya proyek adalah bentuk kegagalan pemerintahan sebelumnya.
Vinanda juga menjanjikan pendekatan hukum dan kebijakan yang pro-rakyat, termasuk solusi bagi PKL yang terdampak. Namun hingga tahun kedua pemerintahannya, proyek tersebut tak kunjung dimulai.
baca selanjutnya…………



