• Login
Bacaini.id
Thursday, May 21, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Starlink dan Wi-Fi Komunitas: Solusi Murah Atasi Kesenjangan Digital di Pelosok Indonesia

ditulis oleh Redaksi
29 October 2025 21:02
Durasi baca: 2 menit
Starlink. foto:istimewa

Starlink. foto:istimewa

Bacaini.ID, BANDUNG – Di tengah hiruk-pikuk pembangunan infrastruktur digital Indonesia, sebuah penelitian mengungkap fakta mengejutkan. Teknologi satelit canggih Starlink yang dikombinasikan dengan jaringan Wi-Fi komunitas ternyata jauh lebih murah dan efektif dibanding solusi konvensional untuk menjangkau desa-desa terpencil di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Studi yang dilakukan oleh Danny Kunto Wibisono dan Manik Suanantari dari Universitas Al-Azhar Indonesia membandingkan lima model implementasi internet satelit untuk program Digital Village 2.0 pemerintah. Hasilnya? Model Starlink plus Wi-Fi komunitas unggul telak dengan biaya investasi awal hanya USD 16.000-31.000 per desa, atau seperlima dari biaya sistem satelit tradisional VSAT.

“Yang lebih mencengangkan lagi, biaya operasional bulanan per rumah tangga hanya USD 2,2-3,3, setara Rp 35.000-52.000. Bandingkan dengan VSAT yang bisa mencapai Rp 350.000 per bulan,” ungkap Danny dalam penelitian tersebut.

Realitas menunjukkan kesenjangan digital masih menjadi momok di Indonesia. Data Kominfo menyebut penetrasi internet di kota-kota besar sudah melampaui 80 persen, sementara di banyak provinsi pedesaan masih di bawah 50 persen. Kondisi geografis yang menantang membuat pembangunan jaringan fiber optik atau menara seluler menjadi tidak ekonomis.

Di sinilah teknologi satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO) seperti Starlink menawarkan terobosan. Berbeda dengan satelit geostasioner konvensional yang mengorbit 36.000 kilometer di atas bumi dengan latensi tinggi, satelit LEO berada di ketinggian 550-1.200 kilometer saja. Hasilnya, koneksi internet secepat fiber optik dengan latensi hanya 20-40 milidetik, cukup untuk video call atau belajar online.

Penelitian ini tidak hanya bicara soal angka. Menggunakan teori Difusi Inovasi dari Everett Rogers, peneliti menganalisis mengapa model Wi-Fi komunitas punya peluang adopsi lebih tinggi. “Masyarakat desa sudah familiar dengan smartphone dan Wi-Fi. Mereka tinggal connect, tanpa perlu perangkat khusus atau instalasi rumit,” jelas Danny.

Lebih dari itu, model komunitas memungkinkan desa mengelola sendiri jaringan internet mereka melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ini menciptakan rasa kepemilikan dan keberlanjutan jangka panjang.

Penelitian tersebut merekomendasikan pemerintah untuk memprioritaskan model ini dalam program Digital Village 2.0, termasuk memberikan subsidi untuk investasi awal dan melegalisasi lisensi “Micro-PJI” agar BUMDes bisa mengelola jaringan secara legal.

Dengan 74.000 desa di Indonesia, potensi transformasi digital melalui model ini sangat besar. Akses internet yang terjangkau bukan hanya soal teknologi, tetapi kunci membuka peluang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi bagi jutaan warga di pelosok negeri.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: digitalITBstarlink
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

US$900 Miliar Menguap, Bagaimana Kekayaan Alam Indonesia Dirampok Secara Legal

Ilustrasi Ching Shih, perempuan Tiongkok pemimpin armada bajak laut terbesar di dunia pada era Dinasti Qing

Ching Shih, Mantan PSK yang Jadi Ratu Bajak Laut Terbesar di Dunia

Produsen tahu di Trenggalek mengurangi ukuran tahu karena harga kedelai naik

Produsen Tahu di Trenggalek Kecilkan Ukuran Akibat Harga Kedelai Naik

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samanhudi Menang Ketua KONI Kota Blitar: Dilantik Monggo Ora Monggo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AKBP Edy Herwiyanto Dimutasi, Ini Jabatan dan Kewenangannya Yang Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In